KABUPATEN KARO
Kabupaten Karo merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Utara dengan ibukota Kabanjahe. Kabupaten ini di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang, di sebelah Selatan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten Tapanuli Utara, di sebelah Timur dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun, dan di sebelah Barat dengan Kabupaten Aceh Tenggara provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Sektor pertanian berperan signifikan dalam perekonomian Kabupaten Karo. Dalam PDRB kabupaten ini, sektor pertanian menyumbang 59,53 persen. Sedangkan sub-sektor terpenting dalam sektor pertanian yang ada dalam data PDRB tersebut adalah sub-sektor tanaman bahan makanan (47,50%).
Pada padi dan palawija, produksi tertinggi adalah tanaman jagung, yaitu sebesar 318.579 ton. Peringkat kedua dan ketiga adalah padi dan ketela rambat dengan produksi masing-masing sebesar 89.916 ton dan 3.699 ton.
Andalan lain tanaman bahan makanan adalah sayur-sayuran. Kabupaten Karo merupakan penghasil sayur-sayuran andalan terutama kol, tomat, kentang, dan petsai. Keempat produk sayur-sayuran tersebut terkonsentrasi di Kecamatan Simpang Empat. Karena itu, kecamatan ini layak disebut sebagai sentra sayur-sayuran.
Dilihat dari sisi klaster, Kecamatan Simpang Empat, Tigapanah, dan Kabanjahe cocok untuk dijadikan klaster kol. Kecamatan Simpang Empat, Merek, dan Berastagi cocok untuk dijadikan klaster tomat. Kecamatan Simpang Empat, Kabanjahe, dan Merek cocok untuk dijadikan klaster kentang. Sedangkan Klaster Petsai cocok dikembangkan di Kecamatan Simpang Empat, Kabanjahe, dan Berastagi.
Pada subsektor perkebunan, Kabupaten Karo menghasilkan beberapa produk perkebunan antara lain kelapa sawit, kopi, tembakau, kelapa, kemiri, dan coklat. Kemiri dan coklat yang dihasilkan Kabupaten Karo memberikan kontribusi yang signifikan bagi Propinsi Sumatera Utara. Meskipun demikian kedua produk ini bagi Kabupaten Karo sendiri hanya diperingkat lima dan enam.
Produk perkebunan tertinggi adalah kelapa sawit. Produk ini hanya diusahakan di dua kecamatan, yaitu, Kecamatan Mardingding dan Laubaleng. Karena itu, dua kecamatan ini merupakan klaster kelapa sawit.
Perkebunan kopi terkonsentrasi di Kecamatan Merek, Tigapanah, dan Simpang Empat. Tembakau terkonsentrasi di Kecamatan Payung, Munte, dan Tigapanah. Sedangkan kelapa terkonsentrasi di Laubaleng, Tigabinaga, dan Mardingding.
Sektor pertanian berperan signifikan dalam perekonomian Kabupaten Karo. Dalam PDRB kabupaten ini, sektor pertanian menyumbang 59,53 persen. Sedangkan sub-sektor terpenting dalam sektor pertanian yang ada dalam data PDRB tersebut adalah sub-sektor tanaman bahan makanan (47,50%).
Pada padi dan palawija, produksi tertinggi adalah tanaman jagung, yaitu sebesar 318.579 ton. Peringkat kedua dan ketiga adalah padi dan ketela rambat dengan produksi masing-masing sebesar 89.916 ton dan 3.699 ton.
Andalan lain tanaman bahan makanan adalah sayur-sayuran. Kabupaten Karo merupakan penghasil sayur-sayuran andalan terutama kol, tomat, kentang, dan petsai. Keempat produk sayur-sayuran tersebut terkonsentrasi di Kecamatan Simpang Empat. Karena itu, kecamatan ini layak disebut sebagai sentra sayur-sayuran.
Dilihat dari sisi klaster, Kecamatan Simpang Empat, Tigapanah, dan Kabanjahe cocok untuk dijadikan klaster kol. Kecamatan Simpang Empat, Merek, dan Berastagi cocok untuk dijadikan klaster tomat. Kecamatan Simpang Empat, Kabanjahe, dan Merek cocok untuk dijadikan klaster kentang. Sedangkan Klaster Petsai cocok dikembangkan di Kecamatan Simpang Empat, Kabanjahe, dan Berastagi.
Pada subsektor perkebunan, Kabupaten Karo menghasilkan beberapa produk perkebunan antara lain kelapa sawit, kopi, tembakau, kelapa, kemiri, dan coklat. Kemiri dan coklat yang dihasilkan Kabupaten Karo memberikan kontribusi yang signifikan bagi Propinsi Sumatera Utara. Meskipun demikian kedua produk ini bagi Kabupaten Karo sendiri hanya diperingkat lima dan enam.
Produk perkebunan tertinggi adalah kelapa sawit. Produk ini hanya diusahakan di dua kecamatan, yaitu, Kecamatan Mardingding dan Laubaleng. Karena itu, dua kecamatan ini merupakan klaster kelapa sawit.
Perkebunan kopi terkonsentrasi di Kecamatan Merek, Tigapanah, dan Simpang Empat. Tembakau terkonsentrasi di Kecamatan Payung, Munte, dan Tigapanah. Sedangkan kelapa terkonsentrasi di Laubaleng, Tigabinaga, dan Mardingding.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Karo | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 2.127 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 17 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 170.574 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 171.981 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 342.555 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Karo
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Karo
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Besar | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Sapi Potong | 55.036,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Kecil | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Babi | 42.118,00 | ekor | ||
| Kambing | 19.327,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Unggas | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ayam Kampung | 971.572,00 | ekor | ||
| Itik | 21.717,00 | ekor |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kol | 82.888,00 | Kecamatan Simpang Empat | 54.777,00 | ton |
| Kecamatan Tigapanah | 10.960,00 | |||
| Kecamatan Kabanjahe | 8.880,00 | |||
| Tomat | 64.035,00 | Kecamatan Simpang Empat | 41.510,00 | ton |
| Kecamatan Merek | 7.075,00 | |||
| Kecamatan Berastagi | 6.370,00 | |||
| Kentang | 42.201,00 | Kecamatan Simpang Empat | 25.724,00 | ton |
| Kecamatan Kabanjahe | 5.223,00 | |||
| Kecamatan Merek | 3.272,00 | |||
| Petsai | 41.467,00 | Kecamatan Simpang Empat | 27.335,00 | ton |
| Kecamatan Kabanjahe | 4.533,00 | |||
| Kecamatan Berastagi | 3.370,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Tanaman Pangan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Jagung | 318.579,00 | ton | ||
| Padi | 89.916,00 | ton | ||
| Ketela Rambat | 3.699,00 | ton |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan Rakyat | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 30.870,00 | Kecamatan Mardinding | 20.250,00 | ton |
| Kecamatan Laubateng | 10.620,00 | |||
| Kopi | 16.076,00 | Kecamatan Merek | 4.784,50 | ton |
| Kecamatan Tigapanah | 2.348,75 | |||
| Kecamatan Simpang Empat | 1.729,50 | |||
| Tembahau Rakyat | 7.418,00 | Kecamatan Payung | 4.571,00 | ton |
| Kecamatan Munte | 2.537,00 | |||
| Kecamatan Tigapanah | 176,00 | |||
| Kelapa | 5.692,17 | Kecamatan Laubateng | 1.295,65 | ton |
| Kecamatan Tigabinanga | 1.284,78 | |||
| Kecamatan Mardinding | 1.243,48 | |||
| Kemiri | 4.107,50 | Kecamatan Mardingding | 1.996,50 | ton |
| Kecamatan Laubaleng | 1.159,20 | |||
| Coklat | 1.553,10 | Kecamatan Munte | 346,50 | ton |
| Kecamatan Payung | 247,40 | |||
| Kecamatan Tigabinanga | 224,30 | |||
| Kecamatan Juhar | 214,70 |
Sumber : Kabupaten Karo dalam Angka 2007, BPS Kabupaten Karo.

