KABUPATEN MANDAILING NATAL
Kabupaten Mandailing Natal merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Kabupaten ini terbentuk berdasarkan undang-undang Nomor 12 tahun 1998. namun, secara resmi berdiri tanggal 9 Maret 1999. Kabupaten ini terletak berbatasan dengan Propinsi Sumatera Barat. Penduduk asli Kabupaten Mandailing Natal terdiri dari dua etnis, yaitu Mandailing dan Pesisir.
Sektor pertanian berperan signifikan dalam perekonomian Kabupaten Mandailing Natal, terutama subsektor perkebunan. Jenis tanaman perkebunan dengan jumlah produksi terbesar adalah kelapa sawit. Tanaman penting lainnya adalah karet, coklat, kulit manis, dan kopi.
Konsentrasi tanaman kelapa sawit terdapat di Kecamatan Batahan, Natal, dan Muara Batang Gadis. Ketiga kecamatan ini cocok dijadikan klaster kelapa sawit. Klaster tanaman karet cocok dikembangkan di Kecamatan Panyabungan, Batang Natal, dan Muara Batang Gadis. Klaster tanaman coklat cocok dikembangkan di Kecamatan Lingga Banyu, Batang Natal, dan Natal. Sedangkan klaster kulit manis cocok dikembangkan di Kecamatan Kota Nopan, Batang Natal, dan Tambangan. Sementara itu klaster kopi cocok dikembangkan di Kecamatan Kota Nopan, Muara Sipongi, dan Ulu Pungkut.
Pada sisi tanaman bahan makanan, jenis tanaman andalan di daerah ini adalah padi, jagung, dan ubi kayu. Semua kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal memproduksi padi. Namun demikian terdapat kecamatan dengan produksi padi terbesar secara mencolok, yaitu Kecamatan Siabu. Kecamatan ini cocok dijadikan sentra produksi padi.
Produk tanaman pangan lainnya adalah jagung dan ubi kayu. Produksi terbesar jagung dihasilkan oleh Kecamatan Batahan. Sedangkan produksi terbesar ubi kayu dihasilkan oleh Kecamatan Natal.
Petani Kabupaten Mandailing Natal juga menghasilkan produk peternakan dan perikanan. Produksi peternakan yang signifikan antara lain Kerbau 4.441 ekor, Sapi 3.490 ekor, Kambing 20.235 ekor, Domba 7.986 ekor, Ayam Kampung lebih dari 1,6 juta ekor, dan Itik 503 lebih dari ribu ekor. Sedangkan produksi Ikan, yang terbesar adalah Ikan Laut (14.969 ton).
Selain pertanian, perdagangan menyumbang peran cukup besar pada PDRB. Dinamikanya terlihat dari banyaknya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan pemerintah. SIUP untuk perusahaan besar dikeluarkan sebanyak 4 buah. SIUP untuk perusahaan menengah dikeluarkan 30 buah. Sedangkan SIUP untuk perusahaan kecil sebanyak 365 buah.
Sektor pertanian berperan signifikan dalam perekonomian Kabupaten Mandailing Natal, terutama subsektor perkebunan. Jenis tanaman perkebunan dengan jumlah produksi terbesar adalah kelapa sawit. Tanaman penting lainnya adalah karet, coklat, kulit manis, dan kopi.
Konsentrasi tanaman kelapa sawit terdapat di Kecamatan Batahan, Natal, dan Muara Batang Gadis. Ketiga kecamatan ini cocok dijadikan klaster kelapa sawit. Klaster tanaman karet cocok dikembangkan di Kecamatan Panyabungan, Batang Natal, dan Muara Batang Gadis. Klaster tanaman coklat cocok dikembangkan di Kecamatan Lingga Banyu, Batang Natal, dan Natal. Sedangkan klaster kulit manis cocok dikembangkan di Kecamatan Kota Nopan, Batang Natal, dan Tambangan. Sementara itu klaster kopi cocok dikembangkan di Kecamatan Kota Nopan, Muara Sipongi, dan Ulu Pungkut.
Pada sisi tanaman bahan makanan, jenis tanaman andalan di daerah ini adalah padi, jagung, dan ubi kayu. Semua kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal memproduksi padi. Namun demikian terdapat kecamatan dengan produksi padi terbesar secara mencolok, yaitu Kecamatan Siabu. Kecamatan ini cocok dijadikan sentra produksi padi.
Produk tanaman pangan lainnya adalah jagung dan ubi kayu. Produksi terbesar jagung dihasilkan oleh Kecamatan Batahan. Sedangkan produksi terbesar ubi kayu dihasilkan oleh Kecamatan Natal.
Petani Kabupaten Mandailing Natal juga menghasilkan produk peternakan dan perikanan. Produksi peternakan yang signifikan antara lain Kerbau 4.441 ekor, Sapi 3.490 ekor, Kambing 20.235 ekor, Domba 7.986 ekor, Ayam Kampung lebih dari 1,6 juta ekor, dan Itik 503 lebih dari ribu ekor. Sedangkan produksi Ikan, yang terbesar adalah Ikan Laut (14.969 ton).
Selain pertanian, perdagangan menyumbang peran cukup besar pada PDRB. Dinamikanya terlihat dari banyaknya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan pemerintah. SIUP untuk perusahaan besar dikeluarkan sebanyak 4 buah. SIUP untuk perusahaan menengah dikeluarkan 30 buah. Sedangkan SIUP untuk perusahaan kecil sebanyak 365 buah.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Mandailing Natal | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 6.620 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 17 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 202.904 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 210.846 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 413.750 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Mandailing Natal
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Mandailing Natal
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Perikanan
| Perikanan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ikan Laut | 14.969,00 | ton | ||
| Ikan Budidaya Air Tawar | 775,70 | ton | ||
| Ikan Darat Perairan Umum | 547,90 | ton |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Besar | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kerbau | 4.441,00 | ekor | ||
| Sapi | 3.490,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Kecil | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kambing | 20.235,00 | ekor | ||
| Domba | 7.986,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Unggas | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ayam Kampung | 1.641.177,00 | ekor | ||
| Itik | 503.685,00 | ekor |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi | 168.214,00 | Kecamatan Siabu | 72.797,00 | ton |
| Kecamatan Panyabungan | 11.621,00 | |||
| Kecamatan Panyabungan Selatan | 10.780,00 | |||
| Jagung | 3.780,00 | Kecamatan Batahan | 1.108,00 | ton |
| Kecamatan Muara Batang Gadis | 920,00 | |||
| Kecamatan Natal | 391,00 | |||
| Ubi Kayu | 2.664,00 | Kecamatan Natal | 910,00 | ton |
| Kecamatan Lingga Bayu | 235,00 | |||
| Kecamatan Batahan | 223,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan Rakyat | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 172.670,75 | Kecamatan Batahan | 129.129,20 | ton |
| Kecamatan Natal | 28.302,00 | |||
| Kecamatan Muara Batang Gadis | 9.646,00 | |||
| Karet | 34.302,44 | Kecamatan Panyabungan | 6.749,40 | ton |
| Kecamatan Batang Natal | 4.294,76 | |||
| Kecamatan Muara Batang Gadis | 4.231,24 | |||
| Cokelat | 2.309,96 | Kecamatan Lingga Banyu | 1.033,78 | ton |
| Kecamatan Batang Natal | 389,79 | |||
| Kecamatan Natal | 205,36 | |||
| Kulit Manis | 1.972,40 | Kecamatan Kota Nopan | 859,60 | ton |
| Kecamatan Batang Natal | 309,00 | |||
| Kecamatan Tambangan | 257,20 | |||
| Kopi | 1.334,32 | Kecamatan Kota Nopan | 509,93 | ton |
| Kecamatan Muara Sipongi | 217,80 | |||
| Kecamatan Ulu Pungkut | 188,37 |
Sumber : Mandailing Natal dalam Angka 2007, BPS Kabupaten Mandailing Natal.

