
SULAWESI SELATAN
Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu Propinsi di Indonesia, terletak di pulau Sulawesi dengan luas wilayah 46.105,55 Km2. Jumlah penduduknya mencapai 7,629,138 jiwa, dimana 3,738,401 jiwa laki-laki dan 3,890,737 jiwa wanita. Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Pariwisata menjadi sektor andalan bagi perekonomian di daerah Sulawesi Selatan. Kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB mencapai 30,37 persen dengan nilai ekonomi lebih dari Rp 11,8 trilyun.
Areal pertanian di propinsi Sulsel mencapai 1.411.446 ha, terbagi dalam lahan persawahan 550.127 ha dan lahan kering 861.319 ha. Sawah ini tahun 2006 menghasilkan 3.352.117 ton padi, terdiri atas 3.352.116 ton padi sawah dan 13.393 ton padi ladang. Daerah Sulsel merupakan lumbung pangan bagi Indonesia bagian Timur.
Sebagai lumbung beras nasional, Sulsel setiap tahun menghasilkan 2.305.469 ton beras. Dari jumlah itu, untuk konsumsi lokal sekitar 884.375 ton dan sisanya 1.421.094 ton merupakan cadangan yang didistribusikan ke daerah lain, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa.
Selain padi dan beras, tanaman pangan lainnya juga merupakan sumber daya alam yang melimpah seperti; palawija mencapai 1.410.679 ton. Sulawesi Selatan akan menjadi produsen jagung terbesar kelima di Indonesia. Sentral produksi jagung terdapat di Kabupaten Bone, Jeneponto, Bulukumba dan Bantaeng.
Selain itu, daerah Sulsel juga menghasilkan ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau dan kedelai, Untuk produksi ubi kayu tahun 2006 mencapai 696.082 ton. Sedangkan produksi ubi jalar 54.305 ton; Kacang tanah sebanyak 41.749 ton; Kacang hijau 28.552 ton. Sedangkan kedelai sebesar 22.243 ton.
Di luar tanaman pangan tadi, perkebunan merupakan sumber daya alam yang berlimpah dan menghasilkan berbagai jenis komoditas, antara lain; kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, vanili, teh, jambu mete dan kapas. Daerah Sulsel termasuk sangat potensial menghasilkan tanaman pangan dan perkebunan.
Potensi sektor perikanan tahun 2006, menghasilkan sebanyak 649.504,7 ton, terdiri atas hasil perikanan laut 284.593,3 ton, perairan darat 364.911,4 ton. Ekspor 2005 di sektor ini mencapai 1.700 ton ikan tuna segar, 1.710 ton ikan kerapu, serta 1.400 ton ikan kakap. Ekspornya meningkat menjadi 2.100 ton ikan tuna, 1.950 ton ikan kerapu, dan 1.745 ton ikan kakap pada tahun 2006.
Berbagai jenis peternakan juga berkembang di sana, terutama ternak Sapi, Kerbau, Ayam, Itik, Kambing dan sebagainya. Populasi ternak tahun 2006 untuk Sapi mencapai 633.738 ekor, Kerbau 129.327 ekor, Kuda 114.945 ekor, Kambing 433.495 ekor, Domba 1.486 ekor, Babi 524.157 ekor, Ayam 20.486.291 ekor dan Itik 2.423.162 ekor.
Hasil perkebunan andalan di daerah ini antara lain; kelapa sawit, kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, vanili, tebu, karet, teh, jambu mete dan kapas. Dari semuanya itu, kakao dan kopi merupakan komoditas primadona. Luas perkebunana kakao 662.615 ha, terdiri atas perkebunan rakyat 657.334 ha dan perkebunan besar swasta 5.281 ha. Pertumbuhan rata-rata kakao mencapai 2 persen per tahun, dengan produksi 521.440 ton per tahun. Sentra produksi kakao terutama di Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Wajo, Pinrang, Bone dan Sinjai.
Primadona lain adalah kopi, dengan luas hutan 203.844 ha, terdiri atas lahan kopi arabika seluas 118.742 ha dan kopi robusta seluas 85.102 ha. Luas lahan ini pun masih dibagi dua, perkebunan rakyat besar seluas 107.966 ha dengan produksi 47.231 ton per tahun dan perkebunana swasta seluas 10.776 ha dengan produksi 2.093 ton per tahun. Laju perkembangan luas lahan rata-rata 1,5 persen per tahun dan pertumbuhan rata-rata produksi 3 persen per tahun. Setra produksi kopi antara lain di Tana Toraja dan Enrekang.
Banyak obyek wisata menarik di Sulawesi Selatan di antaranya; Makam Sultan Hasanuddin (1629 - 1670), Raja Gowa yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk melawan penjajahan Belanda. Makam ini berada di kompleks makam raja-raja Gowa, termasuk di pemakaman itu sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pelantikan bagi raja-raja Gowa dan sebuah mesjid kuno yang sudahc ratusan tahun usianya.
Makam Pangeran Diponegoro, seorang pangeran Kerajaan Mataram Hadiningrat, Yogyakarta ketika di tawan Belanda, kemudian ditawan dan akhirnya meninggal di Sulsel. Pangeran Diponegoro adalah anak Sultan Hamengko Buwono III dari Yogyakarta. Salah seorang Pangeran dari kerajaan Jawa yang memimpin perlawanan terhadap Belanda dan dikenal sebagai Perang Diponegoro, atau perang Jawa pada tahun 1825-1830. Perang bermula karena penolakan terhadap kebijaksanaan pemerintah kolonial Belanda yang meninggikan pajak dan pola aturan pemilikan tanah yang tidak adil dilakukan oleh Patih Danuredjo sebagai suruhan Belanda.
Benteng Somba Opu sama kedudukannya dengan benteng Makassar. Keduanya merupakan peninggalan sejarah keperkasaan kerajaan masa lalu di Sulawesi Selatan. Benteng Somba Opu merupakan tempat yang tepat untuk di kunjungi tahap awal bagi orang yang berminat menghargai sebagai bukti sejarah dan budaya Sulawesi Selatan.
Tanjung Bira. Daerah ini terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.
Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patut diandalkan. Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih yang terkenal di Sulawesi Selatan. Pantai ini termasuk pantai yang bersih, tertata rapi, dan air lautnya jernih. Keindahan dan kenyamanan pantai ini terkenal hingga ke mancanegara. Turis-turis asing dari berbagai negara banyak berkunjung ke tempat ini.
Pantai Tanjung Bira sangat indah dan memukau dengan pasir putihnya yang lembut seperti tepung terigu. Di lokasi, para pengunjung dapat berenang, berjemur, diving dan snorkling. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati keindahan dua pulau yang ada di depan pantai, Pulau Liukang dan Pulau Kambing. Tanjung Bira terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bulukumba.
Air tejun Bantimurung yang spektakuler terletak di lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis yang subur,menjadikan daerah ini habitat ideal bagi berbagai jenis kupu-kupu dan burung yang langka. Pada tahun 856-867, seorang naturalis inggris yang terkemuka, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya yang sangat menyenangkan dikawasan ini, mengoleksi banyak jenis kupu-kupu yang tertangkap terdapat jenis "Papillo Androcoles", salah satu jenis kupu-kupu yang terbesar dan sangat langka, berekor seperti burung layang-layang.
Soppeng adalah salah satu kota tercantik di propinsi Sulawesi Selatan dan Merupakan bekas kotaraja masa lampau, mempunyai wilayah kekuassaan serta pengaruh yang cukupluas diantarakerajaan-kerajaan lokal lainnya. ini dibuktikan dalam tulisan-tulisan kuno orangbugis yaitu "Lontara". Salah satu coro yang luar biasa dari kota ini adalah banyaknya kelelawar.Bergelantungan pada pohon sambil mengeluarkan suara tanpa menghiraukan arus lalulintas sekelilingnya.
Rumah tongkonan (Toraja) yang sangat indah terdapat di kampung Kete Kesu. Dari depan terlihat kampung ini berada di tengah lautan padi dengan rentetan atap yang melengkung. Ciri tradisional toraja masih dipertahankan, disini kita dapat menyaksikan dinding yang berukir pada lumbung padi yang cantik mempesona.
Dengan perawatan dan penataan yang teratur ditemukan goa peninggalan sejarah masa lampau. Salah satu diantaranya masih bisa dinikmati adalah lukisan-lukisan bersejarah yang sudah berusia sekitar 5.000 tahun. Arkeolog berpendapat beberapa goa itu telah didiami sejak 8.000 - 3.000 tahun SM.
Musium yang terbuat dari kayu ini merupakan rekonstruksi dari istana tua kerajaan Gowa dimasa lalu yang dibangun tahun 1839. Telah direstorasi tahun 1978-1980. Di dalam musium ini dapat dilihat berbagai benda bersejarah kerajaan Gowa, seperti manuskrip, alat musik, pakaian-pakaian tradisional, senjata, dan benda koleksi perlengkapan upacara kerajaan dan sebagainya. Ke depan, daerah Sulsel harus tetap fokus pada pembangunan yang berbasis pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan serta industri pariwisata yang akan dapat menambah pundi-pundi keuangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk perdagangan, daerah Sulsel akan terus menggenjot volume ekspor buah Markisa ke beberapa negara. Jika pada tahun 2008, jumlah ekspor Markisa Sulsel mencapai 140 ribu ton diperkirakan tahun 2009 akan meningkat mencapai 180-200 ribu ton. Data Dinas Perindustrian dan Perdangan Sulsel, tercatat produksi markisa Sulsel 34.226 ton per tahun. Sehingga target ekspor sari buah Markisa akan banyak diekspor ke Australia dan China.
Dari tahun ke tahun, Sulsel terus menggenjot ekspor Markisa. Karena Markisa ini menjadi potensi Sulsel yang jarang ditemukan di daerah lain. Buah Markisa asal Sulsel menghasilkan sari yang manis alami. Karena itu, permintaannya terus meningkat, meski belum dipenuhi semua karena terkendala budidaya produksi. Selain dari Sulsel, pasar Markisa dunia diisi sejumlah negara produsen yang menjadi pesaing Sulsel, di antaranya dari Brasil, Kolombia, Ekuador, Peru, Australia, New Zaeland, Kenya, dan India. Sementara, Amerika Serikat, Zimbabwe, Afrika Selatan, Burundi, Malaysia, Thailand, dan Filipina juga menghasilkan Markisa, tetapi belum seenak dan sebesar Sulsel
Areal pertanian di propinsi Sulsel mencapai 1.411.446 ha, terbagi dalam lahan persawahan 550.127 ha dan lahan kering 861.319 ha. Sawah ini tahun 2006 menghasilkan 3.352.117 ton padi, terdiri atas 3.352.116 ton padi sawah dan 13.393 ton padi ladang. Daerah Sulsel merupakan lumbung pangan bagi Indonesia bagian Timur.
Sebagai lumbung beras nasional, Sulsel setiap tahun menghasilkan 2.305.469 ton beras. Dari jumlah itu, untuk konsumsi lokal sekitar 884.375 ton dan sisanya 1.421.094 ton merupakan cadangan yang didistribusikan ke daerah lain, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa.
Selain padi dan beras, tanaman pangan lainnya juga merupakan sumber daya alam yang melimpah seperti; palawija mencapai 1.410.679 ton. Sulawesi Selatan akan menjadi produsen jagung terbesar kelima di Indonesia. Sentral produksi jagung terdapat di Kabupaten Bone, Jeneponto, Bulukumba dan Bantaeng.
Selain itu, daerah Sulsel juga menghasilkan ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau dan kedelai, Untuk produksi ubi kayu tahun 2006 mencapai 696.082 ton. Sedangkan produksi ubi jalar 54.305 ton; Kacang tanah sebanyak 41.749 ton; Kacang hijau 28.552 ton. Sedangkan kedelai sebesar 22.243 ton.
Di luar tanaman pangan tadi, perkebunan merupakan sumber daya alam yang berlimpah dan menghasilkan berbagai jenis komoditas, antara lain; kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, vanili, teh, jambu mete dan kapas. Daerah Sulsel termasuk sangat potensial menghasilkan tanaman pangan dan perkebunan.
Potensi sektor perikanan tahun 2006, menghasilkan sebanyak 649.504,7 ton, terdiri atas hasil perikanan laut 284.593,3 ton, perairan darat 364.911,4 ton. Ekspor 2005 di sektor ini mencapai 1.700 ton ikan tuna segar, 1.710 ton ikan kerapu, serta 1.400 ton ikan kakap. Ekspornya meningkat menjadi 2.100 ton ikan tuna, 1.950 ton ikan kerapu, dan 1.745 ton ikan kakap pada tahun 2006.
Berbagai jenis peternakan juga berkembang di sana, terutama ternak Sapi, Kerbau, Ayam, Itik, Kambing dan sebagainya. Populasi ternak tahun 2006 untuk Sapi mencapai 633.738 ekor, Kerbau 129.327 ekor, Kuda 114.945 ekor, Kambing 433.495 ekor, Domba 1.486 ekor, Babi 524.157 ekor, Ayam 20.486.291 ekor dan Itik 2.423.162 ekor.
Hasil perkebunan andalan di daerah ini antara lain; kelapa sawit, kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, vanili, tebu, karet, teh, jambu mete dan kapas. Dari semuanya itu, kakao dan kopi merupakan komoditas primadona. Luas perkebunana kakao 662.615 ha, terdiri atas perkebunan rakyat 657.334 ha dan perkebunan besar swasta 5.281 ha. Pertumbuhan rata-rata kakao mencapai 2 persen per tahun, dengan produksi 521.440 ton per tahun. Sentra produksi kakao terutama di Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Wajo, Pinrang, Bone dan Sinjai.
Primadona lain adalah kopi, dengan luas hutan 203.844 ha, terdiri atas lahan kopi arabika seluas 118.742 ha dan kopi robusta seluas 85.102 ha. Luas lahan ini pun masih dibagi dua, perkebunan rakyat besar seluas 107.966 ha dengan produksi 47.231 ton per tahun dan perkebunana swasta seluas 10.776 ha dengan produksi 2.093 ton per tahun. Laju perkembangan luas lahan rata-rata 1,5 persen per tahun dan pertumbuhan rata-rata produksi 3 persen per tahun. Setra produksi kopi antara lain di Tana Toraja dan Enrekang.
Banyak obyek wisata menarik di Sulawesi Selatan di antaranya; Makam Sultan Hasanuddin (1629 - 1670), Raja Gowa yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk melawan penjajahan Belanda. Makam ini berada di kompleks makam raja-raja Gowa, termasuk di pemakaman itu sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pelantikan bagi raja-raja Gowa dan sebuah mesjid kuno yang sudahc ratusan tahun usianya.
Makam Pangeran Diponegoro, seorang pangeran Kerajaan Mataram Hadiningrat, Yogyakarta ketika di tawan Belanda, kemudian ditawan dan akhirnya meninggal di Sulsel. Pangeran Diponegoro adalah anak Sultan Hamengko Buwono III dari Yogyakarta. Salah seorang Pangeran dari kerajaan Jawa yang memimpin perlawanan terhadap Belanda dan dikenal sebagai Perang Diponegoro, atau perang Jawa pada tahun 1825-1830. Perang bermula karena penolakan terhadap kebijaksanaan pemerintah kolonial Belanda yang meninggikan pajak dan pola aturan pemilikan tanah yang tidak adil dilakukan oleh Patih Danuredjo sebagai suruhan Belanda.
Benteng Somba Opu sama kedudukannya dengan benteng Makassar. Keduanya merupakan peninggalan sejarah keperkasaan kerajaan masa lalu di Sulawesi Selatan. Benteng Somba Opu merupakan tempat yang tepat untuk di kunjungi tahap awal bagi orang yang berminat menghargai sebagai bukti sejarah dan budaya Sulawesi Selatan.
Tanjung Bira. Daerah ini terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.
Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patut diandalkan. Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih yang terkenal di Sulawesi Selatan. Pantai ini termasuk pantai yang bersih, tertata rapi, dan air lautnya jernih. Keindahan dan kenyamanan pantai ini terkenal hingga ke mancanegara. Turis-turis asing dari berbagai negara banyak berkunjung ke tempat ini.
Pantai Tanjung Bira sangat indah dan memukau dengan pasir putihnya yang lembut seperti tepung terigu. Di lokasi, para pengunjung dapat berenang, berjemur, diving dan snorkling. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati keindahan dua pulau yang ada di depan pantai, Pulau Liukang dan Pulau Kambing. Tanjung Bira terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bulukumba.
Air tejun Bantimurung yang spektakuler terletak di lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis yang subur,menjadikan daerah ini habitat ideal bagi berbagai jenis kupu-kupu dan burung yang langka. Pada tahun 856-867, seorang naturalis inggris yang terkemuka, Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya yang sangat menyenangkan dikawasan ini, mengoleksi banyak jenis kupu-kupu yang tertangkap terdapat jenis "Papillo Androcoles", salah satu jenis kupu-kupu yang terbesar dan sangat langka, berekor seperti burung layang-layang.
Soppeng adalah salah satu kota tercantik di propinsi Sulawesi Selatan dan Merupakan bekas kotaraja masa lampau, mempunyai wilayah kekuassaan serta pengaruh yang cukupluas diantarakerajaan-kerajaan lokal lainnya. ini dibuktikan dalam tulisan-tulisan kuno orangbugis yaitu "Lontara". Salah satu coro yang luar biasa dari kota ini adalah banyaknya kelelawar.Bergelantungan pada pohon sambil mengeluarkan suara tanpa menghiraukan arus lalulintas sekelilingnya.
Rumah tongkonan (Toraja) yang sangat indah terdapat di kampung Kete Kesu. Dari depan terlihat kampung ini berada di tengah lautan padi dengan rentetan atap yang melengkung. Ciri tradisional toraja masih dipertahankan, disini kita dapat menyaksikan dinding yang berukir pada lumbung padi yang cantik mempesona.
Dengan perawatan dan penataan yang teratur ditemukan goa peninggalan sejarah masa lampau. Salah satu diantaranya masih bisa dinikmati adalah lukisan-lukisan bersejarah yang sudah berusia sekitar 5.000 tahun. Arkeolog berpendapat beberapa goa itu telah didiami sejak 8.000 - 3.000 tahun SM.
Musium yang terbuat dari kayu ini merupakan rekonstruksi dari istana tua kerajaan Gowa dimasa lalu yang dibangun tahun 1839. Telah direstorasi tahun 1978-1980. Di dalam musium ini dapat dilihat berbagai benda bersejarah kerajaan Gowa, seperti manuskrip, alat musik, pakaian-pakaian tradisional, senjata, dan benda koleksi perlengkapan upacara kerajaan dan sebagainya. Ke depan, daerah Sulsel harus tetap fokus pada pembangunan yang berbasis pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan serta industri pariwisata yang akan dapat menambah pundi-pundi keuangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk perdagangan, daerah Sulsel akan terus menggenjot volume ekspor buah Markisa ke beberapa negara. Jika pada tahun 2008, jumlah ekspor Markisa Sulsel mencapai 140 ribu ton diperkirakan tahun 2009 akan meningkat mencapai 180-200 ribu ton. Data Dinas Perindustrian dan Perdangan Sulsel, tercatat produksi markisa Sulsel 34.226 ton per tahun. Sehingga target ekspor sari buah Markisa akan banyak diekspor ke Australia dan China.
Dari tahun ke tahun, Sulsel terus menggenjot ekspor Markisa. Karena Markisa ini menjadi potensi Sulsel yang jarang ditemukan di daerah lain. Buah Markisa asal Sulsel menghasilkan sari yang manis alami. Karena itu, permintaannya terus meningkat, meski belum dipenuhi semua karena terkendala budidaya produksi. Selain dari Sulsel, pasar Markisa dunia diisi sejumlah negara produsen yang menjadi pesaing Sulsel, di antaranya dari Brasil, Kolombia, Ekuador, Peru, Australia, New Zaeland, Kenya, dan India. Sementara, Amerika Serikat, Zimbabwe, Afrika Selatan, Burundi, Malaysia, Thailand, dan Filipina juga menghasilkan Markisa, tetapi belum seenak dan sebesar Sulsel
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Sulawesi Selatan |
| Ibu Kota | : | Makassar |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 46.105 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 20 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 3 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 3.738.401 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 3.890.737 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 7.629.138 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Sulawesi Selatan
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Tambak | 360.291,40 | Kabupaten Luwu | 109.925,90 | ton |
| Kabupaten Palopo | 63.655,70 | |||
| Kabupaten Sinjai | 51.441,40 | |||
| Laut | 284.593,30 | Kabupaten Bone | 80.251,50 | ton |
| Kabupaten Bulukumba | 28.313,30 | |||
| Kabupaten Sinjai | 24.658,60 | |||
| Kolam | 2.599,70 | Kabupaten Luwu Utara | 1.261,00 | ton |
| Sawah | 2.020,30 | Kabupaten Luwu Utara | 1.047,10 | ton |
| Kabupaten Luwu | 493,90 | |||
| Kabupaten Tana Toraja | 118,20 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 13.960.331,00 | Kabupaten Sidrap | 1.661.699,00 | ekor |
| Kabupaten Bone | 1.347.358,00 | |||
| Kabupaten Luwu | 1.186.395,00 | |||
| Ayam Ras | 6.525.960,00 | Kabupaten Gowa | 1.870.100,00 | ekor |
| Kabupaten Wajo | 1.037.410,00 | |||
| Itik | 2.423.162,00 | Kabupaten Pinrang | 497.759,00 | ekor |
| Kabupaten Sidrap | 250.497,00 | |||
| Kabupaten Maros | 223.242,00 | |||
| Kabupaten Pangkep | 220.389,00 | |||
| Kabupaten Gowa | 149.530,00 | |||
| Sapi | 633.738,00 | Kabupaten Bone | 120.688,00 | ekor |
| Kabupaten Bulukumba | 66.494,00 | |||
| Kabupaten Sinjai | 41.056,00 | |||
| Babi | 524.157,00 | Kabupaten Tana Toraja | 454.213,00 | ekor |
| Kabupaten Luwu Utara | 26.250,00 | |||
| Kabupaten Luwu Timur | 19.071,00 | |||
| Kabupaten Luwu | 13.215,00 | |||
| Kambing | 433.495,00 | Kabupaten Enrekang | 52.795,00 | ekor |
| Kabupaten Pangkep | 24.385,00 | |||
| Kabupaten Pinrang | 15.954,00 | |||
| Kerbau | 129.327,00 | Kabupaten Tana Toraja | 49.364,00 | ekor |
| Kabupaten Jeneponto | 12.198,00 | |||
| Kuda | 114.945,00 | Kabupaten Bulukumba | 25.227,00 | ekor |
| Kabupaten Jeneponto | 19.672,00 | |||
| Kabupaten Maros | 10.908,00 | |||
| Domba | 1.486,00 | Kabupaten Jeneponto | 903,00 | ekor |
| Kabupaten Selayar | 448,00 | |||
| Kabupaten Bulukumba | 135,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi Sawah | 3.352.117,00 | Kabupaten Bone | 466.422,00 | ton |
| Kabupaten Pinrang | 389.764,00 | |||
| Kabupaten Wajo | 356.367,00 | |||
| Jagung | 696.082,00 | Kabupaten Jeneponto | 164.290,00 | ton |
| Kabupaten Gowa | 129.745,00 | |||
| Kabupaten Bantaeng | 96.038,00 | |||
| Kabupaten Bulukumba | 93.816,00 | |||
| Ubi Kayu | 567.748,00 | Kabupaten Gowa | 257.102,00 | ton |
| Kabupaten Jeneponto | 106.900,00 | |||
| Kabupaten Maros | 76.925,00 | |||
| Ubi Jalar | 54.305,00 | Kabupaten Gowa | 11.750,00 | ton |
| Kabupaten Tana Toraja | 5.226,00 | |||
| Kabupaten Bone | 4.321,00 | |||
| Kacang Tanah | 41.749,00 | Kabupaten Bone | 15.223,00 | ton |
| Kabupaten Bulukumba | 4.333,00 | |||
| Kabupaten Sinjai | 3.911,00 | |||
| Kacang Hijau | 28.552,00 | Kabupaten Bone | 6.446,00 | ton |
| Kabupaten Gowa | 5.204,00 | |||
| Kabupaten Takalar | 4.854,00 | |||
| Kedelai | 22.243,00 | Kabupaten Bone | 7.967,00 | ton |
| Kabupaten Soppeng | 3.145,00 | |||
| Kabupaten Wajo | 2.957,00 | |||
| Padi Ladang | 13.393,00 | Kabupaten Luwu Utara | 3.382,00 | ton |
| Kabupaten Takalar | 3.123,00 | |||
| Kabupaten Jeneponto | 2.561,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kakao | 157.933,92 | Kabupaten Limapuluh Kota | 30.863,00 | ton |
| Kabupaten Luwu Utara | 28.515,02 | |||
| Kabupaten Luwu Timur | 22.839,49 | |||
| Kelapa Dalam | 76.348,02 | Kabupaten Selayar | 24.189,75 | ton |
| Kabupaten Bone | 8.304,00 | |||
| Kabupaten Pinrang | 5.837,00 | |||
| Kabupaten Sinjai | 5.376,00 | |||
| Kabupaten Wajo | 5.150,00 | |||
| Kelapa Sawit | 74.215,53 | Kabupaten Luwu Utara | 43.046,61 | ton |
| Kabupaten Luwu Timur | 29.833,62 | |||
| Tebu Rakyat | 72.345,10 | Kabupaten Takalar | 30.279,50 | ton |
| Kabupaten Bone | 25.710,00 | |||
| Kabupaten Gowa | 15.786,00 | |||
| Jambu Mete | 23.369,92 | Kabupaten Sidrap | 3.751,73 | ton |
| Kabupaten Pangkep | 3.040,00 | |||
| Kabupaten Bone | 2.863,00 | |||
| Kabupaten Barru | 2.185,50 | |||
| Kemiri | 20.265,76 | Kabupaten Bone | 6.052,00 | ton |
| Kabupaten Maros | 5.618,00 | |||
| Kabupaten Selayar | 2.203,17 | |||
| Cengkeh | 17.193,45 | Kabupaten Luwu | 10.140,57 | ton |
| Kabupaten Bulukumba | 1.951,00 | |||
| Kopi Arabika | 17.044,47 | Kabupaten Enrekang | 6.413,00 | ton |
| Kabupaten Tana Toraja | 3.920,00 | |||
| Kabupaten Luwu | 1.988,76 | |||
| Sagu | 15.341,83 | Kabupaten Luwu | 10.486,69 | ton |
| Kabupaten Palopo | 2.269,80 | |||
| Kabupaten Luwu Utara | 1.685,98 | |||
| Kopi Robusta | 11.519,27 | Kabupaten Sinjai | 2.830,00 | ton |
| Kabupaten Pinrang | 2.261,00 | |||
| Kelapa Hibrida | 11.167,98 | Kabupaten Pinrang | 2.926,00 | ton |
| Kabupaten Sidrap | 1.530,48 | |||
| Lada | 5.059,84 | Kabupaten Sinjai | 2.370,00 | ton |
| Kabupaten Luwu Timur | 1.393,50 | |||
| Kapuk | 4.656,04 | Kabupaten Bantaeng | 1.395,00 | ton |
| Kabupaten Bone | 939,00 | |||
| Kabupaten Sinjai | 645,00 | |||
| Kabupaten Jeneponto | 533,37 | |||
| Aren | 3.763,38 | Kabupaten Bone | 3.081,00 | ton |
| Kabupaten Pinrang | 217,00 | |||
| Tembakau | 2.164,22 | Kabupaten Sinjai | 1.143,00 | ton |
| Kabupaten Bone | 863,00 | |||
| Panili | 1.166,77 | Kabupaten Sinjai | 855,00 | ton |
| Kabupaten Tana Toraja | 110,00 | |||
| Kapas | 955,60 | Kabupaten Bulukumba | 709,33 | ton |
| Kabupaten Bantaeng | 122,92 | |||
| Kabupaten Jeneponto | 105,49 | |||
| Pinang | 701,21 | Kabupaten Bone | 633,00 | ton |
| Kabupaten Luwu | 33,51 | |||
| Kabupaten Palopo | 21,70 | |||
| Pala | 489,63 | Kabupaten Selayar | 396,54 | ton |
| Kabupaten Sinjai | 70,00 | |||
| Kunyit | 406,56 | Kabupaten Bone | 398,00 | ton |
| Sereh Wangi | 268,92 | Kabupaten Bone | 268,92 | ton |
| Asam Jawa | 160,76 | Kabupaten Bone | 153,00 | ton |
| Kabupaten Selayar | 7,76 | |||
| Jahe | 23,83 | Kabupaten Bone | 130,00 | ton |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Usaha Perdagangan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Investasi | 396.326,08 | Kota Makassar | 191.875,32 | Rp. (Juta) |
| Kabupaten Bone | 23.675,37 | |||
| Kabupaten Bulukumba | 20.866,97 | |||
| Kabupaten Selayar | 17.734,13 | |||
| Kabupaten Gowa | 17.050,01 | |||
| Kabupaten Tana Toraja | 16.011,45 | |||
| Kabupaten Wajo | 12.925,68 | |||
| Kabupaten Pinrang | 12.631,03 | |||
| Kabupaten Sinjai | 10.598,25 | |||
| Kabupaten Enrekang | 7.745,12 | |||
| Kabupaten Sidrap | 6.808,68 | |||
| Kabupaten Jeneponto | 3.884,22 | |||
| Kabupaten Soppeng | 2.917,79 | |||
| Kabupaten Takalar | 1.866,11 | |||
| Perusahaan | 65.906,00 | Kabupaten Wajo | 10.239,00 | unit |
| Kabupaten Selayar | 6.013,00 | |||
| Kabupaten Bone | 5.053,00 | |||
| Kota Makassar | 4.211,00 | |||
| Kabupaten Bulukumba | 4.019,00 | |||
| Kabupaten Gowa | 3.783,00 | |||
| Kabupaten Sidrap | 3.704,00 | |||
| Kabupaten Soppeng | 3.410,00 | |||
| Kabupaten Takalar | 3.314,00 | |||
| Kabupaten Tana Toraja | 2.891,00 | |||
| Kabupaten Enrekang | 2.793,00 | |||
| Kabupaten Jeneponto | 2.574,00 | |||
| Kabupaten Sinjai | 2.490,00 | |||
| Kabupaten Pinrang | 2.402,00 |
Sumber : Propinsi Sulawesi Selatan dalam Angka 2007, BPS Propinsi Sulawesi Selatan

