SSS KAS
HOME| ADVANCED SEARCH | LIVE SEARCH


KALIMANTAN TIMUR


Propinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan propinsi terluas kedua di Indonesia dibanding propinsi lain seperti; Propinsi Papua, Propinsi Papua Barat, dan Propinsi Kalimantan Tengah. Dengan luas mencapai 245.237,80 Km2, daerah ini berpenduduk sekitar 2,9 juta jiwa, terbagi menjadi 10 Kabupaten dan 4 Kota. Luas Kaltim kurang lebih satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11 persen dari total luas wilayah Indonesia. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia Timur, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak.

Sebelum kedatangan penjajahan Belanda, di Kaltim terdapat beberapa kerajaan, diantaranya; Kerajaan Kutai beragama Hindu, Kesultanan Kutai Kartanegara di Martadipura, Kesultanan Pasir, dan Kesultanan Bulungan.

Propinsi Kalimantan Timur selain sebagai kesatuan administrasi, juga sebagai kesatuan ekologis dan historis. Kaltim sebagai wilayah administrasi dibentuk berdasarkan UU No 25 tahun 1956 dengan Gubernur pertama APT Pranoto. Sesuai dengan aspirasi rakyat, sejak tahun 1956 wilayah Propinsi Kalimantan dimekarkan menjadi tiga Propinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Dalam Perkembangan selanjutnya menurut ketentuan UU No 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, dibentuk 2 Kota, yaitu : Kota Bontang dan Kota Tarakan. Kemudian berdasarkan UU No 47 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kota Bontang, Propinsi Kalimantan Timur menjadi 12 wilayah administrasi pemerintahan daerah yaitu; 8 Kabupaten dan 4 Kota. Kemudian pada tanggal 17 Juli 2007, DPR-RI menyetujui berdirinya Tana Tidung sebagai kabupaten baru, sehingga jumlah seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur menjadi 14, meliputi 10 Kabupaten dan 4 Kota.

Propinsi ini merupakan salah satu daerah penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Sebagai daerah pertambangan migas, peran sektor ini amat dominan dalam perekonomian di Kaltim. Dari nilai PDRB berdasarkan harga konstan 2000, Tahun 2006 sebesar Rp 96,58 Trilyun, peran sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 37,35 Trilyun atau 38,67 persen.

Pengilangan minyak tahun 2006 menghasilkan berbagai jenis produksi yang terbagi ke dalam dua jenis produksi, yaitu bahan bakar minyak dan non-bahan bakar. Produksi bahan bakar terdiri dari premium. mogas 88, Pertamax 92, Haeavy/Naptha, avtur, minyak tanah kerosene, HSD, dan IDO. Sedangkan produksi non bahan bakar terdiri dari LPG, lilin, dan LSWR.

Selain pertambangan migas, di Kalimantan Timur juga tersedia bahan-bahan tambang non-migas. Eksplorasi pertambangan non migas yang telah dan sedang dilakukan antara lain pertambangan batubara, emas dan perak. Pada Tahun 2006, produksi batubara sebesar 86.699.226,64 ton. Sedangkan produksi emas sebesar 0,088 ton. Sementara produksi perak sebesar 0,022 ton.

Sektor yang juga berperan signifikan dalam perekonomian Kalimantan Timur adalah Industri pengolahan. Perannya pada PDRB KalimantanTimur mencapai 34,40 persen. Pada beberapa hal, sektor industri pengolahan ini masih berkaitan dengan sektor pertambangan, yaitu merupakan industri pengolahan berbagai produk pertambangan.

Beberapa jenis industri yang berperan signifikan bagi perekonomian Kalimantan Timur antara lain industri yang memproduksi amoniak, urea curah, urea kantong, minyak bumi, gas bumi, LNG, dan kondensat.  

Selain industri yang berhubungan dengan tambang, di Propinsi Kalimantan Timur juga berkembang industri lain yang tidak berhubungan langsung dengan produksi tambang. Dilihat dari nilai output, selain Industri Kimia, dan Barang-Barang dari Kimia, minyak bumi, batubara, karet dan Plastik, industri yang memiliki nilai output tertinggi adalah Industri Kertas dan Barang-Barang dari kayu, termasuk perabot rumah tangga.

Setelah kedua jenis industri tersebut, industri yang juga berperan signifikan adalah Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau, Industri Kertas, dan Barang-Barang dari Kertas, Percetakan dan Penerbitan, Industri Barang dari Logam, Mesin dan Peralatannya, Industri Tekstil, Pakaian Jadi dan  Kulit, dan Industri Barang Galian bukan Logam, Kecuali Minyak bumi dan Batubara.

Selain semua potensi di atas, pariwisata di Kaltim punya prospek baik dan dapat dikembangkan lebih optimal. Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, wisata bahari, agrowisata, dan wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan terbentang luas, sungai-sungai, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flaora dan fauna liar, seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kutai.

Wisata budaya di Kaltim meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal yang spesifik dan menarik. Semua masih ditunjang oleh pengembangan sektor jasa yang dapat mendukung kegiatan pariwisata.

Dengan potensi wisata seperti itu, sektor pariwisata di Kaltim boleh dikatakan tergolong primadona dalam menghasilkan devisa negara. Selain itu, sektor ini diharapkan menjadi salah satu sektor yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Melalui model padat karya, tentu sektor pariwisata ikut mendorong tumbuhnya perekonomian nasional dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Persyaratan utama yang dibutuhkan adalah keamanan dan ketenangan politik. Kedua hal itu diharapkan para wisatawan asing yang akan berkunjung ke Indonesia, khususnya Kaltim.

Melihat potensi di atas, dapat dikatakan perkembangan ekonomi regional di Kaltim, dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas jaringan pemasaran dan perdagangan internasional, mengingat letak geografis Kaltim cukup strategis dan berbatasan dengan Malaysia Timur (Sabah dan Serawak).

Potensi itu memudahkan hubungan dagang dan bisnis lainnya dengan Brunei Darussalam, Malaysia, serta daerah lain melalui transportasi udara, darat, dan laut, termasuk jalur pelayaran internasional yang melalui Selat Makasar. Potensi kerjasama itu didasarkan pada pemanfaatan keunggulan komparatif, terutama potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah Kalimantan Timur.

Ke depan, fokus pembangunan ekonomi di Kaltim, sebaiknya tetap pada hasil pertambangan dan energi, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, serta diperluas pada sektor perdagangan dan pariwisata. Dengan demikian, prospek ekonomi di Kaltim ke depan akan lebih baik daripada sekarang. Tentu reformasi birokrasi di lingkungan pemda di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota perlu dilakukan secepatnya.   


* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id

Nama Daerah : Kalimantan Timur
Ibu Kota : Samarinda
Status : Provinsi
Luas : 208.657 km2
Jumlah Kabupaten : 13 Kabupaten
Jumlah Kota : Kota
Jumlah Kecamatan : Kecamatan
Penduduk Laki-Laki : 1.528.576 jiwa
Penduduk Perempuan : 1.407.812 jiwa
Jumlah Penduduk : 2.936.388 jiwa


Chart.

Peta Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur

Chart.

Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Kalimantan Timur

INDUSTRI PENGOLAHAN

Industri Bukan Migas
Industri Besar dan SedangTotalSatuan
Urea Curah 2.214.966,00ton
Urea Kantong 738.182,00ton
Amoniak 408.123,00ton
Industri Bukan Migas
Jumlah Nilai OutputTotalSatuan
Industri Kimia, dan Barang-barang dari Kimia, Minyak Bumi, Batubara, Karet dan Plastik (35) 8.262.655.522,00Rp. (000)
Industri Kertas dan Barang-barang dari Kayu, Termasuk Perabot Rumah Tangga (33) 6.134.776.911,00Rp. (000)
Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau (31) 5.152.658.757,00Rp. (000)
Industri Kertas, dan Barang-barang dari Kertas, Percetakan dan Penerbitan (34) 3.437.295.633,00Rp. (000)
Industri Barang dari Logam, Mesin dan Peralatannya (38) 157.711.370,00Rp. (000)
Industri Tekstil, Pakaian Jadi dan Kulit (32) 17.734.115,00Rp. (000)
Industri Barang Galian Bukan Logam, Kecuali Minyak Bumi dan Batubara (36) 11.432.955,00Rp. (000)
Industri Bukan Migas
Jumlah PerusahaanTotalSatuan
Industri Kertas dan Barang-barang dari Kayu, Termasuk Perabot Rumah Tangga (33) 47,00unit
Industri Makanan, Minuman dan Tembakau (31) 30,00unit
Industri Kimia, dan Barang-barang dari Kimia, Minyak Bumi, Batubara, Karet dan Plastik (35) 16,00unit
Industri Barang dari Logam, Mesin dan Peralatannya (38) 10,00unit
Industri Kertas, dan Barang-barang dari Kertas, Percetakan dan Penerbitan (34) 5,00unit
Industri Tekstil, Pakaian Jadi dan Kulit (32) 5,00unit
Industri Barang Galian Bukan Logam, Kecuali Minyak Bumi dan Batubara (36) 4,00unit
Industri Bukan Migas
Jumlah Tenaga KerjaTotalSatuan
Industri Kertas dan Barang-barang dari Kayu, Termasuk Perabot Rumah Tangga (33) 37.032,00orang
Industri Makanan, Minuman dan Tembakau (31) 9.772,00orang
Industri Kimia, dan Barang-barang dari Kimia, Minyak Bumi, Batubara, Karet dan Plastik (35) 4.706,00orang
Industri Kertas, dan Barang-barang dari Kertas, Percetakan dan Penerbitan (34) 1.516,00orang
Industri Barang dari Logam, Mesin dan Peralatannya (38) 1.405,00orang
Industri Tekstil, Pakaian Jadi dan Kulit (32) 301,00orang
Industri Barang Galian Bukan Logam, Kecuali Minyak Bumi dan Batubara (36) 165,00orang
Industri Migas
Bahan Bakar MinyakTotalSatuan
Lng (mt/y) 41.969.427,00meter kubik
Kondensat (bbo) 1.590.631,00meter kubik
Hsd 26,39juta barrel
Premium/mogas,88 15,38juta barrel
Minyak Tanah Kerosene 14,93juta barrel
Heavy/naptha 6,79juta barrel
Avtur 3,38juta barrel
Ido 0,18juta barrel
Pertamax 92 0,08juta barrel
Minyak Bumi 41.137,58mmstb
Gas Bumi 869.757,90mmscf
Industri Migas
Non Bahan BakarTotalSatuan
Lswr 20,63juta barrel
Lpg 1,12juta barrel
Lilin 0,14juta barrel


Sumber : Bontang dalam Angka 2006, BPS Kota Bontang