SSS KAS
HOME| ADVANCED SEARCH | LIVE SEARCH


SULAWESI TENGAH


Wilayah propinsi Sulawesi Tengah, dulunya merupakan Kerajaan yang terdiri atas 15 kerajaan kecil, kemudian dikenal sebagai Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat. Tahun 1964 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1964 terbentuklah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Donggal, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Tolitoli.

Selanjutnya Pemerintah Pusat menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Propinsi yang otonom berdiri sendiri yang ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Pembentukan Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingati sebagai Hari Lahirnya Propinsi Sulawesi Tengah.

Penduduk asli Sulawesi Tengah terdiri dari 15 kelompok etnis (suku), yaitu Kaila dan Kulawi di kabupaten Donggala dan kota Palu, Lore dan Pamona berdiam di kabupaten Poso, Mori dan Bungku berdiam di Morowali, Saluan, Balantak Mamasa dan Taa berdiam di kabupaten Banggai, Bare’e berdiam di kabupaten Touna, Banggai di Kabupaten Banggai Kepulauan, Buol di kabupaten Buol, Tolitoli di kebupaten Tilitoli dan Tomini di kabupaten Parigi Moutong.

Masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan diketuai oleh ketua adat disamping pimpinan pemerintahan seperti Kepala Desa. Ketua adat menetapkan hukum adat dan denda berupa kerbau bagi yang melanggar. Umumnya masyarakat yang jujur dan ramah sering mengadakan upacara untuk menyambut para tamu seperti persembahan ayam putih, beras, telur dan tuak yang difermentasikan dan disimpan dalam bambu.

Selain penduduk asli, Sulawesi Tengah dihuni pula oleh transmigran. Jumlah penduduk di daerah ini sekitar 2.349.398 jiwa yang mayoritas beragama Islam, lainnya Kristen, Hindu dan Budha. Tingkat toleransi beragama sangat tinggi dan semangat gotong-royong yang kuat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat.

Potensi sumber daya alam (SDA) yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah cukup melimpah. Mulai dari hasil pertanian, kehutanan, kelautan hingga potensi sektor pertambangan tersedia. Tapi potensi itu belum sebanding dengan kemampuan Pemda dalam menyediakan fasilitas pengelolaan ataupun fasilitas pendukung. Sehingga tidak heran pengelolaan potensi SDA yang seharusnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tidak seperti yang diharapkan.

Pertanian merupakan sumber utama mata pencaharian penduduk dengan padi sebagai tanaman utama. Total produksi padi di Sulawesi Tengah mencapai 725.945 ton dan banyak terdapat di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Banggai. Selain itu, Sulawesi Tengah juga penghasil tanaman pangan lainnya seperti; jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau dan kedelai. Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Donggala merupakan kabupaten yang sangat cocok sebagai pusat pengembangan palawija di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, produksi jagung tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 7,79% dari 53.452 ton tahun 2004 menjadi 57.617 ton tahun 2005. Untuk ubi kayu produksi tahun 2005 tercatat 48.255 ton, naik 6,98 persen dibanding tahun 2004 sebesar 45.106 ton. Kenaikan produksi tanaman palawija ini terutama disebabkan adanya peningkatan luas panen.

Untuk jenis sayuran yang dihasilkan oleh daerah Sulawesi Tengah, antara lain meliputi; bawang daun, kentang, kubis, sawi, tomat, buncis, wartel, bawang merah, baneang merah, kacang-kacangan, lombok, terung, bayam, labu siam, kangkung, dan kembang kol. Jenis sayuran tersebut banyak di hasilkan dari daerah Donggala, Morowali dan Tolitoli. Ketiga kebupaten itu cocok sebagai pusat pengembangan sayuran di Sulawesi Tengah.       

Untuk perkebunan, Sulawesi Tengah juga menjadi penghasil kelapa, kopi, cengkeh, kapuk, lada, jambu mete, coklat, karet, kelapa sawit, sagu dan kemiri. kopi, kapuk, lada, coklat dan kelapa sawit bagus dikembangkan di Donggala.  Sagu, kemiri dan jambu mete baik dikembangkan di Kabupaten Banggai.

Kakao, kelapa dan cengkeh juga merupakan komoditas unggulan sub-sektor perkebunan. Luas areal tanaman kakao dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data BPS (2006), luas areal kakao tahun 2005 naik 12,11 persen yaitu dari 166.501 ha tahun 2004 menjadi 186.670 ha tahun 2005.

Areal perkebunan kakao banyak terdapat di Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Buol, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Data Ditjen Bea dan Cukai menunjukkan bahwa nilai ekspor antar negara Sulawesi Tengah tahun 2006 tumbuh 51,44 persen dibandingkan tahun 2005 dengan nilai mencapai US $ 202,16 juta, dan didominasi kelompok kopi, teh, coklat dan rempah-rempah  dengan pangsa sebesar 92,04 persen atau US $ 186,07 juta.

Sementara itu, nilai ekonomi tanaman kelapa di Sulawesi Tengah tercatat cukup besar dengan luas lahan tahun 2005 mencapai 170.871 ha dan produksi 180.388 ton. Selain diolah menjadi kopra bagian tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang dan sabut serta batang kelapa menjadi bahan baku industri yang bernilai tinggi. Potensi pengembangan tanaman kelapa diperkirakan 40.000 ha. Untuk meningkatkan produksi kelapa, diperlukan peremajaan tanaman dengan klon unggul, disamping ekstensifikasi.

Selain kakao dan kelapa, komoditi unggulan lain adalah cengkeh. Penghasil utama cengkeh di Kabupaten Toli-toli. Selain itu, tanaman cengkeh terdapat di Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala dan kabupaten lainnya. Luas lahan perkebunan cengkeh 47.374 ha dengan produksi 12.417 ton pada tahun 2005.

Sumber daya alam lainnya yang dimiliki daerah Sulteng adalah sektor kehutanan. Luas hutan 4.394.932 ha potensi hutan yang dimiliki cukup besar. Jenis-jenis hutan antara lain hutan lindung 1.489.923 ha, hutan produksi biasa 500.587 ha, hutan produksi terbatas 1.476.318 ha, hutan konversi seluas 251.856 ha, hutan suaka alam dan hutan wisata seluas 676.923 ha. Hasil produksi dapat diambil antara lain kayu bulat sebanyak 114.583,25 m³, kayu gergajian 90.308.477,5 m³, kayu eboni 708,32 m³, rotan 13.908.462 m³ dan damar 1.468.826 m³.

Selain itu, terdapat pula potensi sumber air laut, diperkirakan luas perairan sekitar tiga kali luas daratan yakni 193.923,75 km² membentang sepanjang wilayah. sebelah timur sejauh Teluk Tolo dan Teluk Tomini dan sebelah barat adalah Selat Makassar dan sebagian laut Sulawesi. Potensi perairan laut mengandung sumber penghasilan yang sangar besar berupa bahan makanan ikan dan tumbuhan laut.

Potensi perairan laut diperkirakan sebesar 1.593.796 ton pertahun. Potensi kelautan dan perikanan dimasukkan dalam penetapan zona/kawasan pengelolaan sumber daya kelautan di Sulawesi Tengah, yakni: (1) Zona pengembangan I, meliputi perairan laut Sulawesi dan Selat Makasar yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Toli-toli dan Kabupaten Buoi; (2) Zona Pengembangan II, meliput perairan Teluk Tomini yaitu Kab Lipaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Bariggai; (3) Zona Pengembangan III, meliputi Perairan Teluk folo, yattu Kabupaten Bariggat, Kabupaten Banggai Kepulauan, dan Kabupaten Worowali.   

Potensi penangkapan ikan di laut lepas dan budidaya pantai dapat menghasilkan 92.088 ton ikan dengan jumlah kapal penangkap ikan sebanyak 31.675 unit. Sedangkan di perairan umum mencapai 299 ton ikan. Perikanan budi daya fuis areal mencapai 10.403 ha dapat memproduksi 9.286,6 ton. Pada budidaya tersebut mencapai 1.394,80 ha, dapat menghasilkan sebanyak 1.579,70 ton ikan. Pada budi daya jumlah keramba mencapai 60 unit  produksi 23,2 ton, sedangkan budidaya laut dengan luas areal 828,3 ha menghasilkan produksi sebanyak 20.664,4 ton. Saat ini, Sulawesi Tengah pengekspor hasil perikanan sebanyak 1.641 ton ke berbagai negara.

Sulawesi Tengah memiliki perairan laut 193.923,75 km2 tersebar di Teluk Tolo, Teluk Tomini, Selat Makasar dan Laut Sulawesi. Potensi ikan di perairan itu sebanyak 330.000 ton per-tahun. Sedangkan ikan yang bisa dikelola secara lestari sekitar 214.000 ton per-tahun. Di Teluk Tolo terdapat 68.000 ton per-tahun, Teluk Tomini 78.000 ton per-tahun, Selat Makasar dan Laut Sulawesi 68.000 ton per-tahun. Dari potensi ikan lestari tersebut jumlah ikan yang dapat ditangkap sebesar 217.280 ton per-tahun. Sementara, tingkat pemanfaatan sampai dengan saat ini baru mencapai 46,20 persen.

Jenis ikan yang terdapat di perairan Sulawesi Tengah antara lain ikan tuna, ikan cakalang, ikan kerapu, ikan taripang, ikan lajang dan udang. Potensi ikan pelagis besar untuk komoditi ekspor terutama ikan tuna sekitar 10.000 ton per-tahun dan ikan cakalang 14.000 ton per-tahun. Hasil laut lainnya yaitu biji mutiara, teripang, dan rumput laut. Selain perikanan tangkap, daerah ini juga punya potensial mengembangkan perikanan budidaya udang, bandeng dan ikan kerapu. Kedepan, hasil perikakan laut dan tambak dapat dikembangkan di Kabupaten Tolitoli, sedangkan pengembangan perikanan umum dipusatkan di Poso.

Selain potensi di atas, daerah Sulteng punya sumberdaya bahan galian dan mineral berupa; mineral logam industri dan bahan bangunan serta bahan bakar batubara dan minyak bumi. Bahan galian golongan A (strategis) antara lain minyak bumi dan gas bumi, batubara dan nikel. Bahan galian vital (golongan B) antara lain emas, molibdenum, chronit, tembaga dan belerang. Bahan galian golongan C (bukan strategis dan vital) meliputi sirtukil, granit, marmer, pasir kuarsa, pasir besi, lempung dan sebagainya.

Untuk mambawa Sulteng menuju daerah agrobisnis yang memberi nilai tambah dalam mengelola bahan yang banyak manfaatnya, benturannya pada kendala tersedianya energi listrik. Di Palu dan di Sulteng secara umum kendala listrik belum teratasi, sehingga timbul rasa pesimistis pemenfaatan SDA akan mulus ke depan. Untuk itu, Pemda perlu memisahkan sektor unggulan dan sektor andalan yang harus dikembangkan. Tidak semua sektor harus dikembangkan bisa empat atau lima komoditi yang paling potensial. Sehingga imbasnya, pada sektor unggulan itu benar-benar menjadi ikon bagi daerah di Sulteng dan memberi nilai tambah bagi kesejahteraan rakyat.


* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id

Nama Daerah : Sulawesi Tengah
Ibu Kota : Palu
Status : Provinsi
Luas : 68 km2
Jumlah Kabupaten : 9 Kabupaten
Jumlah Kota : 1 Kota
Jumlah Kecamatan : 115 Kecamatan
Penduduk Laki-Laki : 1.204.581 jiwa
Penduduk Perempuan : 1.144.817 jiwa
Jumlah Penduduk : 2.349.398 jiwa


Chart.

Peta Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah

Chart.

Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Sulawesi Tengah

PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN

Perikanan
PerikananTotalKecamatanJumlahSatuan
Laut903.417,86Kabupaten Tolitoli886.140,86ton
Kabupaten Parigi Moutong11.448,30
Kabupaten Poso4.041,20
Kota Palu1.787,50
Umum34,00Kabupaten Poso29,50ton
Kabupaten Morowali4,50
Kabupaten Poso6.751,70ton
Kabupaten Tolitoli2.207,00
Kabupaten Morowali814,00
Kabupaten Parigi Moutong722,30
Peternakan dan Hasil-hasilnya
PeternakanTotalKecamatanJumlahSatuan
Ayam Ras2.358.000,00Kota Palu991.890,00ekor
Kabupaten Donggala977.636,00
Ayam Kampung2.120.288,00Kabupaten Banggai Kepulauan463.903,00ekor
Kabupaten Donggala389.403,00
Kabupaten Banggai318.454,00
Itik207.272,00Kabupaten Banggai92.022,00ekor
Kabupaten Banggai Kepulauan41.505,00
Kabupaten Buol26.832,00
Babi189.229,00Kabupaten Poso49.280,00ekor
Kabupaten Banggai34.180,00
Sapi189.145,00Kabupaten Banggai39.422,00ekor
Kabupaten Donggala38.419,00
Kabupaten Parigi Moutong25.154,00
Kambing188.362,00Kabupaten Banggai Kepulauan36.344,00ekor
Kabupaten Donggala33.305,00
Kerbau4.491,00Kabupaten Poso2.956,00ekor
Kabupaten Morowali842,00
Kabupaten Donggala456,00
Kuda3.315,00Kabupaten Donggala705,00ekor
Kabupaten Banggai Kepulauan605,00
Kabupaten Poso562,00
Domba2.211,00Kota Palu1.135,00ekor
Tanaman Bahan Makanan
Padi dan PalawijaTotalKecamatanJumlahSatuan
Padi Sawah725.945,00Kabupaten Donggala216.983,00ton
Kabupaten Parigi Moutong210.921,00
Kabupaten Banggai127.543,00
Jagung66.433,00Kabupaten Banggai5.853,00ton
Kabupaten Parigi Moutong4.139,00
Kabupaten Poso4.119,00
Kabupaten Tojo Una-una1.530,00
Ubi Kayu52.791,00Kabupaten Donggala25.444,00ton
Kabupaten Banggai Kepulauan5.616,00
Kabupaten Banggai4.848,00
Ubi Jalar26.886,00Kabupaten Donggala12.436,00ton
Kabupaten Banggai Kepulauan2.649,00
Kabupaten Banggai2.303,00
Kabupaten Tolitoli2.128,00
Padi Ladang13.831,00Kabupaten Banggai5.049,00ton
Kabupaten Donggala3.778,00
Kabupaten Morowali1.648,00
Kacang Tanah10.422,00Kabupaten Banggai Kepulauan3.467,00ton
Kabupaten Banggai3.007,00
Kabupaten Donggala2.040,00
Kedelai2.651,00Kabupaten Banggai964,00ton
Kabupaten Morowali595,00
Kabupaten Donggala335,00
Kabupaten Tojo Una-una307,00
Kacang Hijau1.281,00Kabupaten Banggai445,00ton
Kabupaten Donggala315,00
Kabupaten Buol133,00
Kabupaten Tolitoli110,00
Tanaman Bahan Makanan
Sayur-sayuranTotalKecamatanJumlahSatuan
Bawang Merah8.659,00Kabupaten Donggala2.451,00ton
Kota Palu1.815,00
Kabupaten Parigi Moutong1.498,00
Kabupaten Banggai1.277,00
Lombok7.935,00Kabupaten Donggala4.517,00ton
Kabupaten Morowali1.628,00
Kabupaten Tolitoli1.112,00
Kacang-kacangan4.817,00Kabupaten Donggala2.044,00ton
Kabupaten Tolitoli1.221,00
Tomat4.412,00Kabupaten Donggala1.850,00ton
Kangkung2.800,00Kabupaten Tolitoli759,00ton
Kabupaten Donggala666,00
Kabupaten Morowali629,00
Terung2.199,00Kabupaten Donggala940,00ton
Kabupaten Tojo Una-una304,00
Kabupaten Banggai204,00
Kubis1.949,00Kabupaten Donggala1.276,00ton
Kabupaten Poso557,00
Sawi1.843,00Kabupaten Donggala829,00ton
Kabupaten Poso346,00
Kabupaten Banggai264,00
Kabupaten Morowali263,00
Labu Siam1.367,00Kabupaten Poso560,00ton
Kabupaten Donggala541,00
Kabupaten Tojo Una-una128,00
Bayam1.145,00Kabupaten Tolitoli568,00ton
Kabupaten Donggala262,00
Kentang423,00Kabupaten Poso306,00ton
Kabupaten Morowali117,00
Bawang Daun403,00Kabupaten Donggala349,00ton
Kabupaten Morowali134,00
Wortel395,00Kabupaten Poso195,00ton
Kabupaten Donggala183,00
Buncis314,00Kabupaten Donggala137,00ton
Kabupaten Banggai129,00
Kembang Kol295,00Kabupaten Donggala233,00ton
Tanaman Perkebunan
PerkebunanTotalKecamatanJumlahSatuan
Kelapa187.491,00Kabupaten Parigi Moutong36.921,00ton
Kabupaten Donggala35.290,00
Kabupaten Banggai31.915,00
Cokelat147.845,00Kabupaten Parigi Moutong54.864,00ton
Kabupaten Donggala30.159,00
Kabupaten Poso24.031,00
Kelapa Sawit119.609,00Kabupaten Buol44.993,00ton
Kabupaten Banggai32.740,00
Kabupaten Donggala25.979,00
Cengkeh9.549,00Kabupaten Tolitoli5.759,00ton
Kabupaten Donggala971,00
Kopi4.826,00Kabupaten Donggala3.493,00ton
Kabupaten Banggai504,00
Jambu Mete3.749,00Kabupaten Banggai Kepulauan1.920,00ton
Kabupaten Banggai1.030,00
Karet1.685,00Kabupaten Morowali1.685,00ton
Sagu1.607,00Kabupaten Banggai664,00ton
Kabupaten Buol587,00
Kabupaten Tojo Una-una116,00
Kemiri649,00Kabupaten Morowali1.379,00ton
Kabupaten Banggai323,00
Kabupaten Parigi Moutong154,00
Kapuk285,00Kabupaten Donggala141,00ton
Kabupaten Parigi Moutong117,00
Lada197,00Kabupaten Tolitoli95,00ton
Kabupaten Donggala55,00

PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN

Hotel
HotelTotalKecamatanJumlahSatuan
Non Bintang 198,00Kabupaten Parigi Moutong18,00unit
Kabupaten Tolitoli16,00
Kabupaten Morowali15,00
Kota Palu14,00
Kabupaten Poso11,00
Kabupaten Banggai10,00
Non Bintang 277,00Kota Palu29,00unit
Kabupaten Poso10,00
Kabupaten Banggai9,00
Kabupaten Parigi Moutong9,00
Kabupaten Morowali7,00
Non Bintang 329,00Kabupaten Tojo Una-una10,00unit
Kabupaten Tolitoli7,00
Kabupaten Poso6,00
Bintang 22,00Kota Palu2,00unit
Bintang 11,00Kota Palu1,00unit
Hotel
WisatawanTotalKecamatanJumlahSatuan
Nusantara1.061.365,00Kota Palu237.760,00unit
Kabupaten Donggala112.101,00
Kabupaten Poso99.139,00
Kabupaten Parigi Moutong98.664,00
Kabupaten Banggai94.674,00
Mancanegara3.606,00Kabupaten Tojo Una-una2.066,00unit
Kota Palu756,00
Kabupaten Donggala421,00
Kabupaten Poso182,00
Kabupaten Banggai114,00
Restoran
RestoranTotalKecamatanJumlahSatuan
Restoran202,00Kota Palu68,00unit
Kabupaten Banggai33,00
Kabupaten Morowali28,00
Kabupaten Parigi Moutong25,00
Kabupaten Poso24,00


Sumber : Sulawesi Tengah dalam Angka 2007, BPS Propinsi Sulawesi Tengah