
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan salah satu propinsi di Sumatera yang terdiri dari Pulau Bangka dan Belitung serta beberapa pulau kecil di bagian Timur Sumatera. Selat Bangka memisahkan Sumatera dan Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Bangka dan Belitung.
Propinsi Babel ini sebelumnya merupakan bagian dari Propinsi Sumatra Selatan, kemudian menjadi propinsi berdasarkan UU No 27 Tahun 2000, dengan ibukota Pangkal Pinang. Semenjak terbitnya novel dan film Laskar Pelangi, daerah Belitung menjadi sangat terkenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung.
Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung (2006), perekonomian daerah ini didominasi empat sektor; (1) Pertambangan; (2) Industri Pengolahan; (3) Pertanian; dan (4) Perdagangan. Hasil tambang paling dominan adalah biji timah yang memberi sumbangan 16 persen dari PDRB.
Hasil produksi pertanian dan perkebunan yang punya potensi andalan, tanaman lada 11.653,98 ton; karet 13.915,74 ton; kelapa 14.244,52 ton; dan kelapa sawit 14.244,52 ton. Selain itu daerah Babel banyak menghasilkan hasil tanaman obat-obatan dan bunga, seperti mawar, anggrek, gladiol, melati, sedap malam, palem, dan anyelir. Hasil perkebunan itu terkonsentrasi di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Belitung Timur.
Sementara, hasil tanaman pangan yang menonjol, padi mencapai 16.988 ton, ketela pohon 17.193 ton, sayur-sayuran, terutama timun 9.165,90 ton, terung 4.742,50 ton, kacang panjang 3.089,40 ton, dan sawi 4.793,70 ton. Sementara hasil buah-buahan yang menonjol, durian 4.276,60 ton, jeruk siam 13.173,80 ton, nangka 18.001,10 ton, dan pisang 11.314,20 ton. Hasil tanaman pangan itu banyak dihasilkan dari Kabupaten Bangka, Bangka barat, Bangka Selatan, dan Belitung Timur.
Sedangan Hasil ternaknya, antara lain Sapi 5.272 ekor, Kambing 3.361 ekor, Babi 19.475 ekor, Ayam Petelur 386.910 ekor, Ayam Pedaging 5.287.469 ekor, Ayam Buras 2.743.705 ekor, Itik 20.394 ekor, dan Burung Puyuh 45.338 ekor. Semua itu terkonsentrasi merata di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Pangkal Pinang.
Selain produksi di atas, daerah Babel juga banyak menghasilkan ikan laut. Total hasil perikanan laut mencapai 935.480 ton, dengan nilai 15,36 trilyun rupiah. Hasil itu disebabkan karena Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan. Potensi ini perlu ditunjang tenaga terampil dan sarana modern, sehingga hasil budidaya perikanan di Babel akan terus berkembang dan maju.
Ada baiknya, perikanan dan kelautan digali lebih progresif lagi mengingat dimasa Orde Baru lebih fokus pada pertanian, sementara kelautan dan perikanan hanya dipandang sebelah mata. Kini harus dijadikan primadona utama untuk mengejar ketertinggalan ekonomi di negeri ini, yang sampai sekarang masih terpuruk. Seluruh kekayaan hasil pertanian, perkebunan dan kekayaan kelautan itu akan memberi sumbangan besar terhadap pendapatan regional (wilayah).
Kecilnya peran sektor perikanan di masa lalu, bukan karena ketidak mampuan sektor ini memberikan sumbangan terhadap ekonomi nasional. Melainkan karena rendahnya political will pemerintah pusat terhadap sektor perikanan dan kelautan. Padahal kalau dilihat negara lain seperti; Jepang, Taiwan, Cina, Korea Selatan, Thailand dan Norwegia, sektor perikanan laut mereka mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan nasionalnya. Meski potensi perikanan mereka lebih kecil dibanding potensi kelautan kita. Namun jika semua ini dikelola dengan baik, sektor perikanan laut, akan dapat dijadikan primadona penyelamat ekonomi nasional dan daerah.
Selain sektor di atas sektor perdagangan perlu terus dikembangkan, karena perdagangan terutama ekspor-impor di Bangka-Belitung mencapai Rp 15,36 Trilyun, terutama dari ekspor produksi timah dan lada putih. Suatu jumlah yang besar untuk mengisi pundi-pundi keuangan daerah.
Sementara sektor Industri Pengolahan di daerah ada sekitar 6 ribu unit usaha besar dan sedang, serta mampu menyerap lebih dari 126 ribu tenaga kerja. Untuk akselerasi ekonomi Propinsi Babel dua hal berikut perlu diperhatikan; (1) penyederhanaan prosedur dan sistem perizinan di daerah; serta (2) memperbaiki infrastruktur, sarana dan prasarana bagi peningkatan pertanian, perkebunan, perikanan laut dan kehutanan. Semua hasil sektor pertanian dan perikanan di atas akan dapat dijadikan klaster untuk Propinsi Bangkaq Belitung.
Selain itu daerah Babel juga potensial untuk tujuan wisata baik di Pulau Bangka maupun Belitung. Pulau Bangka terkenal keindahan pantainya, berpasir putih dan halus tetapi ada yang berwarna kuning keemasan seperti bulir padi. Beberapa pantai yang terkenal indah adalah, Pantai Parai Tenggiri, Matras, Tanjung Pesona, Pantai Rebo, Batu Berdaun, Pantai Pasir Padi. Pantai Tanjung Ru Sadai, Tanjung Kerasak, dan Pantai Gunung Namak.
Sementara di Belitung banyak pulau indah dan berpasir putih, pemandangan unik dengan pantai pasir putih dihiasi batu-batu granit artistik dengan air laut sejernih kristal, dikelilingi ratusan pulau-pulau kecil. Salah satu pantai terbaik adalah; Tanjung Kelayang, Tanjung Binga, Tanjung Tinggi, Tanjung Lengkuas, Pantai Punai, dan Pantai Tanjung Pendam. Jika semua itu dikelola dengan baik dan dilengkapi sarana-prasarana yang memadahi pasti akan menarik wisatawan manca negara, dari Malaysia, Singapura, Jepang, China, Korea, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.
Propinsi Babel ini sebelumnya merupakan bagian dari Propinsi Sumatra Selatan, kemudian menjadi propinsi berdasarkan UU No 27 Tahun 2000, dengan ibukota Pangkal Pinang. Semenjak terbitnya novel dan film Laskar Pelangi, daerah Belitung menjadi sangat terkenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung.
Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung (2006), perekonomian daerah ini didominasi empat sektor; (1) Pertambangan; (2) Industri Pengolahan; (3) Pertanian; dan (4) Perdagangan. Hasil tambang paling dominan adalah biji timah yang memberi sumbangan 16 persen dari PDRB.
Hasil produksi pertanian dan perkebunan yang punya potensi andalan, tanaman lada 11.653,98 ton; karet 13.915,74 ton; kelapa 14.244,52 ton; dan kelapa sawit 14.244,52 ton. Selain itu daerah Babel banyak menghasilkan hasil tanaman obat-obatan dan bunga, seperti mawar, anggrek, gladiol, melati, sedap malam, palem, dan anyelir. Hasil perkebunan itu terkonsentrasi di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Belitung Timur.
Sementara, hasil tanaman pangan yang menonjol, padi mencapai 16.988 ton, ketela pohon 17.193 ton, sayur-sayuran, terutama timun 9.165,90 ton, terung 4.742,50 ton, kacang panjang 3.089,40 ton, dan sawi 4.793,70 ton. Sementara hasil buah-buahan yang menonjol, durian 4.276,60 ton, jeruk siam 13.173,80 ton, nangka 18.001,10 ton, dan pisang 11.314,20 ton. Hasil tanaman pangan itu banyak dihasilkan dari Kabupaten Bangka, Bangka barat, Bangka Selatan, dan Belitung Timur.
Sedangan Hasil ternaknya, antara lain Sapi 5.272 ekor, Kambing 3.361 ekor, Babi 19.475 ekor, Ayam Petelur 386.910 ekor, Ayam Pedaging 5.287.469 ekor, Ayam Buras 2.743.705 ekor, Itik 20.394 ekor, dan Burung Puyuh 45.338 ekor. Semua itu terkonsentrasi merata di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Pangkal Pinang.
Selain produksi di atas, daerah Babel juga banyak menghasilkan ikan laut. Total hasil perikanan laut mencapai 935.480 ton, dengan nilai 15,36 trilyun rupiah. Hasil itu disebabkan karena Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan. Potensi ini perlu ditunjang tenaga terampil dan sarana modern, sehingga hasil budidaya perikanan di Babel akan terus berkembang dan maju.
Ada baiknya, perikanan dan kelautan digali lebih progresif lagi mengingat dimasa Orde Baru lebih fokus pada pertanian, sementara kelautan dan perikanan hanya dipandang sebelah mata. Kini harus dijadikan primadona utama untuk mengejar ketertinggalan ekonomi di negeri ini, yang sampai sekarang masih terpuruk. Seluruh kekayaan hasil pertanian, perkebunan dan kekayaan kelautan itu akan memberi sumbangan besar terhadap pendapatan regional (wilayah).
Kecilnya peran sektor perikanan di masa lalu, bukan karena ketidak mampuan sektor ini memberikan sumbangan terhadap ekonomi nasional. Melainkan karena rendahnya political will pemerintah pusat terhadap sektor perikanan dan kelautan. Padahal kalau dilihat negara lain seperti; Jepang, Taiwan, Cina, Korea Selatan, Thailand dan Norwegia, sektor perikanan laut mereka mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan nasionalnya. Meski potensi perikanan mereka lebih kecil dibanding potensi kelautan kita. Namun jika semua ini dikelola dengan baik, sektor perikanan laut, akan dapat dijadikan primadona penyelamat ekonomi nasional dan daerah.
Selain sektor di atas sektor perdagangan perlu terus dikembangkan, karena perdagangan terutama ekspor-impor di Bangka-Belitung mencapai Rp 15,36 Trilyun, terutama dari ekspor produksi timah dan lada putih. Suatu jumlah yang besar untuk mengisi pundi-pundi keuangan daerah.
Sementara sektor Industri Pengolahan di daerah ada sekitar 6 ribu unit usaha besar dan sedang, serta mampu menyerap lebih dari 126 ribu tenaga kerja. Untuk akselerasi ekonomi Propinsi Babel dua hal berikut perlu diperhatikan; (1) penyederhanaan prosedur dan sistem perizinan di daerah; serta (2) memperbaiki infrastruktur, sarana dan prasarana bagi peningkatan pertanian, perkebunan, perikanan laut dan kehutanan. Semua hasil sektor pertanian dan perikanan di atas akan dapat dijadikan klaster untuk Propinsi Bangkaq Belitung.
Selain itu daerah Babel juga potensial untuk tujuan wisata baik di Pulau Bangka maupun Belitung. Pulau Bangka terkenal keindahan pantainya, berpasir putih dan halus tetapi ada yang berwarna kuning keemasan seperti bulir padi. Beberapa pantai yang terkenal indah adalah, Pantai Parai Tenggiri, Matras, Tanjung Pesona, Pantai Rebo, Batu Berdaun, Pantai Pasir Padi. Pantai Tanjung Ru Sadai, Tanjung Kerasak, dan Pantai Gunung Namak.
Sementara di Belitung banyak pulau indah dan berpasir putih, pemandangan unik dengan pantai pasir putih dihiasi batu-batu granit artistik dengan air laut sejernih kristal, dikelilingi ratusan pulau-pulau kecil. Salah satu pantai terbaik adalah; Tanjung Kelayang, Tanjung Binga, Tanjung Tinggi, Tanjung Lengkuas, Pantai Punai, dan Pantai Tanjung Pendam. Jika semua itu dikelola dengan baik dan dilengkapi sarana-prasarana yang memadahi pasti akan menarik wisatawan manca negara, dari Malaysia, Singapura, Jepang, China, Korea, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Kepulauan Bangka Belitung |
| Ibu Kota | : | Pangkal Pinang |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 4.231 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 6 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 1 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | 36 Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 557.769 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 517.006 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 1.074.775 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri Bukan Migas
| Data Ekspor dan Impor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Impor | 25.089,00 | US Dollar |
Industri Bukan Migas
| Data Ekspor Menurut Komoditi | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kopi, Teh, dan Rempah | 8.777.484,00 | Kopi, Teh, Rempah | 22.832.951,00 | kilogram |
| Kopi, Teh, Rempah | 22.832.951,00 | |||
| Kopi, Teh, Rempah | 22.832.951,00 |
Industri Bukan Migas
| Data Industri Besar dan Sedang | Jumlah | Kecamtan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| - | Air Minum Kemasan | 20.000.000,00 | ||
| Tepung Kaolin | 938.490,00 | |||
| Pengecoran Logam dan Baja | 244.200,00 | |||
| Pengecoran Logam Baja | 38,00 | Pengecoran Logam dan Baja | 244.200,00 | unit |
| Air Minum Kemasan | 5,00 | Air Minum Kemasan | 20.000.000,00 | unit |
| Pengecoran Logam dan Baja | 38,00 | unit | ||
| Tepung Kaolin | 14,00 | |||
| Air Minum Kemasan | 5,00 |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Data Ekspor dan Impor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ekspor | 1.068.689,00 | US Dollar |
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Perikanan
| Perikanan Budidaya | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Budi Daya | 18.485.925,00 | Rp. (000) | ||
| Budidaya | 935,00 | Kabupaten Bangka Barat | 353,00 | ton |
| Kota Pangkalpinang | 260,00 | |||
| Kabupaten Bangka Tengah | 130,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras Pedaging | 5.287.409,00 | Kota Pangkalpinang | 1.747.000,00 | ekor |
| Kabupaten Belitung | 1.092.200,00 | |||
| Kabupaten Bangka Selatan | 862.146,00 | |||
| Ayam Buras | 2.743.705,00 | Kabupaten Bangka Tengah | 1.747.000,00 | ekor |
| Kota Pangkalpinang | 688.917,00 | |||
| Ayam Ras Petelur | 386.910,00 | Kabupaten Belitung | 242.000,00 | ekor |
| Kabupaten Bangka Barat | 136.800,00 | |||
| Puyuh | 45.338,00 | Kota Pangkalpinang | 8.550,00 | ekor |
| Itik | 20.394,00 | Kabupaten Bangka Tengah | 5.690,00 | ekor |
| Kabupaten Belitung | 3.379,00 | |||
| Babi | 19.475,00 | Kabupaten Belitung | 1.170,00 | ekor |
| Sapi | 5.272,00 | Kota Pangkalpinang | 1.354,00 | ekor |
| Kabupaten Belitung | 1.168,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Produksi Daging | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras Pedaging | 4.739.402,00 | Kota Pangkalpinang | 1.224.000,00 | kilogram |
| Kabupaten Belitung | 746.687,00 | |||
| Sapi | 1.802.694,00 | Kota Pangkalpinang | 503.999,00 | kilogram |
| Kabupaten Bangka Barat | 394.058,00 | |||
| Ayam Buras | 951.250,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 76.161,00 | kilogram |
| Kota Pangkalpinang | 65.505,00 | |||
| Babi | 849.785,00 | Kota Pangkalpinang | 391.710,00 | kilogram |
| Kambing | 85.952,00 | Kabupaten Bangka Barat | 25.188,00 | kilogram |
| Kota Pangkalpinang | 17.963,00 | |||
| Ayam Ras Petelur | 72.785,00 | Kabupaten Bangka Barat | 66.380,00 | kilogram |
| Kota Pangkalpinang | 3.300,00 | |||
| Itik | 5.992,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 3.616,00 | kilogram |
| Kota Pangkalpinang | 1.526,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Durian | 4.227,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 807,00 | |
| Kabupaten Bangka Barat | 570,00 | |||
| Kabupaten Belitung | 521,00 | |||
| Pisang | Kabupaten Bangka Barat | 4.335,00 | ||
| Kabupaten Bangka Selatan | 4.174,00 | |||
| Nangka | 18.001,00 | Kabupaten Bangka Barat | 15.436,00 | ton |
| Kabupaten Belitung | 869,00 | |||
| Kabupaten Bangka Selatan | 585,00 | |||
| Jeruk Siam | 13.174,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 3.305,00 | ton |
| Durian | 4.277,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 807,00 | ton |
| Kabupaten Bangka Barat | 570,00 | |||
| Kabupaten Belitung | 521,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ketela Pohon | 17.193,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 3.338,00 | ton |
| Kabupaten Belitung | 3.194,00 | |||
| Padi(sawah+ladang) | 16.988,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 9.264,00 | ton |
| Kabupaten Bangka Barat | 1.759,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Terung | 4.743,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 2.311,00 | |
| Kabupaten Bangka Tengah | 984,00 | |||
| Timun | 9.166,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 7.260,00 | ton |
| Sawi | 4.794,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 2.243,00 | ton |
| Kacang Panjang | 3.089,00 | Kabupaten Bangka Selatan | 583,00 | ton |
| Kabupaten Bangka Tengah | 372,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa | 14.245,00 | Kabupaten Bangka Barat | 3.330,00 | |
| Kabupaten Bangka Selatan | 1.778,00 | |||
| Kelapa Sawit | 14.245,00 | Kabupaten Bangka Barat | 3.330,00 | ton |
| Kabupaten Bangka Selatan | 1.778,00 | |||
| Lada | 11.654,00 | Kabupaten Bangka Barat | 2.051,00 | ton |
| Kabupaten Bangka Selatan | 1.747,00 | |||
| Karet | 3.916,00 | Kabupaten Belitung Timur | 656,00 | ton |
| Kabupaten Bangka Barat | 330,00 |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Volume Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kopi, Teh, dan Rempah | 8.777.484,00 | kilogram |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Data Ekspor dan Impor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Impor | 25.089,00 | US Dollar |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Volume Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Biji Minyak, Biji Padi, Biji Buah | 14.950.803,00 | kilogram | ||
| Minyak dan Lemak Hewani | 14.950.803,00 | kilogram | ||
| Karet dan Barang Dari Karet | 8.529.940,00 | kilogram | ||
| Sayuran And Akar Serta Bonggol | 4.172.773,00 | kilogram | ||
| Kopi, Teh, dan Rempah | 22.832.951,00 | US Dollar | ||
| Karet dan Barang Dari Karet | 16.524.341,00 | US Dollar | ||
| Hasil Perikanan dan Pengolahan | 4.818.196,00 | US Dollar | ||
| Biji Minyak, Biji Padi, Biji Buah | 3.278.718,00 | US Dollar |
Sumber : Propinsi Bangka-Belitung dalam Angka 2006, BPS, Propinsi Bangka-Belitung

