﻿<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Soegeng Sarjadi Syndicate</title>
        <description>Rss Feed Soegeng Sarjadi Syndicate</description>
        <link>http://www.cps-sss.org</link>
        <lastBuildDate>Thursday, 12 Feb 2010 04:30:03 +0700</lastBuildDate>
       
       
        <item>
            <title>Media Jejaring Sosial: Pisau Bermata Dua</title>
            <description><![CDATA[<div align="center"><img src="http://www.cps-sss.org/images/sss.jpg" alt='Soegeng Sarjadi Syndicate' title='SSS' /></div><br />
			<br /><div align="justify">Internet sebagai media komunikasi tidak bebas nilai. Ia seperti pisau bermata dua, menawarkan cinta sekaligus dusta, bergantung intensi dan kesempatan para penggunanya. Penggalangan dukungan publik untuk pembebasan Prita Mulyasari dan aksi ‘koin cinta untuk Prita’ bergerak luas dalam media jejaring sosial Facebook. Melalui para Facebooker pula proses hukum terhadap Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah mendapat dukungan luas dari publik, hingga akhirnya mereka dibebaskan dan dikembalikan posisinya sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. </div>]]></description>
            <link>http://www.cps-sss.org/index.php</link>
     <lastBuildDate>Thursday, 12 Feb 2010 04:30:03 +0700</lastBuildDate>
    
        </item>
        <item>
            <title>Pandangan Awal Fraksi di Pansus Century: Ada Apa dengan Partai Demokrat dan PKB?</title>
            <description><![CDATA[Tujuh dari sembilan fraksi di Pansus Hak Angket Century menegaskan ada masalah dalam penanganan Bank Century, baik saat pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ataupun bail out. Ketujuh fraksi ini adalah F-PDIP, F-Golkar, F-PKS, F-PAN, F-PPP, F-Gerindra, dan F-Hanura. ]]></description>
            <link>http://www.cps-sss.org</link>
      <lastBuildDate>Thursday, 12 Feb 2010 04:30:03 +0700</lastBuildDate>
   
        </item>
        <item>
            <title>Komunikasi Politik SBY</title>
            <description>Diantara komunikator politik lainnya, posisi presiden memiliki daya pengaruh yang signifikan bagi pembentukan opini publik. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, ia dinilai memiliki potensi dan kompetensi di atas rata-rata dibandingkan dengan warga negara lainnya. Kapanpun dan dimanapun ia berada akan menjadi sorotan publik. Publik ingin tahu lebih banyak tentang apa yang dilakukan presiden, apa yang dikatakan presiden, dan mengapa presiden melakukannya. Setiap kali penyampaian pesan kepada khalayak, akan ditangkap dengan beragam penafsiran. Presiden SBY tidak luput dari rumusan tersebut.</description>
            <link>http://www.cps-sss.org</link>
            <guid isPermaLink="false">DA28EDA2-A8F8-4D77-975C-2D7EB89BFF7A</guid>
			 <lastBuildDate>Thursday, 12 Feb 2010 04:30:03 +0700</lastBuildDate>

        </item>
        <item>
            <title>Seputar Pajak</title>
            <description>Indonesia di hadapkan pada banyak masalah sehubungan dengan pajak. Keterlambatan RUU perpajakan, telah menghilangkan potensi pajak sebesar Rp 11,3 triliun atau 0,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan sekarang kita dikejutkan dengan 100 penunggak pajak dari 100 perusahaan besar. </description>
            <link>http://www.cps-sss.org</link>
            <guid isPermaLink="false">AABA9A5C-A603-47A4-A408-F7C69F621289</guid>
    <lastBuildDate>Thursday, 12 Feb 2010 04:30:03 +0700</lastBuildDate>
        </item>
        <item>
            <title>KPK "Selingkuh"</title>
            <description>
Sampai minggu kedua Februari 2010 “bintang lapangan” yang menjadi sasaran demonstran masih SBY (Presiden RI), Boediono (Wakil Presiden) dan Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan). Ada “bintang baru”, Tumpak Hatorangan Panggabean, Plt. Ketua KPK belum lama ini juga didesak untuk mengundurkan diri. Pasalnya, sejak KPK dipimpin “Opung”, panggilan akrap Tumpak Hatorangan, kinerja KPK terkesan “ompong” dan cenderung lambat. Karena tak kunjung mengusut skandal Bank Century dan memeriksa Boediono dan Sri Mulyani Indrawati. Hanya saja demonstran belum “menganiaya” foto Opung, seperti yang mereka lakukan terhadap SBY, Boediono dan Sri Mulyani Indrawati. </description>
            <link>http://www.cps-sss.org/</link>
            <guid isPermaLink="false">E373B1CD-1D2C-4E84-BF25-03EF431BEEE0</guid>
         <lastBuildDate>Thursday, 12 Feb 2010 04:30:03 +0700</lastBuildDate>
        </item>
		
		 <item>
            <title>Memudarnya Partai Koalisi</em></title>
            <description>
Manuver Partai Golkar dan PKS dalam pansus Bank Century dinilai paling cerdik. Dulu ketika muncul perseteruan cicak melawan buaya, Golkar dan PKS masih satu barisan dengan Demokrat sebagai partai koalisi. Begitu pula ketika Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham terpilih menjadi Ketua Pansus DPR, publik pun kecewa dan curiga terhadap Golkar. Publik lebih sreg jika Gayus Lumbuun dari PDI Perjuangan yang menjadi ketua Pansus.</description>
            <link>http://www.cps-sss.org/</link>
            <guid isPermaLink="false">E373B1CD-1D2C-4E84-BF25-03EF431BEEE0</guid>
          <lastBuildDate>Thursday, 12 Feb 2010 04:30:03 +0700</lastBuildDate>
        </item>     
		
        <item>
            <title>Scrutiny</title>
            <description>Pendapat para peneliti dan sikap lembaga yang merupakan hasil pencermatan terhadap berbagai peristiwa aktual dan strategis di tanah air.</description>
            <link>http://www.cps-sss.org/scrutiny.html</link>
            <guid isPermaLink="false">68B553E3-5F2D-414F-A319-19BE55A3E825</guid>
 <lastBuildDate>Friday, 05 Feb 2010 01:26:03 +0700</lastBuildDate>
        </item>
        <item>
            <title>Our Stand</title>
            <description>Pendapat dan sikap lembaga yang merupakan hasil pencermatan terhadap berbagai peristiwa aktual dan strategis di tanah air.</description>
            <link>http://www.cps-sss.org/ourstand.html</link>
            <guid isPermaLink="false">C64AC9CC-AE2E-4F13-B3D9-51433CA572DB</guid>
 <lastBuildDate>Friday, 05 Feb 2010 01:26:03 +0700</lastBuildDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
