KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
Kabupaten Hulu Sungai Tengah Merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Selatan, beribukota Barabai. Daerah ini berbatasan dengan Balangan di sebelah Utara, dengan Kotabaru di Timur, dengan Hulu Sungai Selatan di Selatan, dan dengan daerah Hulu Sungai Utara di sebelah Barat. Luas wilayahnya 1.472 Km2.
Secara administratif, daerah ini terbagi menjadi sebelas Kecamatan.
Kabupaten Hulu sungai Tengah mempunyai julukan Paris Van Borneo dan menjadi salah satu pusat industri kecil kosmetika tradisional. Sedangkan industri kecil lain yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat adalah usaha jamu tradisional dan industri kopiah dengan pasaran kedua produk tersebut sudah menjangkau pasar mancanegara, terutama kopiah yang menembus pasar Afrika dan Timur Tengah.
Salah satu komoditas unggulan daerah ini adalah tanaman karet yang menjadi kebanggan masyarakat Hulu Sungai Tengah sehingga dijadikan lamabng daerah. Dari hasil perkebunan itu terdapat industri pengolahan karet menjadi lateks dan menjadi karet setengah jadi yang produknya dijadikan komoditas ekspor. Selain Karet daerah ini juga penghasil kelapa, kopi, dan lada dalam jumlah besar.
Sektor pertanian berperan besar bagi perekonomian di Hulu Sungai Tengah. Dari keseluruhan nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 tahun 2006 sebesar Rp 836,91 milyar, kontribusi sektor pertanian mencapai Rp 318,35 milyar (38,04%). Untuk tanaman pangan, produk andalannya padi, ubi kayu, dan jagung.
Berdasarkan jumlah hasil produksi, klaster tanaman padi cocok dikambangkan di Kecamatan Haruyan, Labuan Amas Utara, dan Pandawan. Klaster ubi kayu cocok dikembangkan di Kecamatan Pandawan, Labuan Amas Selatan, dan Hantakan. Sedangkan klaster produksi jagung cocok dikembangkan di Kecamatan Pandawan, Labuan Amas Selatan, dan Hantakan.
Produk andalan lain adalah perkebunan. Meskipun hasil produksinya belum signifikan, namun amat potensial untuk terus dikembangkan. Produk perkebunan andalan daerah ini antara lain karet, kelapa, dan sagu. Klaster perkebunan karet cocok dikembangkan di Kecamatan Batang Alai Utara, Batang Alai Selatan, dan Haruyan.
Sedangkan klaster perkebunan kelapa cocok dikembangkan di Kecamatan Labuan Amas Utara, Pandawan, dan Batang Alai Selatan. Sementara klaster perkebunan sagu cocok dikembangkan di Kecamatan Batang Alai Utara, Labuan Amas Selatan, dan Batu Benawa.
Produk-produk lainnya yang dihasilkan daerah ini namun dalam jumlah produksi yang tidak signifikan adalah produk sayur-sayuran, buah-buahan, dan produk-produk peternakan dan perikanan. Produk itu cenderung bersifat subsisten.
Kegiatan ekonomi lain yang berperan cukup besar adalah perdagangan, khususnya ekspor non migas. Pada tahun 2006, realisasi ekspor non migas (karet SIR) adalah sebesar 21.231,28 ton. Kegiatan ekspor karet tersebut menghasilkan devisa sebesar Rp 369,28 milyar.
Kabupaten Hulu sungai Tengah mempunyai julukan Paris Van Borneo dan menjadi salah satu pusat industri kecil kosmetika tradisional. Sedangkan industri kecil lain yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat adalah usaha jamu tradisional dan industri kopiah dengan pasaran kedua produk tersebut sudah menjangkau pasar mancanegara, terutama kopiah yang menembus pasar Afrika dan Timur Tengah.
Salah satu komoditas unggulan daerah ini adalah tanaman karet yang menjadi kebanggan masyarakat Hulu Sungai Tengah sehingga dijadikan lamabng daerah. Dari hasil perkebunan itu terdapat industri pengolahan karet menjadi lateks dan menjadi karet setengah jadi yang produknya dijadikan komoditas ekspor. Selain Karet daerah ini juga penghasil kelapa, kopi, dan lada dalam jumlah besar.
Sektor pertanian berperan besar bagi perekonomian di Hulu Sungai Tengah. Dari keseluruhan nilai PDRB atas dasar harga konstan 2000 tahun 2006 sebesar Rp 836,91 milyar, kontribusi sektor pertanian mencapai Rp 318,35 milyar (38,04%). Untuk tanaman pangan, produk andalannya padi, ubi kayu, dan jagung.
Berdasarkan jumlah hasil produksi, klaster tanaman padi cocok dikambangkan di Kecamatan Haruyan, Labuan Amas Utara, dan Pandawan. Klaster ubi kayu cocok dikembangkan di Kecamatan Pandawan, Labuan Amas Selatan, dan Hantakan. Sedangkan klaster produksi jagung cocok dikembangkan di Kecamatan Pandawan, Labuan Amas Selatan, dan Hantakan.
Produk andalan lain adalah perkebunan. Meskipun hasil produksinya belum signifikan, namun amat potensial untuk terus dikembangkan. Produk perkebunan andalan daerah ini antara lain karet, kelapa, dan sagu. Klaster perkebunan karet cocok dikembangkan di Kecamatan Batang Alai Utara, Batang Alai Selatan, dan Haruyan.
Sedangkan klaster perkebunan kelapa cocok dikembangkan di Kecamatan Labuan Amas Utara, Pandawan, dan Batang Alai Selatan. Sementara klaster perkebunan sagu cocok dikembangkan di Kecamatan Batang Alai Utara, Labuan Amas Selatan, dan Batu Benawa.
Produk-produk lainnya yang dihasilkan daerah ini namun dalam jumlah produksi yang tidak signifikan adalah produk sayur-sayuran, buah-buahan, dan produk-produk peternakan dan perikanan. Produk itu cenderung bersifat subsisten.
Kegiatan ekonomi lain yang berperan cukup besar adalah perdagangan, khususnya ekspor non migas. Pada tahun 2006, realisasi ekspor non migas (karet SIR) adalah sebesar 21.231,28 ton. Kegiatan ekspor karet tersebut menghasilkan devisa sebesar Rp 369,28 milyar.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Hulu Sungai Tengah | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 1.472 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 11 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 114.891 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 122.189 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 237.080 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Hulu Sungai Tengah
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
| Ternak Besar | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Sapi Biasa | 11.173,00 | Kecamatan Labuan Amas Selatan | 1.857,00 | ekor |
| Kecamatan Pandawan | 1.814,00 | |||
| Kecamatan Haruyan | 1.218,00 | |||
| Kerbau | 2.096,00 | Kecamatan Labuan Amas Utara | 2.019,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Kecil | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kambing | 23.882,00 | Kecamatan Barabai | 4.391,00 | ekor |
| Kecamatan Batang Alai Selatan | 3.948,00 | |||
| Kecamatan Pandawan | 2.994,00 | |||
| Domba | 2.337,00 | Kecamatan Batang Alai Utara | 621,00 | ekor |
| Kecamatan Pandawan | 372,00 | |||
| Kecamatan Limpasu | 318,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Unggas | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras Pedaging | 1.557.064,00 | ekor |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi | 170.612,00 | Kecamatan Haruyan | 28.538,00 | ton |
| Kecamatan Labuan Amas Utara | 24.823,00 | |||
| Kecamatan Pandawan | 24.771,00 | |||
| Ubi Kayu | 3.342,00 | Kecamatan Pandawan | 1.107,00 | ton |
| Kecamatan Labuan Amas Selatan | 712,00 | |||
| Kecamatan Hantakan | 416,00 | |||
| Jagung | 1.242,00 | Kecamatan Pandawan | 597,00 | ton |
| Kecamatan Labuan Amas Selatan | 149,00 | |||
| Kecamatan Hantakan | 113,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Karet | 6.307,51 | Kecamatan Batang Alai Utara | 1.765,40 | ton |
| Kecamatan Batang Alai Selatan | 1.260,00 | |||
| Kecamatan Haruyan | 1.197,06 | |||
| Kelapa | 2.901,23 | Kecamatan Labuan Amas Utara | 622,69 | ton |
| Kecamatan Pandawan | 515,49 | |||
| Kecamatan Batang Alai Selatan | 370,03 | |||
| Sagu | 1.163,36 | Kecamatan Batang Alai Utara | 212,86 | ton |
| Kecamatan Labuan Amas Selatan | 212,04 | |||
| Kecamatan Batu Benawa | 142,02 |
Sumber : Kabupaten Hulu Sungai Tengah dalam Angka Tahun 2006, Kerjasama Bappeda Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan BPS Kabupaten Hulu Sungai Tengah

