
BALI
Propinsi Bali merupakan salah satu propinsi di Indonesia, sudah dikenal sebagai tempat wisata berkelas dunia. Daerah ini dikenal sebagai Pulau Dewata, karena daerahnya memang indah dan menawan. Tidak salah jika pariwisata menjadi tulang punggung bagi perekonomian pemerintah daerah dan masyarakat Bali.
Pariwisata di Bali merupakan sektor paling maju, meski masih berpeluang untuk dikembangkan lebih modern dan komprehensif. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata sejarah maupun wisata budaya. Wisata alam, meliputi 47 obyek wisata, antara lain; panorama di Kintamani, Pantai Kuta, Legian, Pantai Sanur, Tanah Lot, Nusa Panida, Nusa Dua, Karang Asem, Danau Batur, Danau Bedugul, Cagar Alam Sangieh, Tanjung Genoa, Pulau Penyu, Taman Nasional Bali Barat, dan Taman Laut Pulau Menjangan.
Wisata budaya meliputi 83 obyek wisata, antara lain; wisata seni di Ubud, situs keramat Tanah Lot, upacara Barong di Jimbaran dan berbagai tempat seni dan galeri yang sekarang banyak bermunculan di beberapa tempat di Bali. Obyek wisata budaya berkembang pesat, apalagi banyak karya seni dihasilkan oleh pelukis dan pematung Bali.
Begitu pula dengan wisata sejarah, dapat dilihat berbagai peninggalan sejarah seperti kerajaan di Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Potensi obyek wisata Bali telah menyumbang devisa dan pendapatan asli daerah Bali, sebenarnya masih potensial untuk dikembangkan lebih maju. Kota Denpasar yang strategis dan memiliki fasilitas cukup baik dalam hal jasa perdagangan, serta punya bandar udara internasional, harus dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pelayanan pariwisata dan perdagangan internasional.
Sejak pertengahan 1980-an, Bali mulai berkembang wisata jurang dan lembah sungai. Salah seorang perintis wisata jurang adalah I Wayan Munut, yang membeli tanah di tepi jurang, untuk selanjutnya dibangun sebuah bungalow. Kemudian hal ini menjadi ngetrend di Bali hingga sekarang.
Ada empat sektor ekonomi utama di propinsi Bali, yaitu; sektor perdagangan, hotel, restoran dan pariwisata; sektor pertanian; sektor jasa-jasa; sektor pengangkutan dan komunikasi. Kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap PDRB Bali Tahun 2006 yang sangat dominan, yaitu sekitar 30,79 persen menurut harga konstan tahun 2000. Sektor pertanian yang bertumpu pada kegiatan agrobisnis memberi sumbangan terbesar kedua terhadap PDRB, yaitu sebesar 21,54 persen berdasarkan harga konstan.
Tragedi bom Bali I (Oktober 2002), disusul bom Bali II (Oktober 2005), isu global soal terorisme dan wabah flu burung memberi imbas cukup berarti bagi kinerja perekonomian Bali yang mengandalkan pariwisata. Laju pertumbuhan ekonomi yang semula bergerak naik mengalami penurunan tipis dari 5,56 persen pada 2005 menjadi 5,28 persen pada 2006, dan terus menurun menjadi 5 persen pada tahun 2008.
Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali selama tahun 2006 mencapai 1.260.270 orang atau turun 9,10 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 1.386.448 orang, dimana wisatawan asal Asia dan Pasifik masih mendominasi pasar pariwisata Bali yang mencapai 58,08 persen dari total wisatawan asing.
Sektor perhotelan sangat menunjang pariwisata dan berperan penting bagi perekonomian Bali utamanya dari segi kontribusi dalam PDRB maupun segi penyerapan tenaga kerja. Terdapat 147 hotel berbintang di Bali. Sebagian besar hotel berbintang dan sarana akomodasi itu tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar. Selama tahun 2006 sebanyak 2.066.715 wisatawan atau meningkat 11,53 persen dari tahun sebelumnya, baik wisatawan asing maupun domestik yang menginap di hotel-hotel itu.
Meski sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan asing namun tidak terlalu berpengaruh pada usaha restoran dan rumah makan. Hal ini terlihat dari bertambahnya usaha yang bergerak di jasa restoran dan rumah makan yang pada 2005 jumlahnya 954 unit menjadi 1.264 unit usaha di tahun 2006 atau meningkat sebesar 32,49 persen dari tahun sebelumnya. Kapasitas tempat duduk restoran yang disediakan sebanyak 88.927 kursi. Jumlah restoran terbanyak berada di Kabupaten Badung yaitu sekitar 425 buah restoran.
Sektor pertanian di Bali tengah menjadi sorotan dan menghadapi banyak kendala yang salah satunya mengenai penggunaan lahan pertanian. Beberapa tahun terakhir ini alih fungsi lahan dari lahan sawah ke bukan lahan sawah mengalami peningkatan sangat pesat. Pada 2006 lahan sawah di Bali hanya 80.997 ha, sedangkan bukan lahan sawah 482.669 ha. Penggunaan bukan lahan sawah paling banyak terdapat di Kabupaten Buleleng yang pada 2006 seluas 126.008 ha, meningkat 0,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan lahan sawah terbanyak terdapat di Kabupaten Tabanan yang pada 2006 mencapai luas 22.413 ha (meskipun terjadi penyusutan 0,34 persen dari tahun sebelumnya), sesuai dengan predikat Tabanan sebagai “lumbung beras” Bali.
Jumlah produksi padi tahun 2005 sebesar 785.481 ton meningkat menjadi 840.891 ton pada tahun 2006. Kabupaten Tabanan masih menjadi penyumbang tertinggi baik dari sisi luas panen maupun produksi untuk padi sawah dan padi ladang. Selain Tabanan padi sawah dan ladang banyak dihasilkan di daerah Badung, Gianyar, dan Buleleng.
Produksi selain padi adalah jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang tanah. Jagung banyak diproduksi di daerah Buleleng, Karangasem, Klungkung. Untuk ubi kayu di Karangasem, Bangli. Ubi jalar banyak dikembangkan di Klungkung dan Karangasem. Sementara daerah Karangasem, Bangli banyak menghasilkan kacang tanah.
Pisang menjadi salah satu komoditi buah-buahan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Bali, dimana tercermin dari produksinya yang mencapai 137.361 ton selama tahun 2006. Hasil produk pisang itu mengalami penurunan 0,41 persen dibandingkan tahun 2005. Kabupaten penghasil pisang yang paling dominan adalah Bangli, Jembrana, Buleleng. Selain pisang, buah jeruk merupakan alternatif bagi masyarakat Bali, karena kedua jenis buah tersebut banyak dipergunakan untuk keperluan sesaji dan beribadah. Produksi buah jeruk dalam setahun terakhir meningkat 18,07 persen dari 70.679 ton menjadi 83.454 ton. Kabupaten Badung, Bangli dan Buleleng memberi sumbangan produksi terbesar. Selain buah pisang dan jeruk, produksi buah lainnya adalah mangga, nangka, dan salak.
Untuk komoditi sayur-sayuran, produksi terbesar adalah jenis tanaman kubis. Selain itu cabai, sawi, tomat dan bawang merah. Daerah penghasil sayur-sayuran yang menonjol adalah Tabanan, Bangli, Karangasem dan Klungkung.
Komoditas hasil perkebunan yang potensial dikembangkan dan memiliki peluang ekspor adalah kelapa (kelapa genjah dan hybrida), kopi arabika dan robusta, cengkeh, panili, dan jambu mete. Daerah sentra kelapa terdapat di Jembrana, Karangasem dan Tabanan. Untuk klaster kopi terdapat di kabupaten Klungkung, Buleleng dan Tabanan. Sementara cengkeh dan kakao banyak ditanam di Buleleng, Tabanan dan Jembrana. Sedangkan jambu mete banyak diproduksi di Karangasem dan Buleleng.
Jenis ternak yang menjadi andalan Bali adalah Sapi, Babi, Kerbau, Kambing, Itik dan Ayam baik Ayam buras maupun Ayam ras. Peternakan Sapi banyak terdapat di kabupaten Karangasem dan Buleleng. Demikian juga ternak Babi banyak dihasilkan dari daerah Karangasem dan Bueleng. Untuk jenis unggas Ayam banyak dihasilkan dari Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli dan Buleleng.
Jumlah produksi ikan pada 2006 mencapai 246.615 ton dengan nilai produksi sebesar Rp.771.553.977 ribu atau produksinya meningkat 0,94 persen pada tahun sebelumnya yang mencapai 244.325,4 ton dengan penurunan nilai produksi sebesar 12,65 persen dari tahun 2005 yang mencapai Rp. 883.246.141 ribu. Sebagian besar perikanan Bali meliputi sektor perikanan tambak, perikanan laut. Jembrana menjadi sentra daerah perikanan tambak. Untuk perikanan laut tangkap dan budidaya di Klungkung, Badung dan Kota Denpasar. Ketiga daerah ini juga menjadi sentra produksi ikan.
Kedepan, daerah Bali harus tetap mengembangkan industri pariwisata dan industri kretaif seperti hasil patung, seni lukis, dan hasil kebudayaan lain, termasuk perdagangan yang terkait dengan pariwisata seperti hotel dan restoran. Untuk itu, sarana dan prasarana pariwisata termasuk transportasi, hotel dan restoran perlu mengikuti perkembangan modern dunia. Perdagangan dan sektor jasa-jasa juga harus berkembang dimasa mendatang.
Pariwisata di Bali merupakan sektor paling maju, meski masih berpeluang untuk dikembangkan lebih modern dan komprehensif. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata sejarah maupun wisata budaya. Wisata alam, meliputi 47 obyek wisata, antara lain; panorama di Kintamani, Pantai Kuta, Legian, Pantai Sanur, Tanah Lot, Nusa Panida, Nusa Dua, Karang Asem, Danau Batur, Danau Bedugul, Cagar Alam Sangieh, Tanjung Genoa, Pulau Penyu, Taman Nasional Bali Barat, dan Taman Laut Pulau Menjangan.
Wisata budaya meliputi 83 obyek wisata, antara lain; wisata seni di Ubud, situs keramat Tanah Lot, upacara Barong di Jimbaran dan berbagai tempat seni dan galeri yang sekarang banyak bermunculan di beberapa tempat di Bali. Obyek wisata budaya berkembang pesat, apalagi banyak karya seni dihasilkan oleh pelukis dan pematung Bali.
Begitu pula dengan wisata sejarah, dapat dilihat berbagai peninggalan sejarah seperti kerajaan di Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Potensi obyek wisata Bali telah menyumbang devisa dan pendapatan asli daerah Bali, sebenarnya masih potensial untuk dikembangkan lebih maju. Kota Denpasar yang strategis dan memiliki fasilitas cukup baik dalam hal jasa perdagangan, serta punya bandar udara internasional, harus dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pelayanan pariwisata dan perdagangan internasional.
Sejak pertengahan 1980-an, Bali mulai berkembang wisata jurang dan lembah sungai. Salah seorang perintis wisata jurang adalah I Wayan Munut, yang membeli tanah di tepi jurang, untuk selanjutnya dibangun sebuah bungalow. Kemudian hal ini menjadi ngetrend di Bali hingga sekarang.
Ada empat sektor ekonomi utama di propinsi Bali, yaitu; sektor perdagangan, hotel, restoran dan pariwisata; sektor pertanian; sektor jasa-jasa; sektor pengangkutan dan komunikasi. Kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap PDRB Bali Tahun 2006 yang sangat dominan, yaitu sekitar 30,79 persen menurut harga konstan tahun 2000. Sektor pertanian yang bertumpu pada kegiatan agrobisnis memberi sumbangan terbesar kedua terhadap PDRB, yaitu sebesar 21,54 persen berdasarkan harga konstan.
Tragedi bom Bali I (Oktober 2002), disusul bom Bali II (Oktober 2005), isu global soal terorisme dan wabah flu burung memberi imbas cukup berarti bagi kinerja perekonomian Bali yang mengandalkan pariwisata. Laju pertumbuhan ekonomi yang semula bergerak naik mengalami penurunan tipis dari 5,56 persen pada 2005 menjadi 5,28 persen pada 2006, dan terus menurun menjadi 5 persen pada tahun 2008.
Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali selama tahun 2006 mencapai 1.260.270 orang atau turun 9,10 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 1.386.448 orang, dimana wisatawan asal Asia dan Pasifik masih mendominasi pasar pariwisata Bali yang mencapai 58,08 persen dari total wisatawan asing.
Sektor perhotelan sangat menunjang pariwisata dan berperan penting bagi perekonomian Bali utamanya dari segi kontribusi dalam PDRB maupun segi penyerapan tenaga kerja. Terdapat 147 hotel berbintang di Bali. Sebagian besar hotel berbintang dan sarana akomodasi itu tersebar di Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar. Selama tahun 2006 sebanyak 2.066.715 wisatawan atau meningkat 11,53 persen dari tahun sebelumnya, baik wisatawan asing maupun domestik yang menginap di hotel-hotel itu.
Meski sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan asing namun tidak terlalu berpengaruh pada usaha restoran dan rumah makan. Hal ini terlihat dari bertambahnya usaha yang bergerak di jasa restoran dan rumah makan yang pada 2005 jumlahnya 954 unit menjadi 1.264 unit usaha di tahun 2006 atau meningkat sebesar 32,49 persen dari tahun sebelumnya. Kapasitas tempat duduk restoran yang disediakan sebanyak 88.927 kursi. Jumlah restoran terbanyak berada di Kabupaten Badung yaitu sekitar 425 buah restoran.
Sektor pertanian di Bali tengah menjadi sorotan dan menghadapi banyak kendala yang salah satunya mengenai penggunaan lahan pertanian. Beberapa tahun terakhir ini alih fungsi lahan dari lahan sawah ke bukan lahan sawah mengalami peningkatan sangat pesat. Pada 2006 lahan sawah di Bali hanya 80.997 ha, sedangkan bukan lahan sawah 482.669 ha. Penggunaan bukan lahan sawah paling banyak terdapat di Kabupaten Buleleng yang pada 2006 seluas 126.008 ha, meningkat 0,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan lahan sawah terbanyak terdapat di Kabupaten Tabanan yang pada 2006 mencapai luas 22.413 ha (meskipun terjadi penyusutan 0,34 persen dari tahun sebelumnya), sesuai dengan predikat Tabanan sebagai “lumbung beras” Bali.
Jumlah produksi padi tahun 2005 sebesar 785.481 ton meningkat menjadi 840.891 ton pada tahun 2006. Kabupaten Tabanan masih menjadi penyumbang tertinggi baik dari sisi luas panen maupun produksi untuk padi sawah dan padi ladang. Selain Tabanan padi sawah dan ladang banyak dihasilkan di daerah Badung, Gianyar, dan Buleleng.
Produksi selain padi adalah jagung, ubi kayu, ubi jalar dan kacang tanah. Jagung banyak diproduksi di daerah Buleleng, Karangasem, Klungkung. Untuk ubi kayu di Karangasem, Bangli. Ubi jalar banyak dikembangkan di Klungkung dan Karangasem. Sementara daerah Karangasem, Bangli banyak menghasilkan kacang tanah.
Pisang menjadi salah satu komoditi buah-buahan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Bali, dimana tercermin dari produksinya yang mencapai 137.361 ton selama tahun 2006. Hasil produk pisang itu mengalami penurunan 0,41 persen dibandingkan tahun 2005. Kabupaten penghasil pisang yang paling dominan adalah Bangli, Jembrana, Buleleng. Selain pisang, buah jeruk merupakan alternatif bagi masyarakat Bali, karena kedua jenis buah tersebut banyak dipergunakan untuk keperluan sesaji dan beribadah. Produksi buah jeruk dalam setahun terakhir meningkat 18,07 persen dari 70.679 ton menjadi 83.454 ton. Kabupaten Badung, Bangli dan Buleleng memberi sumbangan produksi terbesar. Selain buah pisang dan jeruk, produksi buah lainnya adalah mangga, nangka, dan salak.
Untuk komoditi sayur-sayuran, produksi terbesar adalah jenis tanaman kubis. Selain itu cabai, sawi, tomat dan bawang merah. Daerah penghasil sayur-sayuran yang menonjol adalah Tabanan, Bangli, Karangasem dan Klungkung.
Komoditas hasil perkebunan yang potensial dikembangkan dan memiliki peluang ekspor adalah kelapa (kelapa genjah dan hybrida), kopi arabika dan robusta, cengkeh, panili, dan jambu mete. Daerah sentra kelapa terdapat di Jembrana, Karangasem dan Tabanan. Untuk klaster kopi terdapat di kabupaten Klungkung, Buleleng dan Tabanan. Sementara cengkeh dan kakao banyak ditanam di Buleleng, Tabanan dan Jembrana. Sedangkan jambu mete banyak diproduksi di Karangasem dan Buleleng.
Jenis ternak yang menjadi andalan Bali adalah Sapi, Babi, Kerbau, Kambing, Itik dan Ayam baik Ayam buras maupun Ayam ras. Peternakan Sapi banyak terdapat di kabupaten Karangasem dan Buleleng. Demikian juga ternak Babi banyak dihasilkan dari daerah Karangasem dan Bueleng. Untuk jenis unggas Ayam banyak dihasilkan dari Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli dan Buleleng.
Jumlah produksi ikan pada 2006 mencapai 246.615 ton dengan nilai produksi sebesar Rp.771.553.977 ribu atau produksinya meningkat 0,94 persen pada tahun sebelumnya yang mencapai 244.325,4 ton dengan penurunan nilai produksi sebesar 12,65 persen dari tahun 2005 yang mencapai Rp. 883.246.141 ribu. Sebagian besar perikanan Bali meliputi sektor perikanan tambak, perikanan laut. Jembrana menjadi sentra daerah perikanan tambak. Untuk perikanan laut tangkap dan budidaya di Klungkung, Badung dan Kota Denpasar. Ketiga daerah ini juga menjadi sentra produksi ikan.
Kedepan, daerah Bali harus tetap mengembangkan industri pariwisata dan industri kretaif seperti hasil patung, seni lukis, dan hasil kebudayaan lain, termasuk perdagangan yang terkait dengan pariwisata seperti hotel dan restoran. Untuk itu, sarana dan prasarana pariwisata termasuk transportasi, hotel dan restoran perlu mengikuti perkembangan modern dunia. Perdagangan dan sektor jasa-jasa juga harus berkembang dimasa mendatang.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Bali |
| Ibu Kota | : | Denpasar |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 5.632 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 8 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 1 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | 56 Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 1.635.415 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 1.627.881 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 3.255.762 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Bali
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Bali
| Bintang | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kamar | 20.004,00 | Kabupaten Badung | 15.477,00 | unit |
| Kota Denpasar Salah | 3.077,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 549,00 | |||
| Jumlah Hotel | 147,00 | Kabupaten Badung | 93,00 | unit |
| Kota Denpasar Salah | 24,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 14,00 |
Hotel
| Hotel dan Akomodasi | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Hotel Non Bintang dan Akomodasi | 1.488,00 | Kabupaten Gianyar | 435,00 | unit |
| Kabupaten Badung | 346,00 | |||
| Kota Denpasar Salah | 232,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 168,00 | |||
| Kabupaten Karangasem | 159,00 | |||
| Hotel Berbintang dan Akomodasi | 147,00 | Kabupaten Badung | 93,00 | unit |
| Kota Denpasar Salah | 24,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 14,00 | |||
| Hotel Bintang 3 | 38,00 | Kabupaten Badung | 21,00 | unit |
| Kota Denpasar Salah | 7,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 4,00 | |||
| Hotel Bintang 5 | 38,00 | Kabupaten Badung | 28,00 | unit |
| Kabupaten Gianyar | 4,00 | |||
| Kota Denpasar Salah | 3,00 | |||
| Hotel Bintang 2 | 30,00 | Kota Denpasar Salah | 7,00 | unit |
| Kabupaten Badung | 3,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 2,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 1,00 | |||
| Hotel Bintang 4 | 30,00 | Kabupaten Badung | 21,00 | unit |
| Kabupaten Gianyar | 4,00 | |||
| Kota Denpasar Salah | 2,00 | |||
| Kabupaten Karangasem | 2,00 | |||
| Hotel Bintang 1 | 11,00 | Kota Denpasar Salah | 5,00 | unit |
| Kabupaten Badung | 3,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 2,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 1,00 |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Komoditi Ekspor Lainnya | 168.952.330,00 | US Dollar | ||
| Barang Perhiasan Perak | 28.575.012,00 | US Dollar | ||
| Tuna Bersirip Kuning Segar dan Beku | 17.542.966,00 | US Dollar | ||
| Tuna Segar dan Beku Lainnya | 15.391.652,00 | US Dollar | ||
| Pakaian Wanita dengan Bahan Selain Batik | 10.831.958,00 | US Dollar | ||
| Barang Perak dan Bagiannya | 7.785.014,00 | US Dollar | ||
| Patung atau Barang dari Kayu | 7.703.042,00 | US Dollar | ||
| Permata Belum Jadi | 7.633.053,00 | US Dollar | ||
| Batubara Bituminous | 7.500.857,00 | US Dollar | ||
| T-shirt atau Barang dari Wol | 7.094.185,00 | US Dollar |
Restoran
| Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan | |
|---|---|---|---|---|
| Restoran | 1.264,00 | Kabupaten Badung | 518,00 | unit |
| Kabupaten Gianyar | 237,00 | |||
| Kota Denpasar Salah | 236,00 | |||
| Kabupaten Karangasem | 105,00 | |||
| Tempat Duduk Restoran | 88.927,00 | Kabupaten Badung | 34.345,00 | unit |
| Kota Denpasar Salah | 24.448,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 11.222,00 | |||
| Kabupaten Karangasem | 7.135,00 |
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Perikanan
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Produksi Ikan | 246.615,00 | Kabupaten Klungkung | 108.325,20 | ton |
| Kabupaten Badung | 58.918,90 | |||
| Kota Denpasar Salah | 35.549,60 | |||
| Kabupaten Jembrana | 19.699,50 | |||
| Kabupaten Buleleng | 12.739,10 | |||
| Perikanan Laut (tangkap+budidaya) | 242.009,20 | Kabupaten Klungkung | 108.325,00 | ton |
| Kabupaten Badung | 58.800,80 | |||
| Kota Denpasar Salah | 35.468,30 | |||
| Ikan Tambak | 2.795,10 | Kabupaten Jembrana | 2.024,10 | ton |
| Kabupaten Buleleng | 698,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kambing | 70.785,00 | Kabupaten Buleleng | 26.983,00 | ton |
| Kabupaten Karangasem | 18.141,00 | |||
| Kabupaten Jembrana | 15.578,00 | |||
| Ayam Ras | 13.505.944,00 | Kabupaten Tabanan | 3.760.393,00 | ekor |
| Kabupaten Karangasem | 2.066.030,00 | |||
| Kabupaten Bangli | 2.003.287,00 | |||
| Ayam Buras | 4.508.254,00 | Kabupaten Jembrana | 761.360,00 | ekor |
| Kabupaten Karangasem | 724.209,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 721.362,00 | |||
| Kabupaten Badung | 657.245,00 | |||
| Babi | 860.336,00 | Kabupaten Buleleng | 199.605,00 | ekor |
| Kabupaten Karangasem | 158.842,00 | |||
| Itik | 653.943,00 | Kabupaten Gianyar | 138.621,00 | ekor |
| Kabupaten Tabanan | 137.865,00 | |||
| Sapi | 613.241,00 | Kabupaten Karangasem | 146.343,00 | ekor |
| Kabupaten Buleleng | 131.379,00 | |||
| Sapi Potong | 613.241,00 | Kabupaten Karangasem | 146.343,00 | ekor |
| Kabupaten Buleleng | 131.379,00 | |||
| Kerbau | 6.775,00 | Kabupaten Jembrana | 5.727,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Produksi Daging | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Babi | 69.726,24 | ton | ||
| Ayam | 24.548,29 | ton | ||
| Sapi | 6.183,96 | ton | ||
| Kambing | 1.222,16 | ton |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Produksi Telur | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ayam | 34.173,20 | ton | ||
| Itik | 3.236,70 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 137.361,00 | Kabupaten Bangli | 57.330,90 | ton |
| Kabupaten Jembrana | 26.341,30 | |||
| Kabupaten Buleleng | 20.117,10 | |||
| Kabupaten Gianyar | 10.056,70 | |||
| Jeruk | 83.454,00 | Kabupaten Bangli | 71.007,10 | ton |
| Kabupaten Buleleng | 5.794,30 | |||
| Kabupaten Badung | 5.159,90 | |||
| Mangga | 45.760,00 | Kabupaten Buleleng | 29.505,00 | ton |
| Kabupaten Karangasem | 8.588,30 | |||
| Kabupaten Jembrana | 2.597,90 | |||
| Salak | 38.892,00 | Kabupaten Karangasem | 33.564,00 | ton |
| Kabupaten Bangli | 4.993,70 | |||
| Nangka | 24.020,00 | Kabupaten Karangasem | 8.886,30 | ton |
| Kabupaten Bangli | 8.547,40 | |||
| Kabupaten Buleleng | 2.874,70 | |||
| Kabupaten Gianyar | 2.227,50 | |||
| Pepaya | 17.331,00 | Kabupaten Bangli | 5.552,50 | ton |
| Kabupaten Jembrana | 3.584,40 | |||
| Kabupaten Karangasem | 2.636,50 | |||
| Rambutan | 16.696,00 | Kabupaten Buleleng | 14.521,50 | ton |
| Kabupaten Jembrana | 854,50 | |||
| Kabupaten Bangli | 853,10 | |||
| Anggur | 13.594,00 | Kabupaten Buleleng | 13.593,80 | ton |
| Semangka | 12.922,00 | Kabupaten Jembrana | 8.789,90 | ton |
| Kabupaten Tabanan | 1.203,90 | |||
| Kota Denpasar Salah | 1.196,70 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi(sawah+ladang) | 840.891,00 | Kabupaten Tabanan | 239.182,00 | ton |
| Kabupaten Gianyar | 166.881,00 | |||
| Kabupaten Badung | 117.892,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 110.609,00 | |||
| Ubi Kayu | 159.058,00 | Kabupaten Karangasem | 86.238,00 | ton |
| Kabupaten Bangli | 29.716,00 | |||
| Kabupaten Klungkung | 17.538,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 12.293,00 | |||
| Ubi Jalar | 92.078,00 | Kabupaten Klungkung | 48.909,00 | ton |
| Kabupaten Karangasem | 24.886,00 | |||
| Jagung | 78.105,00 | Kabupaten Buleleng | 26.127,00 | ton |
| Kabupaten Karangasem | 20.453,00 | |||
| Kabupaten Klungkung | 14.438,00 | |||
| Kabupaten Bangli | 12.253,00 | |||
| Kacang Tanah | 18.404,00 | Kabupaten Karangasem | 7.750,00 | ton |
| Kabupaten Bangli | 4.898,00 | |||
| Kabupaten Klungkung | 2.234,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 1.711,00 | |||
| Kedelai | 10.845,00 | Kabupaten Badung | 2.942,00 | ton |
| Kabupaten Badung | 2.942,00 | |||
| Kabupaten Jembrana | 2.654,00 | |||
| Kabupaten Jembrana | 2.654,00 | |||
| Kabupaten Klungkung | 1.388,00 | |||
| Kabupaten Klungkung | 1.388,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 1.249,00 | |||
| Kabupaten Gianyar | 1.249,00 | |||
| Kota Denpasar Salah | 1.126,00 | |||
| Kota Denpasar Salah | 1.126,00 | |||
| Kacang Hijau | 1.260,00 | Kabupaten Karangasem | 588,00 | ton |
| Kabupaten Buleleng | 488,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kubis | 41.038,00 | Kabupaten Tabanan | 26.846,00 | ton |
| Kabupaten Bangli | 10.122,00 | |||
| Kabupaten Buleleng | 3.667,00 | |||
| Cabai | 39.026,00 | Kabupaten Tabanan | 10.270,00 | ton |
| Kabupaten Karangasem | 7.356,00 | |||
| Kabupaten Klungkung | 5.918,00 | |||
| Kabupaten Bangli | 5.664,00 | |||
| Sawi | 35.300,00 | Kabupaten Tabanan | 18.076,00 | ton |
| Kota Denpasar Salah | 12.069,00 | |||
| Kabupaten Karangasem | 1.731,00 | |||
| Kabupaten Klungkung | 1.563,00 | |||
| Tomat | 27.158,00 | Kabupaten Tabanan | 15.387,00 | ton |
| Kabupaten Bangli | 5.815,00 | |||
| Kabupaten Karangasem | 1.920,00 | |||
| Bawang Merah | 11.106,00 | Kabupaten Bangli | 8.282,00 | ton |
| Kabupaten Karangasem | 2.362,00 | |||
| Kangkung | 10.919,00 | Kota Denpasar Salah | 6.902,00 | ton |
| Kabupaten Gianyar | 1.850,00 | |||
| Kabupaten Tabanan | 1.191,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Dalam | 65.054,08 | Kabupaten Jembrana | 17.564,65 | ton |
| Kabupaten Karangasem | 14.923,61 | |||
| Kabupaten Tabanan | 13.904,54 | |||
| Kabupaten Buleleng | 7.884,02 | |||
| Kopi Robusta | 11.627,45 | Kabupaten Buleleng | 5.411,61 | ton |
| Kabupaten Tabanan | 5.261,07 | |||
| Kakao | 5.679,72 | Kabupaten Tabanan | 2.453,02 | ton |
| Kabupaten Jembrana | 2.199,29 | |||
| Kabupaten Buleleng | 420,74 | |||
| Cengkeh | 3.208,25 | Kabupaten Buleleng | 1.978,67 | ton |
| Kabupaten Tabanan | 469,60 | |||
| Kabupaten Jembrana | 461,92 | |||
| Jambu Mete | 2.976,76 | Kabupaten Karangasem | 2.281,18 | ton |
| Kabupaten Buleleng | 534,44 | |||
| Kopi Arabika | 2.679,06 | Kabupaten Klungkung | 1.590,24 | ton |
| Kabupaten Buleleng | 740,81 | |||
| Tembakau Virginia | 1.627,55 | Kabupaten Buleleng | 1.627,55 | ton |
| Kelapa Deres | 1.079,28 | Kabupaten Jembrana | 833,58 | ton |
| Kabupaten Klungkung | 245,70 |
JASA-JASA
Swasta
| Biro Perjalanan Wisata | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Lokasi Denpasar | 202,00 | unit | ||
| Lokasi Kuta | 162,00 | unit | ||
| Lokasi Sanur | 53,00 | unit |
Sumber : Bali dalam Angka 2007, BPS Propinsi Bali.

