KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Daerah Parigi Moutong, yang terbentang dari Maleali sampai Molosipat, resmi menjadi kabupaten berdasarkan UU No 10 Tahun 2002. Kabupaten yang dikenal dengan Pantai Timur ini, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Donggala, yang kini terbagi dalam 8 kecamatan; Sausu, Parigi, Ampibabo Tinombo, Tomini, Kasimbar, Bolano Lambunu, dan Moutong. Keseluruhan kecamatan tersebut terletak di posisi pantai menghadap ke Teluk Tomini.
Kabupaten Parigi Moutong luas wilayahnya 6.231,85 Km2 atau 5,94 persen dari luas daratan Propinsi Sulawesi Tengah. Mirip dengan Bulan Sabit, dengan lengkungan garis pantai 472 Km, menghadap ke Timur mengelilingi perairan Teluk Tomini. Sedangkan wilayah Utara dari Toboli sampai Moutong didominasi pegunungan. Sedangkan dari Toboli sampai Sausu merupakan wilayah dataran menjadi salah satu faktor penunjang tersedianya lahan permukiman dan pertanian.
Pengembangan potensi wilayah Kabupaten Parigi Moutong tak dapat dipisahkan sebagai bagian integral dari Propinsi Sulawesi Tangah, sesuai dengan potensi wilayah serta sosial ekonomi masyarakatnya menekankan pengembangan pembangunan pada sektor pertanian dan sektor perdagangan hotel dan restoran.
Kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB Parigi Moutong mencapai 58 persen dengan nilai ekonomi Rp 1,2 trilyun. Besarnya kontribusi sektor ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki peran penting bagi masyarakat Parigi Moutong. Aktivitas pertanian di Parigi Moutong tersebar di seluruh 12 kecamatan. Dengan total panen padi 210.921 ton, membuat Parigi Moutong mampu mandiri dalam pertanian tanaman padi.
Adapun penghasil padi terbanyak berasal dari Kecamatan Parigi Selatan, Sausu, dan Bolano Lambunu. Ketiga kecamatan ini merupakan kecamatan yang sangat subur. Maka tak heran jika salah satu kecamatan juga menjadi penghasil jagung dan kacang kedelai terbesar di Parigi Moutong.
Selain itu, Parigi Moutong juga penghasil ubi jalar 1391 ton, kacang hijau 87 ton, dan ubi kayu 3599 ton, dimana hasil palawija banyak dihasilkan dari Kecamatan Tinombo.
Untuk hasil perkebunan, daerah ini juga penghasil kelapa mencapai 36.740 ton, kakao 28.566 ton, cengkeh 1.151 ton, kopi 98 ton, jambu mete 123 ton, kemiri 158 ton dan kapuk 287 ton. Produksi kelapa dari Parigi Moutong adalah yang terbesar di Sulawesi Tangah. Kelapa banyak dihasilkan dari Kecamatan Ambibabo, Pari, dan Moutong. Sedangkan kakao banyak dihasilkan dari Saus, Ampibabo dan Tomini. Untuk kapuk, kemiri, jambu mete, dan kopi banyak dihasilkan dari Kecamatan Tinombo, dan cengkeh dihasilkan Tomini.
Untuk hasil ternak besar, di Parigi Moutong banyak terdapat Sapi. Populasi Sapi mencapai 25.254 ekor, banyak terdapat di Kecamatan Torue, dan Kuda di Parigi. Untuk ternak kecil seperti Kambing mencapai 23.170 ekor, banyak terdapat di Kecamatan Tomini, Tinombo, dan Moutong, Babi 27.370 ekor banyak terdapat di Kecamatan Sausu, Torue, dan Parigi Selatan. Ayam Ras Pedaging, Ayam Petelur, Ayam Kampung, dan Itik banyak dihasilkan dari Kecamatan Sausu.
Sektor perdagangan hotel dan restoran telah menyumbangkan Rp 263 milyar lebih pada pembentukan PDRB atas dasar harga konstan 2000 atau 13 persen dari total PDRB. Sektor ini menyediakan 27 hotel non bintang dan 25 restoran. Fasilitas ini banyak terdapat di Kecamatan Parigi dan dapat dinikmati terutama oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Meskipun sampai hari ini jumlah wisatawan domestik lebih dominan namun dengan kebijakan program peningkatan pariwisata suatu hari Parigi Moutong mampu menjadi salah satu tempat wisata andalan di Sulawesi Tengah.
Kabupaten Parigi Moutong luas wilayahnya 6.231,85 Km2 atau 5,94 persen dari luas daratan Propinsi Sulawesi Tengah. Mirip dengan Bulan Sabit, dengan lengkungan garis pantai 472 Km, menghadap ke Timur mengelilingi perairan Teluk Tomini. Sedangkan wilayah Utara dari Toboli sampai Moutong didominasi pegunungan. Sedangkan dari Toboli sampai Sausu merupakan wilayah dataran menjadi salah satu faktor penunjang tersedianya lahan permukiman dan pertanian.
Pengembangan potensi wilayah Kabupaten Parigi Moutong tak dapat dipisahkan sebagai bagian integral dari Propinsi Sulawesi Tangah, sesuai dengan potensi wilayah serta sosial ekonomi masyarakatnya menekankan pengembangan pembangunan pada sektor pertanian dan sektor perdagangan hotel dan restoran.
Kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB Parigi Moutong mencapai 58 persen dengan nilai ekonomi Rp 1,2 trilyun. Besarnya kontribusi sektor ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki peran penting bagi masyarakat Parigi Moutong. Aktivitas pertanian di Parigi Moutong tersebar di seluruh 12 kecamatan. Dengan total panen padi 210.921 ton, membuat Parigi Moutong mampu mandiri dalam pertanian tanaman padi.
Adapun penghasil padi terbanyak berasal dari Kecamatan Parigi Selatan, Sausu, dan Bolano Lambunu. Ketiga kecamatan ini merupakan kecamatan yang sangat subur. Maka tak heran jika salah satu kecamatan juga menjadi penghasil jagung dan kacang kedelai terbesar di Parigi Moutong.
Selain itu, Parigi Moutong juga penghasil ubi jalar 1391 ton, kacang hijau 87 ton, dan ubi kayu 3599 ton, dimana hasil palawija banyak dihasilkan dari Kecamatan Tinombo.
Untuk hasil perkebunan, daerah ini juga penghasil kelapa mencapai 36.740 ton, kakao 28.566 ton, cengkeh 1.151 ton, kopi 98 ton, jambu mete 123 ton, kemiri 158 ton dan kapuk 287 ton. Produksi kelapa dari Parigi Moutong adalah yang terbesar di Sulawesi Tangah. Kelapa banyak dihasilkan dari Kecamatan Ambibabo, Pari, dan Moutong. Sedangkan kakao banyak dihasilkan dari Saus, Ampibabo dan Tomini. Untuk kapuk, kemiri, jambu mete, dan kopi banyak dihasilkan dari Kecamatan Tinombo, dan cengkeh dihasilkan Tomini.
Untuk hasil ternak besar, di Parigi Moutong banyak terdapat Sapi. Populasi Sapi mencapai 25.254 ekor, banyak terdapat di Kecamatan Torue, dan Kuda di Parigi. Untuk ternak kecil seperti Kambing mencapai 23.170 ekor, banyak terdapat di Kecamatan Tomini, Tinombo, dan Moutong, Babi 27.370 ekor banyak terdapat di Kecamatan Sausu, Torue, dan Parigi Selatan. Ayam Ras Pedaging, Ayam Petelur, Ayam Kampung, dan Itik banyak dihasilkan dari Kecamatan Sausu.
Sektor perdagangan hotel dan restoran telah menyumbangkan Rp 263 milyar lebih pada pembentukan PDRB atas dasar harga konstan 2000 atau 13 persen dari total PDRB. Sektor ini menyediakan 27 hotel non bintang dan 25 restoran. Fasilitas ini banyak terdapat di Kecamatan Parigi dan dapat dinikmati terutama oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Meskipun sampai hari ini jumlah wisatawan domestik lebih dominan namun dengan kebijakan program peningkatan pariwisata suatu hari Parigi Moutong mampu menjadi salah satu tempat wisata andalan di Sulawesi Tengah.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Parigi Moutong | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 6.232 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 12 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 190.092 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 183.254 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 373.346 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Parigi Moutong
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Parigi Moutong
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Kehutanan
| Hasil Hutan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Meranti Kayu Bakar | 1.964.419,20 | ton | ||
| Kayu Bulat | 18.598,00 | ton | ||
| Rotan | 4.480,00 | ton | ||
| Kayu Rimba | 1.402,90 | ton | ||
| Damar | 5,00 | ton |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Kampung | 259.975,00 | Kecamatan Sausu | 45.584,00 | ekor |
| Kecamatan Torue | 30.390,00 | |||
| Kecamatan Moutong | 28.155,00 | |||
| Ayam Ras Pedaging | 171.925,00 | Kecamatan Parigi | 49.503,00 | ekor |
| Kecamatan Sausu | 32.665,00 | |||
| Itik | 29.832,00 | Kecamatan Tomini | 13.927,00 | ekor |
| Kecamatan Sausu | 4.796,00 | |||
| Babi | 27.370,00 | Kecamatan Sausu | 9.210,00 | ekor |
| Kecamatan Torue | 4.959,00 | |||
| Kecamatan Parigi Selatan | 4.787,00 | |||
| Ayam Kampung | 25.975,00 | Kecamatan Bolano Lambunu | 52.287,00 | ekor |
| Sapi | 25.154,00 | Kecamatan Torue | 11.230,00 | ekor |
| Kambing | 23.170,00 | Kecamatan Tomini | 4.614,00 | ekor |
| Kecamatan Tinombo | 3.452,00 | |||
| Kecamatan Moutong | 3.167,00 | |||
| Ayam Ras Petelur | 11.321,00 | Kecamatan Sausu | 5.689,00 | ekor |
| Kuda | 317,00 | Kecamatan Parigi | 184,00 | ekor |
| Kerbau | 99,00 | Kecamatan Moutong | 44,00 | ekor |
| Kecamatan Sausu | 22,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi Sawah | 210.921,00 | Kecamatan Parigi Selatan | 36.315,00 | ton |
| Kecamatan Sausu | 34.091,00 | |||
| Kecamatan Bolano Lambunu | 31.746,00 | |||
| Jagung | 4.139,00 | Kecamatan Bolano Lambunu | 1.290,00 | ton |
| Kecamatan Moutong | 1.166,00 | |||
| Ubi Kayu | 3.599,00 | Kecamatan Tinombo | 1.081,00 | ton |
| Ubi Jalar | 1.391,00 | Kecamatan Tinombo | 416,00 | ton |
| Kecamatan Parigi | 227,00 | |||
| Kecamatan Sausu | 104,00 | |||
| Kacang Tanah | 465,00 | Kecamatan Parigi | 94,00 | ton |
| Kecamatan Tinombo | 89,00 | |||
| Kedelai | 183,00 | Kecamatan Bolano Lambunu | 69,00 | ton |
| Kecamatan Moutong | 48,00 | |||
| Kacang Hijau | 87,00 | Kecamatan Tinombo | 24,00 | ton |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa | 36.470,00 | Kecamatan Ampibabo | 8.281,00 | ton |
| Kecamatan Parigi | 6.278,00 | |||
| Kecamatan Moutong | 4.232,00 | |||
| Kakao | 28.566,00 | Kecamatan Sausu | 6.998,00 | ton |
| Kecamatan Ampibabo | 4.869,00 | |||
| Cengkeh | 1.151,00 | Kecamatan Tomini | 403,00 | ton |
| Kecamatan Kasimbar | 354,00 | |||
| Kapuk | 287,00 | Kecamatan Tinombo | 168,00 | ton |
| Kecamatan Tomini | 116,00 | |||
| Kemiri | 158,00 | Kecamatan Tinombo | 129,00 | ton |
| Kecamatan Tomini | 26,00 | |||
| Jambu Mete | 123,00 | Kecamatan Tinombo | 59,00 | ton |
| Kopi | 98,00 | Kecamatan Ampibabo | 20,00 | ton |
| Kecamatan Tinombo | 20,00 |
Sumber : Kabupaten Parigi Mountong dalam Angka 2006, BPS Kabupaten Parigi Moutong

