KABUPATEN TABALONG
Kabupaten Tabalong merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Selatan beribukota Tanjung. Daerahnya berbatasan dengan propinsi Kalimantan Timur di sebelah Utara dan Timur, dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan di bagian Selatan, dan Propinsi Kalimantan Tengah di sebelah Barat. Luas wilayahnya sekitar 3.946 Km2 dan terbagi 12 Kecamatan.
Kabupaten Tabalong dikenal dengan hasil tambangnya yang terbesar berupa minyak bumi dan batu bara yang memberikan dampak kemajuan perekonomian daerah ini. Kehadiran Pertamina yang mengekplorasi dan mengeksploitasi ini paling tidak sudah berdampak langsung pada kehidupan ekonomi penduduk sekitarnya terutama masyarakat di murung Pundak dan Tanta. Daerah ini juga memiliki potensi lain yang besar untuk dikembangkan antara lain di sektor perkebunan dengan komoditi utama berupa karet 30.999 ton, kelapa dalam 2.137 ton, dan kopi robusta 535 ton.
Kehadiran perusahaan yang mengolah karet dan kelapa sawit di sektor perkebunan memperkuat posisi pertanian selain banyak menyerap tenaga kerja dari penduduk setempat. Hasil pertanian yang utama berupa bahan tanaman pangan meliputi padi, jagung, ubi kayu, tanaman holtikultura, dan palawija.
Namun sektor pertambangan sangat dominan dalam PDRB di Tabalong. Dari keseluruhan PDRB atas dasar harga konstan 2000, tahun 2006 yang berjumlah Rp 2,41 trilyun, sebesar Rp 1,68 trilyun (69,63%) berasal dari sektor Pertambangan dan Penggalian. Kontribusi sebesar itu berasal dari pertambangan minyak bumi dan batubara.
Untuk pertambangan minyak bumi, terdapat 91 sumur di dua kecamatan yaitu Kecamatan Murung Pudak 74 sumur dan Kecamatan Tanta 17 sumur. Dari 91 sumur ini telah dihasilkan minyak mentah sebanyak 2.163.490 barrel. Sementara produksi batubara sebesar 34.368.054 ton.
Sektor lain yang berperan secara signifikan bagi perekonomian daerah ini adalah pertanian. Sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB yang ada di Tabalong sebesar 13,81 persen. Namun hasil pertanian daerah ini belum sebanding bila dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Selatan.
Untuk tanaman bahan pangan, tanaman dengan produksi signifikan adalah padi, ubi kayu, dan ubi jalar. Kecamatan andalan untuk produksi tanaman bahan pangan ini adalah Banua Lawas, Haruai, Jaro, Muara Uya, dan Tanjung. Kelima kecamatan tersebut cocok untuk dijadikan klaster tanaman pangan.
Petani di Kabupaten Tabalong juga menghasilkan produk sayur-sayuran, buah-buahan, peternakan dan perikanan namun dalam jumlah yang tidak signifikan. Hasil produksinya cenderung bersifat subsisten. Untuk sayuran, tiga terbesar produksinya adalah kacang panjang, terung, dan petsai/sawi. Sementara untuk buah-buahan, tiga besar produksinya adalah rambutan, cempedak, dan durian.
Perkebunan termasuk andalan kabupaten ini, terutama untuk produksi karet, kelapa, dan rumbia. Klaster karet cocok dikembangkan di Kecamatan Muara Uya, Haruai, Upau. Sedangkan klaster kelapa cocok dikembangkan di Kecamatan Tanta, Muara Uya, dan Haruai. Sementara produksi rumbia cocok dikembangkan di Kecamatan Banua Lawas, Kecamatan Kelua, dan Kecamatan Pugaan.
Kabupaten Tabalong dikenal dengan hasil tambangnya yang terbesar berupa minyak bumi dan batu bara yang memberikan dampak kemajuan perekonomian daerah ini. Kehadiran Pertamina yang mengekplorasi dan mengeksploitasi ini paling tidak sudah berdampak langsung pada kehidupan ekonomi penduduk sekitarnya terutama masyarakat di murung Pundak dan Tanta. Daerah ini juga memiliki potensi lain yang besar untuk dikembangkan antara lain di sektor perkebunan dengan komoditi utama berupa karet 30.999 ton, kelapa dalam 2.137 ton, dan kopi robusta 535 ton.
Kehadiran perusahaan yang mengolah karet dan kelapa sawit di sektor perkebunan memperkuat posisi pertanian selain banyak menyerap tenaga kerja dari penduduk setempat. Hasil pertanian yang utama berupa bahan tanaman pangan meliputi padi, jagung, ubi kayu, tanaman holtikultura, dan palawija.
Namun sektor pertambangan sangat dominan dalam PDRB di Tabalong. Dari keseluruhan PDRB atas dasar harga konstan 2000, tahun 2006 yang berjumlah Rp 2,41 trilyun, sebesar Rp 1,68 trilyun (69,63%) berasal dari sektor Pertambangan dan Penggalian. Kontribusi sebesar itu berasal dari pertambangan minyak bumi dan batubara.
Untuk pertambangan minyak bumi, terdapat 91 sumur di dua kecamatan yaitu Kecamatan Murung Pudak 74 sumur dan Kecamatan Tanta 17 sumur. Dari 91 sumur ini telah dihasilkan minyak mentah sebanyak 2.163.490 barrel. Sementara produksi batubara sebesar 34.368.054 ton.
Sektor lain yang berperan secara signifikan bagi perekonomian daerah ini adalah pertanian. Sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB yang ada di Tabalong sebesar 13,81 persen. Namun hasil pertanian daerah ini belum sebanding bila dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Selatan.
Untuk tanaman bahan pangan, tanaman dengan produksi signifikan adalah padi, ubi kayu, dan ubi jalar. Kecamatan andalan untuk produksi tanaman bahan pangan ini adalah Banua Lawas, Haruai, Jaro, Muara Uya, dan Tanjung. Kelima kecamatan tersebut cocok untuk dijadikan klaster tanaman pangan.
Petani di Kabupaten Tabalong juga menghasilkan produk sayur-sayuran, buah-buahan, peternakan dan perikanan namun dalam jumlah yang tidak signifikan. Hasil produksinya cenderung bersifat subsisten. Untuk sayuran, tiga terbesar produksinya adalah kacang panjang, terung, dan petsai/sawi. Sementara untuk buah-buahan, tiga besar produksinya adalah rambutan, cempedak, dan durian.
Perkebunan termasuk andalan kabupaten ini, terutama untuk produksi karet, kelapa, dan rumbia. Klaster karet cocok dikembangkan di Kecamatan Muara Uya, Haruai, Upau. Sedangkan klaster kelapa cocok dikembangkan di Kecamatan Tanta, Muara Uya, dan Haruai. Sementara produksi rumbia cocok dikembangkan di Kecamatan Banua Lawas, Kecamatan Kelua, dan Kecamatan Pugaan.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Tabalong | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 3.946 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 12 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 94.033 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 94.794 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 188.827 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Tabalong
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Tabalong
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Besar | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Sapi Biasa | 10.967,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Kecil | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kambing | 4.273,00 | ekor | ||
| Babi | 485,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Unggas | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras Pedaging | 789.326,00 | ekor | ||
| Ayam Kampung | 689.203,00 | ekor |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi | 119.801,00 | Kecamatan Banua Lawas | 21.568,00 | ton |
| Kecamatan Haruai | 15.132,00 | |||
| Kecamatan Jaro | 13.789,00 | |||
| Ubi Jalar | 2.759,00 | Kecamatan Muara Uya | 307,00 | ton |
| Kecamatan Haruai | 306,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Karet | 25.727,00 | Kecamatan Muara Uya | 6.714,60 | ton |
| Kecamatan Haruai | 5.905,30 | |||
| Kecamatan Upau | 3.885,10 | |||
| Kelapa | 11.295,00 | Kecamatan Tanta | 2.193,00 | ton |
| Kecamatan Muara Uya | 1.590,00 | |||
| Kecamatan Haruai | 1.578,00 | |||
| Rumbia | 2.747,90 | Kecamatan Banua Lawas | 772,20 | ton |
| Kecamatan Kelua | 492,00 | |||
| Kecamatan Pugaan | 311,70 |
Sumber : Tabalong dalam Angka 2006/2007, BPS Kabupaten Tabalong

