
KALIMANTAN SELATAN
Sektor pertanian menyumbang kontribusi terbesar bagi PDRB propinsi Kalimantan Selatan. Dari keseluruhan PDRB yang mencapai Rp 24,27 Trilyun, sumbangan sektor pertanian sebesar Rp 5,96 Trilyun atau 24,54 persen. Sektor lainnya yang berperan signifikan bagi PDRB adalah Pertambangan dan penggalian 21,29 persen, perdagangan, hotel dan restoran 15,28 persen, dan sektor industri pengolahan 11,71 persen.
Pada sektor pertanian, nilai produksi terbesar dihasilkan subsektor tanaman bahan pangan, yaitu sebesar Rp 2,67 Trilyun. Untuk tanaman bahan pangan ini, tanaman dengan produksi signifikan adalah padi, ubi kayu, dan jagung. Terdapat beberapa kabupaten andalan untuk produksi ketiga bahan pangan ini yaitu Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Singai Selatan, Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. Ke enam kabupaten tersebut cocok untuk dijadikan klaster tanaman bahan pangan.
Jenis tanaman lain yang banyak diusahakan para petani di Kalimantan Selatan adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Jumlah produksi sayuran sebesar 55.425 ton. Tanaman dengan produksi signifikan diantaranya adalah kacang panjang, ketimun, dan bayam. Sedangkan jumlah produksi buah-buahan sebesar 259.716 ton dengan tanaman andalannya jeruk siam, pisang, dan rambutan.
Untuk tanaman perkebunan, jenis tanaman unggulan Kalimantan Selatan adalah karet, kelapa, dan kelapa sawit. Produksi karet sebesar 88.330,33 ton. Klaster karet cocok dikembangkan di Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah. Sedangkan produksi kelapa sebesar 30.656.31 ton. Sementara produksi kelapa sawit sebesar 25.302,42 ton.
Untuk subsektor peternakan, ternak andalan daerah ini adalah Sapi dan Kerbau untuk ternak besar, Kambing dan Babi untuk ternak kecil, dan Ayam Ras pegaging dan Ayam Buras untuk ternak unggas. Pada sektor peternakan ini, Kabupaten Tanah Laut unggul dalam populasi ternak Sapi dan Ayam Ras pedaging. Sedangkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah unggul dalam jenis ternak kecil terutama Kambing dan Babi.
Untuk produksi perikanan, yang tertinggi adalah produksi ikan laut, yaitu sebesar 121.494,80 ton. Kabupaten andalan penghasil ikan laut adalah Kotabaru, Tanah Laut dan Tanah Bumbu. Nilai Produksi perikanan laut lebih dari Rp 1 Trilyun, jauh menelibihi nilai produksi perikanan darat yang hanya Rp 708 Milyar. Dari nilai produksi ikan laut sebesar Rp 1 Trilyun tersebut, hampir setengahnya dihasilkan Kabupaten Kotabaru. Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan sebaiknya menjadikan tiga kabupaten penghasil terbesar ikan laut yaitu Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu sebagai daerah klaster perikanan laut.
Potensi di sektor perikanan dan kelautan di Kalsel boleh dibilang berlimpah dan akan menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan bila digarap maksimal, apalagi dilengkapi dengan sentuhan teknologi canggih.
Potensi sektor ini cukup besar, yaitu memiliki Garis Pantai 1.330 Km, Perairan Umum 1.000.000 ha, Kolam 2.400 ha, Tambak 53.382 ha dan Mina Padi 3.752 ha, sedangkan dari produksi pada kurun waktu lima tahun terakhir 2005 – 2008 terjadi peningkatan produksi perikanan. Pada tahun 2007 menunjukkan total produksi perikanan sebanyak 114.876 Ton, meningkat menjadi 178.924 Ton pada tahun 2008.
Berdasarkan data BPS Pertanian (2007), Kalimantan Selatan telah berhasil mengekspor produk perikanan sebesar 3.148.745,90 Kg dengan nilai ekspor US $ 13.388.101,30. Nilai tertinggi dihasilkan oleh udang beku, yaitu sebesar US $ 13.038.686,20. Angka ini berbeda dengan data BPS pada bagian perdagangan, pada bagian ini tertera data ekspor produk perikanan bernilai US$ 11, 85 juta. Sedangkan realisasi ekspor Kalimantan Selatan secara keseluruhan sebesar US $ 2,6 Milyar dengan nilai tertinggi berasal dari produk pertambangan.
Di wilayah Kalses banyak dilalui sungai besar dan kanal. Banyak kegiatan masyarakat dilakukan di sungai termasuk perdagangan yang dikenal dengan pasar terapung. Penduduk Banjarmasin masih banyak yang tinggal di atas air. Rumah-rumah penduduk dibangun di atas rakit dipinggir sungai.
Budaya sungai terus berkembang, memberikan corak budaya yang menarik. Salah satu kegiatan wisata paling menarik di Banjarmasin adalah berjalan-jalan menyusuri sungai. Daerah pinggiran kota pemandangan alam sungainya masih asli dan wisatawan dapat menyusuri sepanjang sungai Martapura dan Barito dengan menggunakan perahu Klotok dan Speedboat. Pusat Kota Banjarmasin terletak di sepanjang jalan Pasar Baru, sementara kawasan perkantoran khususnya Bank terdapat di jalan Lambung Mangkurat.
Sebagian besar kegiatan masyarakat di Banjarmasin terjadi sungai atau disekitar sungai. Oleh karena itu sangat menarik menyaksikan kehidupan Kota dari tengah sungai. Wisatawan dapat menyewakan perahu motor yang mangkal di tepi sungai dengan tarif sekitar Rp. 75.000 per jam guna memulai perjalanan menyusuri sungai melewati sejumlah lokasi penarikan dengan waktu tempuh dua hingga tiga jam. Pasar Terapung merupakan pasar tradisional yang sudah ada sejak dulu dan merupakan refleksi budaya sungai orang Banjar. Pasar yang khas dan unik ini tempat melakukan transaksi dengan menggunakan perahu besar maupun kecil yang berdatangan dari berbagai pelosok.
Wisatawan harus datang pagi-pagi untuk dapat melihat kesibukan Pasar Terapung ini. Salah satu Pasar Terapung di Banjarmasin adalah Pasar Kuin yang terletak di persimpangan antara Sungai Kuin dan Sungai Barito.
Sejak dahulu Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan terkenal dengan hasil kayu dan rotan. Pada masa lalu kayu yang ditebang langsung dikirim keluar Kalimantan, tetapi saat ini sebelum dikirim keluar daerah terlebih dahulu diolah menjadi bahan setengah jadi, demikian juga untuk industri rotan.
Sasirangan adalah batik khas Kalsel yang pada jaman dulu digunakan untuk mengusir roh jahat dan hanya dipakai kalangan orang-orang terdahulu seperti keturunan raja dan bangsawan. Proses pembuatan masih dikerjakan secara tradisional. Salah satu Landmark Kota Banjarmaisn adalah Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang berada dijalan Jendral Sudirman. Mesjid Raya Sabilal Muhtadin berdiri megah dijantung kota Banjarmasin menghadap Sungai Martapura. Bangunan Masjid arsitektur modern dengan di kelilingi lima menara yang menjulang tinggi serta taman masjid yang luas dan indah.
Di Kota Banjarbaru yang terletak di Tenggara Kota Banjarmasin memiliki Museum yang berisi benda-benda peninggalan Suku Banjar dan Dayak. Patung-patung yang berasal dari Candi Hindu yang ada di Kalimantan terdapat di Museum Lambung Mangkurat ini. Juga terdapat meriam, pedang dan benda lain sisa-sisa perang melawan Belanda. Koleksi Museum Lambung Mangkurat lainnya peralatan Sunat Tradisional Banjar seperti Pisau dan Daun yang digunakan sebagai Antibiotic.
Koleksi paling menarik dari Museum Lambung Mangkurat ini adalah benda-benda hasil penggalian dari Candi-Candi Hindu seperti Candi Laras di Rantau dan Candi Agung di Amuntai. Di Kalimantan Timur antara lain Patung Sapi Nandi dan Symbol Alat Kelamin Dewa Syiwa yang disebut Lingang. Sisa-sisa Candi Laras terdapat di Desa Margasari, di dekat Kota Rantau, sedangkan sisa-sisa Candi Agung terdapat di Kota Amuntai berjarak 150 km dari Banjarmasin.
Barang koleksi Museum terdiri dari peninggalan Sultan Banjar, benda purbakala dari Candi Agung dan Candi Laras, Perkakas dari Batu, Ukiran Kayu Ulin, Perkakas Pertanian dan Perabot Rumah Tangga, Alat Musik Tradisional dan sebagainya.
Selain itu, di kawasan Pendulangan Intan Tradisional berada di Kecamatan Cempaka. Bagi penduduk Desa Cempaka, mendulang intan merupakan mata pencaharian turun temurun. Para pendulang biasanya berkelompokk mengali lobang pada kedalam sekitar 10-12 meter dengan menggunakan perkakas tradisional dan metode lama. Mereka bekerja keras mengadu nasib. Bahan galian tersebut selanjutnya dicuci untuk mencari sebutir Intan, terkadang pendulang menemukan pula Batu Akik dan Pasir Emas.
Cempaka adalah kawasan penambangan intan dan emas yang terletak 47 km dari Kota Banjarmasin dan 7 km dari Kota Banjarbaru. Di tempat ini pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para pekerja mencari Intan atau Emas di lobang-lobang penuh galian dan penuh lumpur. Dari catatan sejarah di tambang ini pernah ditemukan intan terbesar seberat 20 karat pada tahun 1846, rekor ini kemudian dipecahkan pada tahun 1850 dengan ditemukannya intan yang lebih besar lagi seberat 167,5 karat.
Sementara di Kabupaten Banjar, daya tarik kota adalah suasana pasar tradisional yang hanya digelar setiap hari Jumat. Pasar ini ramai dikunjungi para wanita Banjar dengan pakaian tradisional berwarna-warni. Di lokasi pasar ini terdapat sebuah bangunan pasar berbentuk tradisional Banjar dengan atap berwarna biru.
Di jantung Kota Martapura banyak ditemukan rumah-rumah tempat penggosokan intan baik secara tradisional maupun modern yang terkenal adalah penggosokan Intan Tradisional Kayu Tangi Martapura. Di sini intan dan batuan digosok secara tradisional dengan berbagai macam bentuk.
Selain terdapat penggosokan Batu Aji, tidak kalah menariknya adalah kerajinan Manik-manik atau hiasan Arguci yang dikerjakan secara unik dan berkelompok-kelompok oleh para pengrajin di Desa Melayu, Kecamatan Martapura. Pemasarannya sampai ke Negara Malaysia dan Brunai Darussalam.
Danau Riam Kanan merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berlokasi di Desa Aranio, Kecamatan Aranio. Berjarak sekitar 65 km dari Kota Banjarmasin. Pegunungan Meratus yang indah dan hijau mengelilingi Danau Riam Kanan yang luasnya 8000 hektar. Pulau Pinus yang terletak di tengah danau merupakan tempat-tempat ideal untuk berekreasi keluarga sambil menikmati kedamaian alam. Air danau yang jernih dan tenang sangatlah ideal pula untuk bertamasya air, berenang, maupun memancing.
Tidak jauh dari Kota Martapura terdapat obyek wisata budaya yaitu Desa Kelampayan Kecamatan Astambul, sebuah Makam Ulama besar yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, penyebar agama Islam di Kalimantan, makam ini banyak dikunjungi peziarah yang datang dari Malaysia dan Brunai Darussalam.
Di kabupaten Tapin terdapat Goa Batu Hapu yang terletak di Desa Batu Hapu Kecamatan Hatungun merupakan goa yang mempunyai panorama luar biasa mempunyai stalagnit dan stalagmit menghiasi dalam goa yang dapat menggugah kebesaran Tuhan. Goa Batu Hapu letaknya dari pasar Binuang masuk sejauh 16 km dengan jalan yang sudah cukup baik, ditempuh dengan jalan santai sambil menikmati pemandangan kehidupan pedesaan dan nuansa alam pegunungan selama 30 menit, goa ini terletak dipegunungan sehingga yang mempunyai hobi tantangan panjat tebing disinilah nyalinya diuji, tetapi resiko ditanggung sendiri karena belum di asuransikan, masyarakat disekitar goa siap bermitra dengan waisatawan yang berkeinginan bermalam sambil menikmati makanan dan kehidupan masyarakat pedesaan.
Makam Datu atau Ulama telah di renovasi dan mendapatkan penambahan fasilitas sebagai upaya memfasilitasi peziarah yang merupakan salah satu budaya masyarakat yang bernuansa keagamaan, yang merupakan kekuatan pengembangan obyek wisata kabupaten Tapin sebagai wisata relegius.
Di Hulu Sungai Selatan, Kandangan merupakan kota transit bagi kendaraan Kota Banjarmasin yang akan menuju ke Kota Nagara. Kota kecil ini memiliki terminal yang sibuk dan sebuah bangunan pasar tua dengan bentuk arsitektur yang mengesankan peninggalan era kolonial. Nagara merupakan kota kecil yang ditempati Sungai Nagara (cabang Sungai Barito) dan sering meluap. Karena itu, rumah penduduk di tenpat ini umumnya adalah rumah yang dibangun di atas tiang-tiang tinggi. Pada saat musim hujan, hampir seluruh bagian kota tertutup air kecuali jalan yang sengaja dibuat tinggi, namun pada puncak musim hujan, permukaan jalan juga tertutup air sehingga Nagara berubah menjadi semacam “Kota Air”.
Gunung Kentawan lebih dikenal sebagai lambang sari kawasan Loksado karena letaknya strategis dan dapat dilihat dari berbagai penjuru. Gunung ini adalah kawasan hutan lindung berupa gunung batu yang ditumbuhi pepohonan disekelilingnya, di dalamnya terdapat aneka jenis flora termasuk anggrek Hutan dan fauna yang dilindungi seperti Bekantan, Owa-Owa, Raja Udang.
Air Panas Tanuhi merupakan obyek wisata yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi, disamping pemandangan yang indah juga tersedia beberapa fasilitas : Cottag Type A dan B, Gazebo, Aula untuk pertemuaan, Kolam Renang, Kolam Berendam, Kolam Air Panas dari Panas Alam.
Balai Adat Malaris adalah yang paling besar diantara bali yang lain dikawasan Loksado, berbeda dengan balia adat lainnya, balai ini masih dihuni dimana ada 40 keluarga besar. Berjarak 2,5 km dari Loksado. Tidak jauh dari Balai Malaris terdapat sebuah bendungan pembangkit tenaga listrik dan sebuah riam untuk bemandi ria, yaitu Riam Berajang dan Riam Anai.
Kawasan Loksado memiliki hutan primer banyak ditumbuhi pepohonan dan kayu-kayuan yang beraneka ragam. Jenis pohon yang tumbuh diwilayah ini adalah seperti: Meranti, Sungkai, Ulin, Karet, Kayu Manis, dan jenis pohon buah-buahan serta aneka jenis bunga Anggrek.
Arung Jeram dengan rakit bambu di sungai Amandit adalah puncak dari kegiatan perjalanan setelah beberapa hari. Kegiatan inilah yang paling banyak disukai oleh banyak wisatawan. Ada beberapa lokasi yang bagus untuk memulai perjalanan dengan tingkat kesulitan dan waktu tempuh yang bervariasi tergantung dari keinginan wisatawan itu sendiri.
Air terjun Haratai terletak di desa lebih kurang 15 menit perjalanan dari Balai Haratai, dapat ditempuh dengan memasuki hutan bambu dan perkebuna karet atau kayu manis. Air terjun tersebut bertingkat tiga dengan ketinggian masing-masing 13 meter.
Air Terjun Riam Anai sekitar 2 km dari desa Malaris Kecamatan Loksado merupakan air terjun yang sangat deras dengan ketinggian 4 meter. Dan Air Terjun Kilat Api terletak di desa Tanuhi 4 km dari penginapan/cottage Tanuhi.
Sementara untuk wisata religius di Hulu Sungai Tengah, antara lain Mesjid Al-A'la di desa Jatuh, Kecamatan Pandawan merupakan mesjid tertua di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Masjid ini merupakan cikal bakal berkibarnya bendera dakwah syiar agama Islam di sana.
Wisata religius lain yang dapat dilakukan adalah mengunjungi Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih yang mendidik ribuan calon ulama muda dan pemimpin umat masa depan.
Untuk kegiatan wisata alam ada obyek wisata air panas di kaki bukit yang hijau dimana terdapat sumber air panas yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Di sini terdapat pula kolam okan dan kolam pancing yang selalu ramai di kunjungi masyarakat setempat. Obyek wisata Pagat Batu Benawa memiliki panorama alam yang indah. Alamnya yang indah, air yang jernih, dan alamnya yang damai membuat lokasi wisata ini banyak dikunjungi wisatawan. Lok Laga Ria adalah obyek yang berada di Kecamatan Haruyan dikelilingi hutan. Sungainya banyak memiliki arum jeram.
Kawasan wisata Nateh di Kecamatan Batang Alai Timur, sekitar 15 km dari Kota Barabai memiliki panorama alam yang indah. Di sini bertebaran bukit-bukit batu raksasa yang kaya dengan pesona goa dan sungai berair jernih.
Goa Liang Hadangan memiliki stalagnit dan stalagmit dengan panorama alam yang sangat mengesankan. Gunung Batu Benawa merupakan lokasi perkemahan yang digemari para pecinta alam.
Kota Amuntai, Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Obyek wisata di daerah ini antara lain Situs Candi Agung, peninggalan kerajaan Negara Dipa yang dibangun Empu Jatmika abad ke XIV Masehi. Dari kerajaan inilah akhirnya melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Kota Banjarmasin.
Di Kabupaten Tabalong, obyek wisata Kinarum Indah sangat menarik karena riak dan hempasan air mengalir di sela-sela batu hampar yang luas. Batu ini mempunyai legenda tersendiri sesuai dengan beda warnanya. Dari cerita rakyat, batu itu jatuh ketika sedang di bawa oleh seorang sakti yang bermaksud membendung Sungai Jaing guna mencari sang Putri. Hingga sekarang lokasi Kinarum Indah sering dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat meminta hajat keselamatan sesuai dengan adat budaya masyarakat Dayak setempat.
Di Kabupaten Tanah Laut antara lain terdapat obyek wisata pantai Swarangan terletak di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong. Pantai Batu Lima terletak di Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung, dari ibukota Kabupaten Tanah Laut (Pelaihari).
Bukit Khayangan memiliki pesona yang memukau dengan pemandangan perbukitan dan hamparan perkebunan Kelapa Sawit.
Di Kabupaten Tanah Bumbu terdapat Pantai yang panjang sekitar 200 km, dengan panorama indah. Masyarakat yang datang ke Kabupaten Tanah Bumbu setelah melewati Kecamatan Sungai Loban menuju Pagatan akan disambut dengan sejuknya udara laut. Ada tiga lokasi yang dijadikan obyek wisata pantai antara lain wisata Pantai Rindu Alam, Pulau Salak dan Pulau Pagatan.
Obyek wisata alam lainnya adalah sebuah pulau yang terletak di selat laut dan berbatasan dengan Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru dengan luas wilayah sekitar 4500 m² dengan panjang sekitar 15 km terletak memisah.
Selanjutnya, kurang lengkap kalu belum wisata ke Kabupaten Kotabaru kalau kita belum mengunjungi pantai Gedambaan 14 km dari Kota Kotabaru dengan pemandangan yang khas dan ditambah sarana pendukung seperti Cottage (penginapan), Mushola, Kolam Pemancingan dan Warung Makan serta tempat duduk yang banyak tersedia. Batu Jodoh terletak di Pantai Aru Kecamatan Pulau Laut Selatan merupakan tempat yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat terkabul segala ikrar sepasang kekasih.
Di Kabupaten Marabahan didalam kota kecil sekitar 65 km dari Kota Banjarmasin ke Hulu Sungai Barito. Di kota ini wisatawan dapat melihat rumah-rumah tua bergaya tradisional Banjar yang terbuat dari kayu di pinggir sungai dengan suasana kehidupan masyarakat disekitar sungai. Dari Marabahan anda dapat menyewa perahu motor ke Margasari yaitu sebuah desa yang menghasilkan aneka barang kerajinan tangan terbuat dari rotan dan bambu seperti Tas, Bakul, Kipas Tangan dan Topi.
Pada sektor pertanian, nilai produksi terbesar dihasilkan subsektor tanaman bahan pangan, yaitu sebesar Rp 2,67 Trilyun. Untuk tanaman bahan pangan ini, tanaman dengan produksi signifikan adalah padi, ubi kayu, dan jagung. Terdapat beberapa kabupaten andalan untuk produksi ketiga bahan pangan ini yaitu Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Singai Selatan, Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. Ke enam kabupaten tersebut cocok untuk dijadikan klaster tanaman bahan pangan.
Jenis tanaman lain yang banyak diusahakan para petani di Kalimantan Selatan adalah sayur-sayuran dan buah-buahan. Jumlah produksi sayuran sebesar 55.425 ton. Tanaman dengan produksi signifikan diantaranya adalah kacang panjang, ketimun, dan bayam. Sedangkan jumlah produksi buah-buahan sebesar 259.716 ton dengan tanaman andalannya jeruk siam, pisang, dan rambutan.
Untuk tanaman perkebunan, jenis tanaman unggulan Kalimantan Selatan adalah karet, kelapa, dan kelapa sawit. Produksi karet sebesar 88.330,33 ton. Klaster karet cocok dikembangkan di Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah. Sedangkan produksi kelapa sebesar 30.656.31 ton. Sementara produksi kelapa sawit sebesar 25.302,42 ton.
Untuk subsektor peternakan, ternak andalan daerah ini adalah Sapi dan Kerbau untuk ternak besar, Kambing dan Babi untuk ternak kecil, dan Ayam Ras pegaging dan Ayam Buras untuk ternak unggas. Pada sektor peternakan ini, Kabupaten Tanah Laut unggul dalam populasi ternak Sapi dan Ayam Ras pedaging. Sedangkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah unggul dalam jenis ternak kecil terutama Kambing dan Babi.
Untuk produksi perikanan, yang tertinggi adalah produksi ikan laut, yaitu sebesar 121.494,80 ton. Kabupaten andalan penghasil ikan laut adalah Kotabaru, Tanah Laut dan Tanah Bumbu. Nilai Produksi perikanan laut lebih dari Rp 1 Trilyun, jauh menelibihi nilai produksi perikanan darat yang hanya Rp 708 Milyar. Dari nilai produksi ikan laut sebesar Rp 1 Trilyun tersebut, hampir setengahnya dihasilkan Kabupaten Kotabaru. Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan sebaiknya menjadikan tiga kabupaten penghasil terbesar ikan laut yaitu Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu sebagai daerah klaster perikanan laut.
Potensi di sektor perikanan dan kelautan di Kalsel boleh dibilang berlimpah dan akan menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan bila digarap maksimal, apalagi dilengkapi dengan sentuhan teknologi canggih.
Potensi sektor ini cukup besar, yaitu memiliki Garis Pantai 1.330 Km, Perairan Umum 1.000.000 ha, Kolam 2.400 ha, Tambak 53.382 ha dan Mina Padi 3.752 ha, sedangkan dari produksi pada kurun waktu lima tahun terakhir 2005 – 2008 terjadi peningkatan produksi perikanan. Pada tahun 2007 menunjukkan total produksi perikanan sebanyak 114.876 Ton, meningkat menjadi 178.924 Ton pada tahun 2008.
Berdasarkan data BPS Pertanian (2007), Kalimantan Selatan telah berhasil mengekspor produk perikanan sebesar 3.148.745,90 Kg dengan nilai ekspor US $ 13.388.101,30. Nilai tertinggi dihasilkan oleh udang beku, yaitu sebesar US $ 13.038.686,20. Angka ini berbeda dengan data BPS pada bagian perdagangan, pada bagian ini tertera data ekspor produk perikanan bernilai US$ 11, 85 juta. Sedangkan realisasi ekspor Kalimantan Selatan secara keseluruhan sebesar US $ 2,6 Milyar dengan nilai tertinggi berasal dari produk pertambangan.
Di wilayah Kalses banyak dilalui sungai besar dan kanal. Banyak kegiatan masyarakat dilakukan di sungai termasuk perdagangan yang dikenal dengan pasar terapung. Penduduk Banjarmasin masih banyak yang tinggal di atas air. Rumah-rumah penduduk dibangun di atas rakit dipinggir sungai.
Budaya sungai terus berkembang, memberikan corak budaya yang menarik. Salah satu kegiatan wisata paling menarik di Banjarmasin adalah berjalan-jalan menyusuri sungai. Daerah pinggiran kota pemandangan alam sungainya masih asli dan wisatawan dapat menyusuri sepanjang sungai Martapura dan Barito dengan menggunakan perahu Klotok dan Speedboat. Pusat Kota Banjarmasin terletak di sepanjang jalan Pasar Baru, sementara kawasan perkantoran khususnya Bank terdapat di jalan Lambung Mangkurat.
Sebagian besar kegiatan masyarakat di Banjarmasin terjadi sungai atau disekitar sungai. Oleh karena itu sangat menarik menyaksikan kehidupan Kota dari tengah sungai. Wisatawan dapat menyewakan perahu motor yang mangkal di tepi sungai dengan tarif sekitar Rp. 75.000 per jam guna memulai perjalanan menyusuri sungai melewati sejumlah lokasi penarikan dengan waktu tempuh dua hingga tiga jam. Pasar Terapung merupakan pasar tradisional yang sudah ada sejak dulu dan merupakan refleksi budaya sungai orang Banjar. Pasar yang khas dan unik ini tempat melakukan transaksi dengan menggunakan perahu besar maupun kecil yang berdatangan dari berbagai pelosok.
Wisatawan harus datang pagi-pagi untuk dapat melihat kesibukan Pasar Terapung ini. Salah satu Pasar Terapung di Banjarmasin adalah Pasar Kuin yang terletak di persimpangan antara Sungai Kuin dan Sungai Barito.
Sejak dahulu Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan terkenal dengan hasil kayu dan rotan. Pada masa lalu kayu yang ditebang langsung dikirim keluar Kalimantan, tetapi saat ini sebelum dikirim keluar daerah terlebih dahulu diolah menjadi bahan setengah jadi, demikian juga untuk industri rotan.
Sasirangan adalah batik khas Kalsel yang pada jaman dulu digunakan untuk mengusir roh jahat dan hanya dipakai kalangan orang-orang terdahulu seperti keturunan raja dan bangsawan. Proses pembuatan masih dikerjakan secara tradisional. Salah satu Landmark Kota Banjarmaisn adalah Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang berada dijalan Jendral Sudirman. Mesjid Raya Sabilal Muhtadin berdiri megah dijantung kota Banjarmasin menghadap Sungai Martapura. Bangunan Masjid arsitektur modern dengan di kelilingi lima menara yang menjulang tinggi serta taman masjid yang luas dan indah.
Di Kota Banjarbaru yang terletak di Tenggara Kota Banjarmasin memiliki Museum yang berisi benda-benda peninggalan Suku Banjar dan Dayak. Patung-patung yang berasal dari Candi Hindu yang ada di Kalimantan terdapat di Museum Lambung Mangkurat ini. Juga terdapat meriam, pedang dan benda lain sisa-sisa perang melawan Belanda. Koleksi Museum Lambung Mangkurat lainnya peralatan Sunat Tradisional Banjar seperti Pisau dan Daun yang digunakan sebagai Antibiotic.
Koleksi paling menarik dari Museum Lambung Mangkurat ini adalah benda-benda hasil penggalian dari Candi-Candi Hindu seperti Candi Laras di Rantau dan Candi Agung di Amuntai. Di Kalimantan Timur antara lain Patung Sapi Nandi dan Symbol Alat Kelamin Dewa Syiwa yang disebut Lingang. Sisa-sisa Candi Laras terdapat di Desa Margasari, di dekat Kota Rantau, sedangkan sisa-sisa Candi Agung terdapat di Kota Amuntai berjarak 150 km dari Banjarmasin.
Barang koleksi Museum terdiri dari peninggalan Sultan Banjar, benda purbakala dari Candi Agung dan Candi Laras, Perkakas dari Batu, Ukiran Kayu Ulin, Perkakas Pertanian dan Perabot Rumah Tangga, Alat Musik Tradisional dan sebagainya.
Selain itu, di kawasan Pendulangan Intan Tradisional berada di Kecamatan Cempaka. Bagi penduduk Desa Cempaka, mendulang intan merupakan mata pencaharian turun temurun. Para pendulang biasanya berkelompokk mengali lobang pada kedalam sekitar 10-12 meter dengan menggunakan perkakas tradisional dan metode lama. Mereka bekerja keras mengadu nasib. Bahan galian tersebut selanjutnya dicuci untuk mencari sebutir Intan, terkadang pendulang menemukan pula Batu Akik dan Pasir Emas.
Cempaka adalah kawasan penambangan intan dan emas yang terletak 47 km dari Kota Banjarmasin dan 7 km dari Kota Banjarbaru. Di tempat ini pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para pekerja mencari Intan atau Emas di lobang-lobang penuh galian dan penuh lumpur. Dari catatan sejarah di tambang ini pernah ditemukan intan terbesar seberat 20 karat pada tahun 1846, rekor ini kemudian dipecahkan pada tahun 1850 dengan ditemukannya intan yang lebih besar lagi seberat 167,5 karat.
Sementara di Kabupaten Banjar, daya tarik kota adalah suasana pasar tradisional yang hanya digelar setiap hari Jumat. Pasar ini ramai dikunjungi para wanita Banjar dengan pakaian tradisional berwarna-warni. Di lokasi pasar ini terdapat sebuah bangunan pasar berbentuk tradisional Banjar dengan atap berwarna biru.
Di jantung Kota Martapura banyak ditemukan rumah-rumah tempat penggosokan intan baik secara tradisional maupun modern yang terkenal adalah penggosokan Intan Tradisional Kayu Tangi Martapura. Di sini intan dan batuan digosok secara tradisional dengan berbagai macam bentuk.
Selain terdapat penggosokan Batu Aji, tidak kalah menariknya adalah kerajinan Manik-manik atau hiasan Arguci yang dikerjakan secara unik dan berkelompok-kelompok oleh para pengrajin di Desa Melayu, Kecamatan Martapura. Pemasarannya sampai ke Negara Malaysia dan Brunai Darussalam.
Danau Riam Kanan merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berlokasi di Desa Aranio, Kecamatan Aranio. Berjarak sekitar 65 km dari Kota Banjarmasin. Pegunungan Meratus yang indah dan hijau mengelilingi Danau Riam Kanan yang luasnya 8000 hektar. Pulau Pinus yang terletak di tengah danau merupakan tempat-tempat ideal untuk berekreasi keluarga sambil menikmati kedamaian alam. Air danau yang jernih dan tenang sangatlah ideal pula untuk bertamasya air, berenang, maupun memancing.
Tidak jauh dari Kota Martapura terdapat obyek wisata budaya yaitu Desa Kelampayan Kecamatan Astambul, sebuah Makam Ulama besar yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, penyebar agama Islam di Kalimantan, makam ini banyak dikunjungi peziarah yang datang dari Malaysia dan Brunai Darussalam.
Di kabupaten Tapin terdapat Goa Batu Hapu yang terletak di Desa Batu Hapu Kecamatan Hatungun merupakan goa yang mempunyai panorama luar biasa mempunyai stalagnit dan stalagmit menghiasi dalam goa yang dapat menggugah kebesaran Tuhan. Goa Batu Hapu letaknya dari pasar Binuang masuk sejauh 16 km dengan jalan yang sudah cukup baik, ditempuh dengan jalan santai sambil menikmati pemandangan kehidupan pedesaan dan nuansa alam pegunungan selama 30 menit, goa ini terletak dipegunungan sehingga yang mempunyai hobi tantangan panjat tebing disinilah nyalinya diuji, tetapi resiko ditanggung sendiri karena belum di asuransikan, masyarakat disekitar goa siap bermitra dengan waisatawan yang berkeinginan bermalam sambil menikmati makanan dan kehidupan masyarakat pedesaan.
Makam Datu atau Ulama telah di renovasi dan mendapatkan penambahan fasilitas sebagai upaya memfasilitasi peziarah yang merupakan salah satu budaya masyarakat yang bernuansa keagamaan, yang merupakan kekuatan pengembangan obyek wisata kabupaten Tapin sebagai wisata relegius.
Di Hulu Sungai Selatan, Kandangan merupakan kota transit bagi kendaraan Kota Banjarmasin yang akan menuju ke Kota Nagara. Kota kecil ini memiliki terminal yang sibuk dan sebuah bangunan pasar tua dengan bentuk arsitektur yang mengesankan peninggalan era kolonial. Nagara merupakan kota kecil yang ditempati Sungai Nagara (cabang Sungai Barito) dan sering meluap. Karena itu, rumah penduduk di tenpat ini umumnya adalah rumah yang dibangun di atas tiang-tiang tinggi. Pada saat musim hujan, hampir seluruh bagian kota tertutup air kecuali jalan yang sengaja dibuat tinggi, namun pada puncak musim hujan, permukaan jalan juga tertutup air sehingga Nagara berubah menjadi semacam “Kota Air”.
Gunung Kentawan lebih dikenal sebagai lambang sari kawasan Loksado karena letaknya strategis dan dapat dilihat dari berbagai penjuru. Gunung ini adalah kawasan hutan lindung berupa gunung batu yang ditumbuhi pepohonan disekelilingnya, di dalamnya terdapat aneka jenis flora termasuk anggrek Hutan dan fauna yang dilindungi seperti Bekantan, Owa-Owa, Raja Udang.
Air Panas Tanuhi merupakan obyek wisata yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi, disamping pemandangan yang indah juga tersedia beberapa fasilitas : Cottag Type A dan B, Gazebo, Aula untuk pertemuaan, Kolam Renang, Kolam Berendam, Kolam Air Panas dari Panas Alam.
Balai Adat Malaris adalah yang paling besar diantara bali yang lain dikawasan Loksado, berbeda dengan balia adat lainnya, balai ini masih dihuni dimana ada 40 keluarga besar. Berjarak 2,5 km dari Loksado. Tidak jauh dari Balai Malaris terdapat sebuah bendungan pembangkit tenaga listrik dan sebuah riam untuk bemandi ria, yaitu Riam Berajang dan Riam Anai.
Kawasan Loksado memiliki hutan primer banyak ditumbuhi pepohonan dan kayu-kayuan yang beraneka ragam. Jenis pohon yang tumbuh diwilayah ini adalah seperti: Meranti, Sungkai, Ulin, Karet, Kayu Manis, dan jenis pohon buah-buahan serta aneka jenis bunga Anggrek.
Arung Jeram dengan rakit bambu di sungai Amandit adalah puncak dari kegiatan perjalanan setelah beberapa hari. Kegiatan inilah yang paling banyak disukai oleh banyak wisatawan. Ada beberapa lokasi yang bagus untuk memulai perjalanan dengan tingkat kesulitan dan waktu tempuh yang bervariasi tergantung dari keinginan wisatawan itu sendiri.
Air terjun Haratai terletak di desa lebih kurang 15 menit perjalanan dari Balai Haratai, dapat ditempuh dengan memasuki hutan bambu dan perkebuna karet atau kayu manis. Air terjun tersebut bertingkat tiga dengan ketinggian masing-masing 13 meter.
Air Terjun Riam Anai sekitar 2 km dari desa Malaris Kecamatan Loksado merupakan air terjun yang sangat deras dengan ketinggian 4 meter. Dan Air Terjun Kilat Api terletak di desa Tanuhi 4 km dari penginapan/cottage Tanuhi.
Sementara untuk wisata religius di Hulu Sungai Tengah, antara lain Mesjid Al-A'la di desa Jatuh, Kecamatan Pandawan merupakan mesjid tertua di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Masjid ini merupakan cikal bakal berkibarnya bendera dakwah syiar agama Islam di sana.
Wisata religius lain yang dapat dilakukan adalah mengunjungi Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih yang mendidik ribuan calon ulama muda dan pemimpin umat masa depan.
Untuk kegiatan wisata alam ada obyek wisata air panas di kaki bukit yang hijau dimana terdapat sumber air panas yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Di sini terdapat pula kolam okan dan kolam pancing yang selalu ramai di kunjungi masyarakat setempat. Obyek wisata Pagat Batu Benawa memiliki panorama alam yang indah. Alamnya yang indah, air yang jernih, dan alamnya yang damai membuat lokasi wisata ini banyak dikunjungi wisatawan. Lok Laga Ria adalah obyek yang berada di Kecamatan Haruyan dikelilingi hutan. Sungainya banyak memiliki arum jeram.
Kawasan wisata Nateh di Kecamatan Batang Alai Timur, sekitar 15 km dari Kota Barabai memiliki panorama alam yang indah. Di sini bertebaran bukit-bukit batu raksasa yang kaya dengan pesona goa dan sungai berair jernih.
Goa Liang Hadangan memiliki stalagnit dan stalagmit dengan panorama alam yang sangat mengesankan. Gunung Batu Benawa merupakan lokasi perkemahan yang digemari para pecinta alam.
Kota Amuntai, Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara. Obyek wisata di daerah ini antara lain Situs Candi Agung, peninggalan kerajaan Negara Dipa yang dibangun Empu Jatmika abad ke XIV Masehi. Dari kerajaan inilah akhirnya melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Kota Banjarmasin.
Di Kabupaten Tabalong, obyek wisata Kinarum Indah sangat menarik karena riak dan hempasan air mengalir di sela-sela batu hampar yang luas. Batu ini mempunyai legenda tersendiri sesuai dengan beda warnanya. Dari cerita rakyat, batu itu jatuh ketika sedang di bawa oleh seorang sakti yang bermaksud membendung Sungai Jaing guna mencari sang Putri. Hingga sekarang lokasi Kinarum Indah sering dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat meminta hajat keselamatan sesuai dengan adat budaya masyarakat Dayak setempat.
Di Kabupaten Tanah Laut antara lain terdapat obyek wisata pantai Swarangan terletak di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong. Pantai Batu Lima terletak di Desa Kuala Tambangan Kecamatan Takisung, dari ibukota Kabupaten Tanah Laut (Pelaihari).
Bukit Khayangan memiliki pesona yang memukau dengan pemandangan perbukitan dan hamparan perkebunan Kelapa Sawit.
Di Kabupaten Tanah Bumbu terdapat Pantai yang panjang sekitar 200 km, dengan panorama indah. Masyarakat yang datang ke Kabupaten Tanah Bumbu setelah melewati Kecamatan Sungai Loban menuju Pagatan akan disambut dengan sejuknya udara laut. Ada tiga lokasi yang dijadikan obyek wisata pantai antara lain wisata Pantai Rindu Alam, Pulau Salak dan Pulau Pagatan.
Obyek wisata alam lainnya adalah sebuah pulau yang terletak di selat laut dan berbatasan dengan Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru dengan luas wilayah sekitar 4500 m² dengan panjang sekitar 15 km terletak memisah.
Selanjutnya, kurang lengkap kalu belum wisata ke Kabupaten Kotabaru kalau kita belum mengunjungi pantai Gedambaan 14 km dari Kota Kotabaru dengan pemandangan yang khas dan ditambah sarana pendukung seperti Cottage (penginapan), Mushola, Kolam Pemancingan dan Warung Makan serta tempat duduk yang banyak tersedia. Batu Jodoh terletak di Pantai Aru Kecamatan Pulau Laut Selatan merupakan tempat yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat terkabul segala ikrar sepasang kekasih.
Di Kabupaten Marabahan didalam kota kecil sekitar 65 km dari Kota Banjarmasin ke Hulu Sungai Barito. Di kota ini wisatawan dapat melihat rumah-rumah tua bergaya tradisional Banjar yang terbuat dari kayu di pinggir sungai dengan suasana kehidupan masyarakat disekitar sungai. Dari Marabahan anda dapat menyewa perahu motor ke Margasari yaitu sebuah desa yang menghasilkan aneka barang kerajinan tangan terbuat dari rotan dan bambu seperti Tas, Bakul, Kipas Tangan dan Topi.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Kalimantan Selatan |
| Ibu Kota | : | Banjarmasin |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 37.530 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 13 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 1.685.431 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 1.660.353 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 3.345.784 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Kalimantan Selatan
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Laut | 1.025.566.024,00 | Kabupaten Kotabaru | 450.745.429,00 | Rp |
| Kabupaten Tanah Laut | 300.099.950,00 | |||
| Kabupaten Tanah Bumbu | 202.708.000,00 | |||
| Perikanan Darat | 708.025.591,00 | Kabupaten Hulu Sungai Utara | 148.080.240,00 | Rp |
| Kabupaten Banjar | 114.870.719,00 | |||
| Kabupaten Hulu Sungai Tengah | 111.858.648,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras | 20.624.128,00 | Kabupaten Tanah Laut | 5.515.000,00 | ekor |
| Kabupaten Banjarbaru Salah Harusnya Kota | 5.306.146,00 | |||
| Kabupaten Banjar | 3.816.809,00 | |||
| Ayam Buras | 9.984.020,00 | Kabupaten Banjar | 1.728.966,00 | ekor |
| Kabupaten Barito Kuala | 1.220.246,00 | |||
| Sapi | 193.920,00 | Kabupaten Tanah Laut | 74.874,00 | ekor |
| Kabupaten Tanah Bumbu | 29.303,00 | |||
| Kabupaten Banjar | 16.499,00 | |||
| Kambing | 107.873,00 | Kabupaten Hulu Sungai Tengah | 23.882,00 | ekor |
| Kabupaten Kotabaru | 18.181,00 | |||
| Kerbau | 41.435,00 | Kabupaten Kotabaru | 15.746,00 | ekor |
| Kabupaten Hulu Sungai Utara | 8.028,00 | |||
| Babi | 7.436,00 | Kabupaten Hulu Sungai Tengah | 2.092,00 | ekor |
| Kabupaten Tanah Bumbu | 1.638,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi | 1.636.840,00 | Kabupaten Barito Kuala | 280.121,00 | ton |
| Kabupaten Tapin | 209.888,00 | |||
| Kabupaten Hulu Sungai Selatan | 168.144,00 | |||
| Ubi Kayu | 82.389,00 | Kabupaten Kotabaru | 31.998,00 | ton |
| Kabupaten Tanah Laut | 15.513,00 | |||
| Kabupaten Tanah Bumbu | 10.181,00 | |||
| Jagung | 58.274,00 | Kabupaten Tanah Laut | 40.054,00 | ton |
| Kabupaten Kotabaru | 11.104,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Karet | 88.330,33 | Kabupaten Tabalong | 25.727,00 | ton |
| Kabupaten Balangan | 24.066,00 | |||
| Kabupaten Hulu Sungai Tengah | 6.000,00 | |||
| Kelapa | 30.656,31 | ton | ||
| Kelapa Sawit | 25.302,42 | ton |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Nilai Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Produk Tambang | 1.701.335,96 | US Dollar | ||
| Produk Lainnya | 508.191,65 | US Dollar | ||
| Produk Kayu | 278.257,32 | US Dollar | ||
| Karet Alam | 94.138,06 | US Dollar | ||
| Produk Perikanan | 11.853,94 | US Dollar | ||
| Produk Rotan | 8.973,74 | US Dollar |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Volume Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Produk Tambang | 57.528.483,99 | ton | ||
| Produk Lainnya | 402.554,42 | ton | ||
| Produk Kayu | 270.393,56 | ton | ||
| Karet Alam | 49.979,57 | ton | ||
| Produk Rotan | 6.596,28 | ton | ||
| Produk Perikanan | 2.702,61 | ton |
Sumber : Kota Banjarbaru dalam Angka 2005/2006, BPS Kota Banjarbaru

