SSS KAS
HOME| ADVANCED SEARCH | LIVE SEARCH


BALI


Propinsi Bali merupakan salah satu propinsi di Indonesia, sudah dikenal sebagai tempat wisata berkelas dunia. Daerah ini dikenal sebagai Pulau Dewata, karena daerahnya memang indah dan menawan. Tidak salah jika pariwisata menjadi tulang punggung bagi perekonomian pemerintah daerah dan masyarakat Bali.

Pariwisata di Bali merupakan sektor paling maju, meski masih berpeluang untuk dikembangkan lebih modern dan komprehensif. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata sejarah maupun wisata budaya. Wisata alam, meliputi 47 obyek wisata, antara lain; panorama di Kintamani, Pantai Kuta, Legian, Pantai Sanur, Tanah Lot, Nusa Panida, Nusa Dua, Karang Asem, Danau Batur, Danau Bedugul, Cagar Alam Sangieh, Tanjung Genoa, Pulau Penyu, Taman Nasional Bali Barat, dan Taman Laut Pulau Menjangan.

Wisata budaya meliputi 83 obyek wisata, antara lain; wisata seni di Ubud, situs keramat Tanah Lot, upacara Barong di Jimbaran dan berbagai tempat seni dan galeri yang sekarang banyak bermunculan di beberapa tempat di Bali. Obyek wisata budaya berkembang pesat, apalagi banyak karya seni dihasilkan oleh pelukis dan pematung Bali.

Begitu pula dengan wisata sejarah, dapat dilihat berbagai peninggalan sejarah seperti kerajaan di Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Potensi obyek wisata Bali telah menyumbang devisa dan pendapatan asli daerah Bali, sebenarnya masih potensial untuk dikembangkan lebih maju. Kota Denpasar yang strategis dan memiliki fasilitas cukup baik dalam hal jasa perdagangan, serta punya bandar udara internasional, harus dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pelayanan pariwisata dan perdagangan internasional.

Sejak pertengahan 1980-an, Bali mulai berkembang wisata jurang dan lembah sungai. Salah seorang perintis wisata jurang adalah I Wayan Munut, yang membeli tanah di tepi jurang, untuk selanjutnya dibangun sebuah bungalow. Kemudian hal ini menjadi ngetrend di Bali hingga sekarang.
      
Ada empat sektor ekonomi utama di propinsi Bali, yaitu; sektor perdagangan, hotel, restoran dan pariwisata; sektor pertanian; sektor jasa-jasa; sektor pengangkutan dan komunikasi. Kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap PDRB Bali Tahun 2006 yang sangat dominan, yaitu sekitar 30,79 persen menurut harga konstan tahun 2000. Sektor pertanian yang bertumpu pada kegiatan agrobisnis memberi sumbangan terbesar kedua terhadap PDRB, yaitu sebesar 21,54 persen berdasarkan harga konstan.

Tragedi bom Bali I (Oktober 2002), disusul bom Bali II (Oktober 2005), isu global soal terorisme dan wabah flu burung memberi imbas cukup berarti bagi kinerja perekonomian Bali yang mengandalkan pariwisata. Laju pertumbuhan ekonomi yang semula bergerak naik mengalami penurunan tipis dari 5,56 persen pada 2005 menjadi 5,28 persen pada 2006, dan terus menurun menjadi 5 persen pada tahun 2008.

Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali selama tahun 2006 mencapai 1.260.270 orang atau turun 9,10 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 1.386.448 orang, dimana wisatawan asal Asia dan Pasifik masih mendominasi pasar pariwisata Bali yang mencapai 58,08 persen dari total wisatawan asing.

Sektor perhotelan sangat menunjang pariwisata dan berperan penting bagi perekonomian Bali utamanya dari segi kontribusi dalam PDRB maupun segi penyerapan tenaga kerja. Terdapat 147 hotel berbintang di Bali. Sebagian besar hotel berbintang dan sarana akomodasi itu tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar. Selama tahun 2006 sebanyak 2.066.715 wisatawan atau meningkat 11,53 persen dari tahun sebelumnya, baik wisatawan asing maupun domestik yang menginap di hotel-hotel itu.

Meski sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan asing namun tidak terlalu berpengaruh pada usaha restoran dan rumah makan. Hal ini terlihat dari bertambahnya usaha yang bergerak di jasa restoran dan rumah makan yang pada 2005 jumlahnya 954 unit menjadi 1.264 unit usaha di tahun 2006 atau meningkat sebesar 32,49 persen dari tahun sebelumnya. Kapasitas tempat duduk restoran yang disediakan sebanyak 88.927 kursi. Jumlah restoran terbanyak berada di Kabupaten Badung yaitu sekitar 425 buah restoran.

Sektor pertanian di Bali tengah menjadi sorotan dan menghadapi banyak kendala yang salah satunya mengenai penggunaan lahan pertanian. Beberapa tahun terakhir ini alih fungsi lahan dari lahan sawah ke bukan lahan sawah mengalami peningkatan sangat pesat. Pada 2006 lahan sawah di Bali hanya 80.997 ha, sedangkan bukan lahan sawah 482.669 ha. Penggunaan bukan lahan sawah paling banyak terdapat di Kabupaten Buleleng yang pada 2006 seluas 126.008 ha, meningkat 0,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan lahan sawah terbanyak terdapat di Kabupaten Tabanan yang pada 2006 mencapai luas 22.413 ha (meskipun terjadi penyusutan 0,34 persen dari tahun sebelumnya), sesuai dengan predikat Tabanan sebagai “lumbung beras” Bali.

Jumlah produksi padi tahun 2005 sebesar 785.481 ton meningkat menjadi 840.891 ton pada tahun 2006. Kabupaten Tabanan masih menjadi penyumbang tertinggi baik dari sisi luas panen maupun produksi untuk padi sawah dan padi ladang. Selain Tabanan padi sawah dan ladang banyak dihasilkan di daerah Badung, Gianyar, dan Buleleng.

Produksi selain padi adalah jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang tanah. Jagung banyak diproduksi di daerah Buleleng, Karangasem, Klungkung. Untuk ubi kayu di Karangasem, Bangli. Ubi jalar banyak dikembangkan di Klungkung dan Karangasem. Sementara daerah Karangasem, Bangli banyak menghasilkan kacang tanah.
 
Pisang menjadi salah satu komoditi buah-buahan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Bali, dimana tercermin dari produksinya yang mencapai 137.361 ton selama tahun 2006. Hasil produk pisang itu mengalami penurunan 0,41 persen dibandingkan tahun 2005. Kabupaten penghasil pisang yang paling dominan adalah Bangli, Jembrana, Buleleng. Selain pisang, buah jeruk merupakan alternatif bagi masyarakat Bali, karena kedua jenis buah tersebut banyak dipergunakan untuk keperluan sesaji dan beribadah. Produksi buah jeruk dalam setahun terakhir meningkat 18,07 persen dari 70.679 ton menjadi 83.454 ton. Kabupaten Badung, Bangli dan Buleleng memberi sumbangan produksi terbesar. Selain buah pisang dan jeruk, produksi buah lainnya adalah mangga, nangka, dan salak.

Untuk komoditi sayur-sayuran, produksi terbesar adalah jenis tanaman kubis. Selain itu cabai, sawi, tomat dan bawang merah. Daerah penghasil sayur-sayuran yang menonjol adalah Tabanan, Bangli, Karangasem dan Klungkung.  

Komoditas hasil perkebunan yang potensial dikembangkan dan memiliki peluang ekspor adalah kelapa (kelapa genjah dan hybrida), kopi arabika dan robusta, cengkeh, panili, dan jambu mete. Daerah sentra kelapa terdapat di Jembrana, Karangasem dan Tabanan. Untuk klaster kopi terdapat di kabupaten Klungkung, Buleleng dan Tabanan. Sementara cengkeh dan kakao banyak ditanam di Buleleng, Tabanan dan Jembrana. Sedangkan jambu mete banyak diproduksi di Karangasem dan Buleleng.

Jenis ternak yang menjadi andalan Bali adalah Sapi, Babi, Kerbau, Kambing, Itik dan Ayam baik Ayam buras maupun Ayam ras. Peternakan Sapi banyak terdapat di kabupaten Karangasem dan Buleleng. Demikian juga ternak Babi banyak dihasilkan dari daerah Karangasem dan Bueleng. Untuk jenis unggas Ayam banyak dihasilkan dari Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli dan Buleleng.

Jumlah produksi ikan pada 2006 mencapai 246.615 ton dengan nilai produksi sebesar Rp.771.553.977 ribu atau produksinya meningkat 0,94 persen pada tahun sebelumnya yang mencapai 244.325,4 ton dengan penurunan nilai produksi sebesar 12,65 persen dari tahun 2005 yang mencapai Rp. 883.246.141 ribu. Sebagian besar perikanan Bali meliputi sektor perikanan tambak, perikanan laut. Jembrana menjadi sentra daerah perikanan tambak. Untuk perikanan laut tangkap dan budidaya di Klungkung, Badung dan Kota Denpasar. Ketiga daerah ini juga menjadi sentra produksi ikan.

Kedepan, daerah Bali harus tetap mengembangkan industri pariwisata dan industri kretaif seperti hasil patung, seni lukis, dan hasil kebudayaan lain, termasuk perdagangan yang terkait dengan pariwisata seperti hotel dan restoran. Untuk itu, sarana dan prasarana pariwisata termasuk transportasi, hotel dan restoran perlu mengikuti perkembangan modern dunia. Perdagangan dan sektor jasa-jasa juga harus berkembang dimasa mendatang.


* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id

Nama Daerah : Bali
Ibu Kota : Denpasar
Status : Provinsi
Luas : 5.632 km2
Jumlah Kabupaten : 8 Kabupaten
Jumlah Kota : 1 Kota
Jumlah Kecamatan : 56 Kecamatan
Penduduk Laki-Laki : 1.635.415 jiwa
Penduduk Perempuan : 1.627.881 jiwa
Jumlah Penduduk : 3.255.762 jiwa


Chart.

Peta Ekonomi Provinsi Bali

Chart.

Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Bali

PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN

Hotel
BintangTotalKecamatanJumlahSatuan
Kamar20.004,00Kabupaten Badung15.477,00unit
Kota Denpasar Salah3.077,00
Kabupaten Gianyar549,00
Jumlah Hotel147,00Kabupaten Badung93,00unit
Kota Denpasar Salah24,00
Kabupaten Gianyar14,00
Hotel
Hotel dan AkomodasiTotalKecamatanJumlahSatuan
Hotel Non Bintang dan Akomodasi1.488,00Kabupaten Gianyar435,00unit
Kabupaten Badung346,00
Kota Denpasar Salah232,00
Kabupaten Buleleng168,00
Kabupaten Karangasem159,00
Hotel Berbintang dan Akomodasi147,00Kabupaten Badung93,00unit
Kota Denpasar Salah24,00
Kabupaten Gianyar14,00
Hotel Bintang 338,00Kabupaten Badung21,00unit
Kota Denpasar Salah7,00
Kabupaten Gianyar4,00
Hotel Bintang 538,00Kabupaten Badung28,00unit
Kabupaten Gianyar4,00
Kota Denpasar Salah3,00
Hotel Bintang 230,00Kota Denpasar Salah7,00unit
Kabupaten Badung3,00
Kabupaten Buleleng2,00
Kabupaten Gianyar1,00
Hotel Bintang 430,00Kabupaten Badung21,00unit
Kabupaten Gianyar4,00
Kota Denpasar Salah2,00
Kabupaten Karangasem2,00
Hotel Bintang 111,00Kota Denpasar Salah5,00unit
Kabupaten Badung3,00
Kabupaten Buleleng2,00
Kabupaten Gianyar1,00
Perdagangan Besar dan Eceran
Komoditi EksporTotalSatuan
Komoditi Ekspor Lainnya 168.952.330,00US Dollar
Barang Perhiasan Perak 28.575.012,00US Dollar
Tuna Bersirip Kuning Segar dan Beku 17.542.966,00US Dollar
Tuna Segar dan Beku Lainnya 15.391.652,00US Dollar
Pakaian Wanita dengan Bahan Selain Batik 10.831.958,00US Dollar
Barang Perak dan Bagiannya 7.785.014,00US Dollar
Patung atau Barang dari Kayu 7.703.042,00US Dollar
Permata Belum Jadi 7.633.053,00US Dollar
Batubara Bituminous 7.500.857,00US Dollar
T-shirt atau Barang dari Wol 7.094.185,00US Dollar
Restoran
TotalKecamatanJumlahSatuan
Restoran1.264,00Kabupaten Badung518,00unit
Kabupaten Gianyar237,00
Kota Denpasar Salah236,00
Kabupaten Karangasem105,00
Tempat Duduk Restoran88.927,00Kabupaten Badung34.345,00unit
Kota Denpasar Salah24.448,00
Kabupaten Gianyar11.222,00
Kabupaten Karangasem7.135,00

PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN

Perikanan
PerikananTotalKecamatanJumlahSatuan
Produksi Ikan246.615,00Kabupaten Klungkung108.325,20ton
Kabupaten Badung58.918,90
Kota Denpasar Salah35.549,60
Kabupaten Jembrana19.699,50
Kabupaten Buleleng12.739,10
Perikanan Laut (tangkap+budidaya)242.009,20Kabupaten Klungkung108.325,00ton
Kabupaten Badung58.800,80
Kota Denpasar Salah35.468,30
Ikan Tambak2.795,10Kabupaten Jembrana2.024,10ton
Kabupaten Buleleng698,00
Peternakan dan Hasil-hasilnya
PeternakanTotalKecamatanJumlahSatuan
Kambing70.785,00Kabupaten Buleleng26.983,00ton
Kabupaten Karangasem18.141,00
Kabupaten Jembrana15.578,00
Ayam Ras13.505.944,00Kabupaten Tabanan3.760.393,00ekor
Kabupaten Karangasem2.066.030,00
Kabupaten Bangli2.003.287,00
Ayam Buras4.508.254,00Kabupaten Jembrana761.360,00ekor
Kabupaten Karangasem724.209,00
Kabupaten Buleleng721.362,00
Kabupaten Badung657.245,00
Babi860.336,00Kabupaten Buleleng199.605,00ekor
Kabupaten Karangasem158.842,00
Itik653.943,00Kabupaten Gianyar138.621,00ekor
Kabupaten Tabanan137.865,00
Sapi613.241,00Kabupaten Karangasem146.343,00ekor
Kabupaten Buleleng131.379,00
Sapi Potong613.241,00Kabupaten Karangasem146.343,00ekor
Kabupaten Buleleng131.379,00
Kerbau6.775,00Kabupaten Jembrana5.727,00ekor
Peternakan dan Hasil-hasilnya
Produksi DagingTotalSatuan
Babi 69.726,24ton
Ayam 24.548,29ton
Sapi 6.183,96ton
Kambing 1.222,16ton
Peternakan dan Hasil-hasilnya
Produksi TelurTotalSatuan
Ayam 34.173,20ton
Itik 3.236,70ton
Tanaman Bahan Makanan
Buah-buahanTotalKecamatanJumlahSatuan
Pisang137.361,00Kabupaten Bangli57.330,90ton
Kabupaten Jembrana26.341,30
Kabupaten Buleleng20.117,10
Kabupaten Gianyar10.056,70
Jeruk83.454,00Kabupaten Bangli71.007,10ton
Kabupaten Buleleng5.794,30
Kabupaten Badung5.159,90
Mangga45.760,00Kabupaten Buleleng29.505,00ton
Kabupaten Karangasem8.588,30
Kabupaten Jembrana2.597,90
Salak38.892,00Kabupaten Karangasem33.564,00ton
Kabupaten Bangli4.993,70
Nangka24.020,00Kabupaten Karangasem8.886,30ton
Kabupaten Bangli8.547,40
Kabupaten Buleleng2.874,70
Kabupaten Gianyar2.227,50
Pepaya17.331,00Kabupaten Bangli5.552,50ton
Kabupaten Jembrana3.584,40
Kabupaten Karangasem2.636,50
Rambutan16.696,00Kabupaten Buleleng14.521,50ton
Kabupaten Jembrana854,50
Kabupaten Bangli853,10
Anggur13.594,00Kabupaten Buleleng13.593,80ton
Semangka12.922,00Kabupaten Jembrana8.789,90ton
Kabupaten Tabanan1.203,90
Kota Denpasar Salah1.196,70
Tanaman Bahan Makanan
Padi dan PalawijaTotalKecamatanJumlahSatuan
Padi(sawah+ladang)840.891,00Kabupaten Tabanan239.182,00ton
Kabupaten Gianyar166.881,00
Kabupaten Badung117.892,00
Kabupaten Buleleng110.609,00
Ubi Kayu159.058,00Kabupaten Karangasem86.238,00ton
Kabupaten Bangli29.716,00
Kabupaten Klungkung17.538,00
Kabupaten Buleleng12.293,00
Ubi Jalar92.078,00Kabupaten Klungkung48.909,00ton
Kabupaten Karangasem24.886,00
Jagung78.105,00Kabupaten Buleleng26.127,00ton
Kabupaten Karangasem20.453,00
Kabupaten Klungkung14.438,00
Kabupaten Bangli12.253,00
Kacang Tanah18.404,00Kabupaten Karangasem7.750,00ton
Kabupaten Bangli4.898,00
Kabupaten Klungkung2.234,00
Kabupaten Buleleng1.711,00
Kedelai10.845,00Kabupaten Badung2.942,00ton
Kabupaten Badung2.942,00
Kabupaten Jembrana2.654,00
Kabupaten Jembrana2.654,00
Kabupaten Klungkung1.388,00
Kabupaten Klungkung1.388,00
Kabupaten Gianyar1.249,00
Kabupaten Gianyar1.249,00
Kota Denpasar Salah1.126,00
Kota Denpasar Salah1.126,00
Kacang Hijau1.260,00Kabupaten Karangasem588,00ton
Kabupaten Buleleng488,00
Tanaman Bahan Makanan
Sayur-sayuranTotalKecamatanJumlahSatuan
Kubis41.038,00Kabupaten Tabanan26.846,00ton
Kabupaten Bangli10.122,00
Kabupaten Buleleng3.667,00
Cabai39.026,00Kabupaten Tabanan10.270,00ton
Kabupaten Karangasem7.356,00
Kabupaten Klungkung5.918,00
Kabupaten Bangli5.664,00
Sawi35.300,00Kabupaten Tabanan18.076,00ton
Kota Denpasar Salah12.069,00
Kabupaten Karangasem1.731,00
Kabupaten Klungkung1.563,00
Tomat27.158,00Kabupaten Tabanan15.387,00ton
Kabupaten Bangli5.815,00
Kabupaten Karangasem1.920,00
Bawang Merah11.106,00Kabupaten Bangli8.282,00ton
Kabupaten Karangasem2.362,00
Kangkung10.919,00Kota Denpasar Salah6.902,00ton
Kabupaten Gianyar1.850,00
Kabupaten Tabanan1.191,00
Tanaman Perkebunan
PerkebunanTotalKecamatanJumlahSatuan
Kelapa Dalam65.054,08Kabupaten Jembrana17.564,65ton
Kabupaten Karangasem14.923,61
Kabupaten Tabanan13.904,54
Kabupaten Buleleng7.884,02
Kopi Robusta11.627,45Kabupaten Buleleng5.411,61ton
Kabupaten Tabanan5.261,07
Kakao5.679,72Kabupaten Tabanan2.453,02ton
Kabupaten Jembrana2.199,29
Kabupaten Buleleng420,74
Cengkeh3.208,25Kabupaten Buleleng1.978,67ton
Kabupaten Tabanan469,60
Kabupaten Jembrana461,92
Jambu Mete2.976,76Kabupaten Karangasem2.281,18ton
Kabupaten Buleleng534,44
Kopi Arabika2.679,06Kabupaten Klungkung1.590,24ton
Kabupaten Buleleng740,81
Tembakau Virginia1.627,55Kabupaten Buleleng1.627,55ton
Kelapa Deres1.079,28Kabupaten Jembrana833,58ton
Kabupaten Klungkung245,70

JASA-JASA

Swasta
Biro Perjalanan WisataTotalSatuan
Lokasi Denpasar 202,00unit
Lokasi Kuta 162,00unit
Lokasi Sanur 53,00unit


Sumber : Bali dalam Angka 2007, BPS Propinsi Bali.