KABUPATEN JEMBRANA
Kabupaten Jembrana merupakan salah satu kabupten di Propinsi Bali yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah Utara, dengan Samudra Hindia di sebelah Selatan, dengan Selat Bali di sebelah Barat, dan dengan Kabupaten Tabanan di sebelah Timur. Secara administratif Kabupaten Jambrana terbagi menjadi 4 kecamatan, dengan luas wilayah 841,80 Km2.
Perekonomian daerah Jembrana banyak didukung oleh sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kabupaten yang berbatasan dengan Samudra Hindia ini memiliki luas pantai 999 mil dan panjang pantai 76 kilometer membentang dari Gilimanuk sampai Desa Pengargogan.
Produksi perikanan Kabupaten Jembrana yang terbesar di Pulau Bali. Komoditas perikanan laut mengandalkan produksi Ikan Lemuru. Produksi perikanan laut lainnya masih banyak lagi, seperti tongkol, layang, kuwe, kerapu, kakap, dan beberapa jenis ikan laut lainnya. Potensi perikanan laut memicu munculnya industri pengolahan ikan dan industri pendukung seperti pabrik es.
Jembrana memiliki beberapa sarana dan prasarana penunjang perekonomian, di antaranya pelabuhan Gilimanuk. Pemasaran komoditas hasil industri pengolahan ikan tidak hanya untuk dalam negeri saja, tetapi juga ke luar negeri dengan negara tujuan Srilangka, Amerika Serikat, Eropa, Hongkong, dan Malaysia.
Pada bidang lainnya, sektor pertanian merupakan andalan, utamanya pertanian tanaman pangan. Di luar sektor di atas, Jembrana juga tidak meninggalkan perannya sebagai daerah wisata di Pulau Bali. Meskipun belum mengandalkan pariwisata sebagai denyut perekonomian yang utama, industri kerajinan rakyat sebagai pendukung pariwisata terus berkembang.
Struktur ekonomi Kabupaten Jembrana secara umum masih bertumpu pada sektor pertanian. Dalam besaran nilai PDRB, sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar 27,26 persen, lalu disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran 24,64 persen. Setelah itu, kontribusi diberikan oleh sektor jasa-jasa 15,18 persen, dan sektor pengangkutan dan komunikasi 14,28 persen.
Padi, ubi, dan kedelai menjadi komoditi andalan Kabupaten Jembrana. Berbagai upaya dilakukan guna mencapai kembali target swasembada pangan khususnya beras, seperti mengatur pola tanam, memantapkan intensifikasi dan penanganan pasca panen. Produksi padi tahun 2006 sebesar 53.845 ton, dimana terjadi penurunan produksi sebanyak 2.590 ton atau sekitar 4,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Padi banyak dihasilkan dari Kecamatan Mendoyo dan Negara. Tanaman jagung juga mengalami penurunan produksi sebesar 90 ton, ubi jalar menurun sebesar 8 ton, kacang tanah dan kedelai turun masing-masing 142 ton dan 738 ton. Lain halnya dengan ubi kayu yang meningkat produksinya sebesar 609 ton. Ubi kayu banyak terdapat di Kecamatan Negara dan Melaya.
Kabupaten Jembrana juga menghasilkan buah-buahan. Pisang, semangka, dan mangga merupakan komoditi buah andalan. Kecamatan andalan yang banyak menghasilkan pisang adalah Kecamatan Pekutatan dan Negara. Mangga banyak dihasilkan di Kecamatan Negara dan Melaya. Semangka banyak ditanam di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan. Selain ketiga buah andalan tersebut juga terdapat rambutan dan pepaya. Kecamatan andalan untuk buah rambutan atau pepaya adalah Pekutatan.
Letak geografis Jembrana juga mendukung sebagai daerah potensi perkebunan. Tanaman perkebunan yang diusahakan antara lain cengkeh, kopi, kelapa, kakao, vanili, tebu, tembakau, dan kapok. Beberapa komoditas mengalami penurunan produksi seperti didapati pada tanaman kelapa, cengkeh, kopi robusta, vanili, dan kakao. Kelapa dalam banyak ditemukan di Kecamatan Mendoyo dan Negara. Sementara kakao, kecamatan andalannya adalah Melaya dan Mendoyo.
Hewan ternak yang paling banyak diproduksi di Kabupaten Jembrana adalah Sapi, Babi, dan Unggas. Kecamatan andalan untuk ternak Sapi ada di Negara dan Melaya. Ternak Babi lebih banyak dilakukan di Kecamatan Negara dan Pekutatan. Sementara unggas seperti Ayam Buras, Ayam Ras, dan Itik banyak diternakkan di Kecamatan Negara, Melaya, dan Mendoyo.
Kabupaten Jembrana mempunyai pantai yang membentang di pesisir selatan dari barat ke timur yang sangat potensial untuk pengembangan sub sektor perikanan laut. Selain itu dilakukan juga usaha perikanan darat seperti di tambak, sawah (disebut mina padi), kolam, dan perairan umum. Kegiatan perikanan yang menonjol adalah perikanan laut dan budidaya tambak. Pada tahun 2006 produksi ikan dari perikanan laut mengalami peningkatan sebesar 3.384 ton, namun produksi budidaya tambak menurun sebesar 25.900 ton jika dibandingkan tahun 2005. Kecamatan yang menjadi andalan untuk produksi ikan adalah Negara dan Mendoyo. Perikanan tambak juga banyak diusahakan di Kecamatan Negara dan Mendoyo. Sementara usaha perikanan laut di Kecamatan Negara dan Pekutatan.
Perkembangan pariwisata dan hotel di Kabupaten Jembrana hingga tahun 2006 masih relatif kecil dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali. Ini dapat terlihat dari jumlah tamu domestik atau mancanegara yang berkunjung. Jumlah tamu yang berkunjung ke obyek wisata Taman Wisata Bali Barat pada tahun 2006 sebanyak 30.166 orang tamu domestik dan 4.179 orang tamu mancanegara.
Perekonomian daerah Jembrana banyak didukung oleh sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kabupaten yang berbatasan dengan Samudra Hindia ini memiliki luas pantai 999 mil dan panjang pantai 76 kilometer membentang dari Gilimanuk sampai Desa Pengargogan.
Produksi perikanan Kabupaten Jembrana yang terbesar di Pulau Bali. Komoditas perikanan laut mengandalkan produksi Ikan Lemuru. Produksi perikanan laut lainnya masih banyak lagi, seperti tongkol, layang, kuwe, kerapu, kakap, dan beberapa jenis ikan laut lainnya. Potensi perikanan laut memicu munculnya industri pengolahan ikan dan industri pendukung seperti pabrik es.
Jembrana memiliki beberapa sarana dan prasarana penunjang perekonomian, di antaranya pelabuhan Gilimanuk. Pemasaran komoditas hasil industri pengolahan ikan tidak hanya untuk dalam negeri saja, tetapi juga ke luar negeri dengan negara tujuan Srilangka, Amerika Serikat, Eropa, Hongkong, dan Malaysia.
Pada bidang lainnya, sektor pertanian merupakan andalan, utamanya pertanian tanaman pangan. Di luar sektor di atas, Jembrana juga tidak meninggalkan perannya sebagai daerah wisata di Pulau Bali. Meskipun belum mengandalkan pariwisata sebagai denyut perekonomian yang utama, industri kerajinan rakyat sebagai pendukung pariwisata terus berkembang.
Struktur ekonomi Kabupaten Jembrana secara umum masih bertumpu pada sektor pertanian. Dalam besaran nilai PDRB, sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar 27,26 persen, lalu disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran 24,64 persen. Setelah itu, kontribusi diberikan oleh sektor jasa-jasa 15,18 persen, dan sektor pengangkutan dan komunikasi 14,28 persen.
Padi, ubi, dan kedelai menjadi komoditi andalan Kabupaten Jembrana. Berbagai upaya dilakukan guna mencapai kembali target swasembada pangan khususnya beras, seperti mengatur pola tanam, memantapkan intensifikasi dan penanganan pasca panen. Produksi padi tahun 2006 sebesar 53.845 ton, dimana terjadi penurunan produksi sebanyak 2.590 ton atau sekitar 4,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Padi banyak dihasilkan dari Kecamatan Mendoyo dan Negara. Tanaman jagung juga mengalami penurunan produksi sebesar 90 ton, ubi jalar menurun sebesar 8 ton, kacang tanah dan kedelai turun masing-masing 142 ton dan 738 ton. Lain halnya dengan ubi kayu yang meningkat produksinya sebesar 609 ton. Ubi kayu banyak terdapat di Kecamatan Negara dan Melaya.
Kabupaten Jembrana juga menghasilkan buah-buahan. Pisang, semangka, dan mangga merupakan komoditi buah andalan. Kecamatan andalan yang banyak menghasilkan pisang adalah Kecamatan Pekutatan dan Negara. Mangga banyak dihasilkan di Kecamatan Negara dan Melaya. Semangka banyak ditanam di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan. Selain ketiga buah andalan tersebut juga terdapat rambutan dan pepaya. Kecamatan andalan untuk buah rambutan atau pepaya adalah Pekutatan.
Letak geografis Jembrana juga mendukung sebagai daerah potensi perkebunan. Tanaman perkebunan yang diusahakan antara lain cengkeh, kopi, kelapa, kakao, vanili, tebu, tembakau, dan kapok. Beberapa komoditas mengalami penurunan produksi seperti didapati pada tanaman kelapa, cengkeh, kopi robusta, vanili, dan kakao. Kelapa dalam banyak ditemukan di Kecamatan Mendoyo dan Negara. Sementara kakao, kecamatan andalannya adalah Melaya dan Mendoyo.
Hewan ternak yang paling banyak diproduksi di Kabupaten Jembrana adalah Sapi, Babi, dan Unggas. Kecamatan andalan untuk ternak Sapi ada di Negara dan Melaya. Ternak Babi lebih banyak dilakukan di Kecamatan Negara dan Pekutatan. Sementara unggas seperti Ayam Buras, Ayam Ras, dan Itik banyak diternakkan di Kecamatan Negara, Melaya, dan Mendoyo.
Kabupaten Jembrana mempunyai pantai yang membentang di pesisir selatan dari barat ke timur yang sangat potensial untuk pengembangan sub sektor perikanan laut. Selain itu dilakukan juga usaha perikanan darat seperti di tambak, sawah (disebut mina padi), kolam, dan perairan umum. Kegiatan perikanan yang menonjol adalah perikanan laut dan budidaya tambak. Pada tahun 2006 produksi ikan dari perikanan laut mengalami peningkatan sebesar 3.384 ton, namun produksi budidaya tambak menurun sebesar 25.900 ton jika dibandingkan tahun 2005. Kecamatan yang menjadi andalan untuk produksi ikan adalah Negara dan Mendoyo. Perikanan tambak juga banyak diusahakan di Kecamatan Negara dan Mendoyo. Sementara usaha perikanan laut di Kecamatan Negara dan Pekutatan.
Perkembangan pariwisata dan hotel di Kabupaten Jembrana hingga tahun 2006 masih relatif kecil dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali. Ini dapat terlihat dari jumlah tamu domestik atau mancanegara yang berkunjung. Jumlah tamu yang berkunjung ke obyek wisata Taman Wisata Bali Barat pada tahun 2006 sebanyak 30.166 orang tamu domestik dan 4.179 orang tamu mancanegara.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Jembrana | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 842 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 4 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 129.883 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 130.908 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 260.791 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Jembrana
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Jembrana
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Laut | 17.631.900,00 | Kecamatan Negara | 17.467.702,00 | kilogram |
| Kecamatan Pekutatan | 97.645,00 | |||
| Ikan Tambak | 2.024.100,00 | Kecamatan Negara | 1.433.600,00 | kilogram |
| Kecamatan Mendoyo | 289.500,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 761.360,00 | Kecamatan Negara | 233.128,00 | ekor |
| Kecamatan Melaya | 225.237,00 | |||
| Ayam Ras | 637.600,00 | Kecamatan Negara | 288.500,00 | ekor |
| Kecamatan Melaya | 243.500,00 | |||
| Babi | 80.870,00 | Kecamatan Negara | 44.751,00 | ekor |
| Kecamatan Pekutatan | 13.132,00 | |||
| Itik | 76.707,00 | Kecamatan Negara | 35.835,00 | ekor |
| Kecamatan Mendoyo | 33.302,00 | |||
| Sapi | 30.891,00 | Kecamatan Negara | 12.218,00 | ekor |
| Kecamatan Melaya | 9.432,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Produksi Daging, Telur, Susu | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Daging Babi | 1.881,11 | ton | ||
| Daging Ayam | 1.357,56 | ton | ||
| Telur Ayam | 1.116,54 | ton | ||
| Daging Sapi | 390,05 | ton | ||
| Daging Kambing | 188,94 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 25.128,00 | Kecamatan Pekutatan | 9.473,00 | ton |
| Kecamatan Negara | 7.229,00 | |||
| Semangka | 17.651,00 | Kecamatan Mendoyo | 11.026,00 | ton |
| Kecamatan Pekutatan | 3.595,00 | |||
| Mangga | 2.823,00 | Kecamatan Negara | 1.799,00 | ton |
| Kecamatan Melaya | 444,00 | |||
| Pepaya | 1.850,00 | Kecamatan Negara | 1.818,00 | ton |
| Rambutan | 1.625,00 | Kecamatan Pekutatan | 572,00 | ton |
| Kecamatan Melaya | 565,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi Sawah | 53.845,00 | Kecamatan Mendoyo | 21.736,00 | ton |
| Kecamatan Negara | 18.311,00 | |||
| Kedelai | 2.624,00 | Kecamatan Negara | 1.404,00 | ton |
| Kecamatan Melaya | 666,00 | |||
| Ubi Kayu | 722,00 | Kecamatan Negara | 508,00 | ton |
| Kecamatan Melaya | 214,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Dalam | 17.564,65 | Kecamatan Mendoyo | 6.583,13 | ton |
| Kecamatan Negara | 6.369,92 | |||
| Kakao | 2.712,70 | Kecamatan Melaya | 1.101,64 | ton |
| Kecamatan Mendoyo | 1.072,76 |
JASA-JASA
Swasta
| Pengunjung Wisata | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Wisatawan Domestik | 30.166,00 | orang | ||
| Jumlah Wisatawan Asing | 4.179,00 | orang |
Sumber : Jembrana Dalam Angka 2007, Bappeda dan BPS Kabupaten Jembrana

